My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Monster pengendali


__ADS_3

Tapi tiba-tiba...


Srettt!!


"AAAAA!"


Ternyata kotak dan nyanyian itu hanyalah sebuah jebakan dari monster penipu yang bersembunyi di dalam goa itu.


Naries berada dalam situasi bahaya sekarang!


Dengan posisi menggantung di langit-langit goa Naries berusaha melepaskan jaring laba-laba yang melilit tubuhnya tapi semakin dia memberontak lilitan itu juga semakin kuat, membuatnya hampir tidak bisa bernafas karna rasa sesak itu hingga dia mendengar suara nyanyian seorang perempuan yang mereka dengar tadi.


Samar-samar suara itu makin dekat dan saat dia melihat kearah kegelapan di sudut goa itu Naries membulatkan matanya terkejut.


Ternyata suara itu berasal dari seekor laba-laba besar dengan sepuluh mata berwarna biru dan delapan kaki yang merayap di dinding goa.


Apa dia akan menjadi santapan monster laba-laba itu?


'Aku harus bertelepati dengan Percy, Percy jika kau mendengar ku!datanglah ke goa di dekat lembah yang sangat gelap!hati hati karna ada monster seperti laba-laba dan aku terjebak di perangkapnya hingga tak bisa melepaskan diri dari sini!'


...


"Dimana Naries dan Zai?"tanya Saurus.


Pertanyaan itu membuat yang lain terdiam termasuk Percy yang tersentak karna dia baru saja mendapat sebuah pesan.


"Kak Naries berada dalama bahaya!kita harus cepat membantunya!"ucap Percy membuat mereka semua terkejut.


"Dimana mereka berdua Percy?kau mendengar telepati Naries dan Zai?"tanya Saurus penasaran.


"Aku hanya mendapat pesan dari kak Naries, jika kak Zai aku belum mengetahui nya sama sekali..."


"Aku melihat kak Zai berlari ke arah sana!"ucap Rain menunjuk arah kanan.


"Baiklah untuk memastikannya kita akan bagi dua kelompok, aku dan Percy akan ke arah kiri sementara sisanya pergi ke tempat Zai tapi setelah menemukan mereka kita akan kembali ke sini lagi paham?"ucap Saurus di angguki yang lain.


Akhirnya mereka kembali terpecah lalu pergi untuk menemukan dua anggota yang terpisah.


Di sisi lain kita bisa lihat bahwa pemuda bermata ruby itu berhasil melewati kobaran api yang sangat besar tetapi anehnya dia tak menemukan bayangan anak kecil yang terjebak dalam api itu.


Apa itu hanya tipuan?


Tidak mungkin semua hanyalah halusinasi karna perlahan kebakaran di sekitarnya juga menghilang secara tiba-tiba seperti penglihatannya.


Itu berarti penglihatannya hanyalah sebuah mimpi dan tidak terjadi di dunia nyata?

__ADS_1


Entah kenapa Zai tidak bisa memahami penglihatannya sendiri, hal itu sedikit membingungkan baginya.


Apa maksud dari semua itu?


"Kak Zai!"


Panggilan itu membuat Zai tersentak dan menoleh kearah belakang di mana Rain, Ice dan Grass datang menghampirinya.


"Apa kau baik baik saja?"tanya Grass khawatir.


Zai hanya mengangguk, dia belum mau menceritakan apa yang terjadi padanya barusan.


Karna kejadian itu akan sulit di ceritakan atau di percaya karna belum ada bukti.


Penglihatan cukup membingungkan.


Ice tiba-tiba melihat sesuatu dari balik bangunan besar yang entah kenapa seperti ada bekas kebakaran besar dan terlihat ada uap hawa panasnya hingga membuat mereka hangat saat berada di tengah-tengah tiang bangunan itu.


"Hei coba lihat!apa itu?"


Ucap Ice membuat mereka berpaling ke arah yang di tunjuk Ice.


"Portal kaca?itu seperti pintu dimensi lain bagaimana bisa ada di tempat seperti ini?!"


"Ayolah ini dunia fantasy tidak ada yang mustahil terjadi di sini!"ucap Ice di angguki oleh Rain.


"Memang Naries di mana?"ucap Zai menaikan alis sebelahnya.


"Kami juga tidak tau tapi Percy tiba-tiba mendapat telepati kalau Naries terjebak di goa."Grass.


"Terjebak di goa?"


"Ya sepertinya ada makhluk yang mengancamnya atau..."ucapan Rain terhenti saat teringat sesuatu membuat mereka binggung.


"Ada apa Rain."


"Apa kalian semua mendengar suara nyanyian itu dan saat kita mencarinya beberapa dari kita mulai terpisah, ini seperti perangkap untuk menipu kita semua."


"Monster penipu ulang..."gumam Zai pelan sayangnya di dengar oleh Ice.


"Apa maksudmu kak?"


"Aku pernah mendengar sebuah dongeng bahwa jauh di kegelapan di huni bermacam monster yang mampu mengelabuhi kita dan menyerupai seseorang seperti makhluk bayangan itu Ice.


Monster monster itu membutuhkan nutrisi hidup oleh karna itu mereka akan cepat mendeteksi atau tau ada mangsa empuk untuk makanan mereka."

__ADS_1


...


Sementara itu.


Goa gelap itu mulai terang karna cahaya kristal dari Percy, ya walaupun mereka tak memiliki kekuatan cahaya tapi masing-masing kristal yang menjadi kantong mereka seperti Saurus yang menyimpan makanan terdapat berbagai macam kebutuhan seperti kristal cahaya yang menjadi senter karna Naries memberikannya.


Oleh karna itu mereka tak perlu kebingungan mencari benda lain.


Berbeda dengan Rain yang bisa menguasai semua element hanya saja anak itu membutuhkan tujuh permata naga karna belum tau caranya.


"Naries! Naries di mana kau!"


Saurus memanggil nama adiknya itu tapi tidak ada jawaban.


Goa itu sangatlah sunyi seolah tak ada tanda-tanda kehidupan.


Hingga...


Srettt...


Benang putih tiba-tiba muncul dari kegelapan untuk saja Percy berhasil menghindar dengan gesit.


"Ini..."


"Monster laba-laba..."


"Naries!"


Mereka terkejut dengan apa yang ada di depan mereka, tampak Naries berdiri dan kedua mata tertutup dan tangan kirinya membaca benda tajam seperti pecahan kaca.


"Dia tertidur dan tubuhnya di kendalikan oleh serat serat itu."ucap Percy.


"Maksudmu makhluk atau monster seperti laba-laba itu yang melakukannya?"


"Itu benar kak, kita harus berhati-hati karna belum melihat keberadaan monster itu.


Sekarang aku mengerti nyanyian itu untuk menjebak kak Naries ke sini, di dalam goa yang gelap dia mengendalikan seseorang saat orang itu terjerat serat putih seperti jaring laba-laba, dia memang tak bisa mengendalikan pikiran kita tetapi jika satu sentuhan dari serat putih itu mengenai tubuh kita maka tubuh kita juga akan di kendalikan olehnya. Lalu saat kita lengah kita akan menjadi santapan empuknya, untuk terhindar dari semua itu perhatikan kemana serangannya gunakan insting dan kepekaannya karna cahaya hanya bisa mengecoh kita untuk melihat kemana jaring jaring itu."


...


Loyalty means sincerity to keep one heart in the heart, and promise not to betray. Imperfection makes him perfect. Lack makes him rich. Only loyalty will kill him.


When loyalty becomes expensive goods. When the word sorry is too hard to say. Whose ego are we feeding? Only loyalty to principle will summon the other best loyalties.


Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati didalam hati, dan berjanji untuk tidak akan mengkhianati. Ketidaksempurnaan membuat ia sempurna. Kekurangan membuat ia berkecukupan. Hanya kesetiaan yang akan membunuhnya.

__ADS_1


Ketika kesetiaan menjadi barang mahal. Ketika kata maaf terlalu sulit untuk diucap. Ego siapa yang sedang kita beri makan? Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya.


__ADS_2