My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Membangun kepercayaan


__ADS_3

Don't solve problems with lies because when you lie, other problems will arise besides loss of trust.


Four things to keep in life: trust, promise, relationship and heart. Silent, but if betrayed, it will be very painful.


Trust can be lost in seconds, takes a lifetime to earn it back, and it is never as strong as the first.


Jangan menyelesaikan masalah dengan kebohongan karena ketika kau berbohong, akan muncul masalah lain, selain hilangnya kepercayaan.


Empat hal yang harus dijaga dalam hidup: kepercayaan, janji, hubungan dan hati. Tidak bersuara, tapi jika dikhianati, akan sangat menyakitkan.


Kepercayaan bisa hilang dalam hitungan detik, membutuhkan seumur hidup untuk mendapatkannya kembali, itu pun tidak akan pernah sekuat yang pertama.


Pernahkan kau membangun kepercayaanmu sendiri?


...


"Sky blue..."


Seolah itu namanya rusa itu terus memandangnya ke arah Rain.


"Sepertinya kau tepat memanggil namanya."ucap Grass.


"Hei apa kita harus meminta rusa itu untuk menunjuk jalan keluar dari tempat ini?"tanya Percy.


"Itu ide yang bagus, hanya dia yang bisa menghafal jalan karna kalau kita tersesat kita bisa kembali terus."ucap Saurus.


Ya night sky sebenarnya seperti sebuah labirin, dan itu cukup membingungkan saat seseorang masuk ke dalam labirin itu.


Terkadang beberapa orang bisa tersesat dan terus kembali ke tempat awalnya dan ada juga yang terjebak karna tak menemukan jalan keluar.


Para guardian memang hanya tau beberapa tempat di dunia fantasy karna beberapa tempat tak bisa mereka temukan.


Tempat-tempat yang jarang sekali di temukan adalah tempat yang penuh dengan keajaiban dan keunikan sendiri.


Sama halnya White land, yang mempunyai pasir putih penghisap dan siapapun yang menginjak pasir itu akan tengelam dan night sky yang mempunyai rusa bersayap bercahaya biru yang muncul hanya ketika malam saja.


"Sky bisa kau tunjukan kami jalan keluar dari labirin ini?"tanya Rain.


Sky diam tapi dia lalu berbalik dan berjalan.


"Hei ayo! tunggu apalagi mari kita ikuti dia!"ucap Ice.


Mereka lalu mengikuti jejak rusa itu, perjalanan cukup memakan waktu lama hingga membuat tenaga mereka sedikit terkuras.

__ADS_1


Rain yang lelah berhenti sejenak membuat Ice juga berhenti dan yang lain masih di depan hingga mereka berdua tertinggal.


"Rain ayo kita akan tertinggal jauh!"


"Iya iya sebentar hah..."ucap Rain sambil mengatur napasnya yang ngos-ngosan.


Ice yang khawatir lalu mendekati temannya itu dan berjongkok di depannya.


"Apa yang kau lakukan Ice?"tanya Rain binggung.


"Tentu saja menggendong mu."


"Ah tidak usah, kau pasti juga lelah."


"Kau yakin?jika kakimu tak kuat lagi kau bisa meminta bantuanku."


"Ah ternyata kau teman yang baik sekali Ice..."


"Sejak kapan aku menjadi teman yang jahat hm?"


"Hehe."


Rain hanya menyengir, dia tak mau Ice mengingat kalau dirinya menjadi jahat saat di rasuki iblis walau kenyataan dia memang tak pernah berbuat jahat pada Rain karna dari dulu Ice menjadi teman baiknya.


"Tempat apa ini?"tanya Zai.


"Em sepertinya ini labirin kedua...


Yaitu labirin kaca."


Rain membulatkan matanya tak percaya.


Labirin kaca!yang benar saja itu lebih membingungkan.


"Ini labirin terakhir kita untuk menemukan jalan keluar.


Aku ingat bahwa tempat ini memang tak pernah di temukan karna berada di tengah-tengah night sky dan kita berhasil melewatinya dengan muda berkat Sky blue."ucap Naries.


"Ya dan rusa itu tak bisa masuk ke sana, sekarang kita harus percaya pada satu lain untuk menemukan ujung dari labirin itu. Ingatlah bahwa setiap tantangan yang kita hadapi akan mengajarkan kita untuk membangun kepercayaan diri sendiri dan kerja sama antar team."ucap Bagaskara memberi petuahnya.


Mereka saling pandang kemudian mengangguk paham.


Rain memandang rusa yang masih berdiri diam di sana.

__ADS_1


"Terima kasih karna telah membantu kami Sky, mungkin ini adalah waktunya perpisahan bagi kita, aku harap kita bisa bertemu dan melihatmu lagi."ucap Rain berjalan untuk mengelus kepala rusa itu, hewan itu juga mendekatinya dan membiarkan apa yang di lakukan Rain padanya.


Ya sepertinya Rain bisa menjinakkan hewan bahkan hewan buas sekalipun.


"Kita pasti bisa bertemu dengannya Rain kau tenang saja, karna dunia fantasy itu penuh kejutan begitu halnya masa depan yang penuh dengan teka-teki tapi seseorang bisa menebaknya jika ia beruntung dalam permainan kehidupan."ucap Naries.


"Ya tidak peduli seseorang kalah atau menang dalam permainan.


Waktu seperti sebuah permainan kata, apa yang kita ucapkan terkadang terjadi atau tidak terjadi hal itu pada diri kita sendiri dan kembali pada sebuah kepercayaan kan?"ucap Bagaskara menyambung ucapan Naries.


Dua orang itu memang sangat cerdas dalam memilah kata-kata bijak dan membuat semangat rekannya berkobar layaknya api.


"Ayah apa menurutmu kita memang berhasil?"tanya Rain tiba-tiba.


"Apa yang terjadi di depan kita atau sudah berlalu memang bisa di perkiraan Rain, tapi semua itu kembali pada sebuah keberuntungan dan persiapan seseorang memulai langkah baru.


Tak peduli apa masa lalumu kau harus terus bergerak maju bukankah kau sudah tau apa makna kata pepatah itu?"tanya Bagaskara.


"Aku tau ayah, aku memang manusia yang bisa ragu atau takut melangkah tapi bersama kalian, aku jadi mengenal apa itu keberanian sejati.


Ketulusan dari seseorang terdekat membuat beban berat di pundakmu menjadi ringan karna mereka membantumu, tapi ketika kau di jatuhkan di dasar jurang dan belum ke bawah masih ada atau uluran tangan yang membantumu naik ke atas kembali.


Sepertinya itulah bentuk kasih sayang persahabatan dan keluarga, mereka bisa menjadi orang yang sangat loyal dan memberimu cinta hingga kau tak pernah merasa kurang akan tetapi semua tergantung bagi kita sendiri yang menerima itu dan bukan malah menjadi serakah atau egois."ucap Rain.


Mereka tersenyum karna Rain membuka semua kata hatinya yang ia pendam selama ini.


Ya kepercayaan itu adalah kuncinya.


"Apa kalian siap?"


"Ya kami selalu siap!"


...


I don't want peace that transcends understanding. I want understanding that gives peace.


Courage is the price that life requires to give peace.


First, keep peace within yourself, then you can also bring peace to others.


Saya tidak ingin kedamaian yang melampaui pemahaman. Saya ingin pengertian yang memberi kedamaian.


Keberanian adalah harga yang dibutuhkan hidup untuk memberikan kedamaian.

__ADS_1


Pertama, jaga kedamaian dalam diri Anda, lalu Anda juga bisa membawa kedamaian bagi orang lain.


__ADS_2