My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Bertemu ibu


__ADS_3

When we miss someone, most of the time, what we really miss is the part of us that was in them.


When we have lost everything, we just feel, how much it is very useful for us.


How we miss it all. And memories always give a very wide and wide space for longing.


Ketika kita merindukan seseorang, sering kali, yang benar-benar kita rindukan adalah bagian dari diri kita yang ada pada diri mereka.


Ketika kita telah kehilangan semuanya, kita baru merasa, betapa hal itu sangat berguna bagi kita.


Betapa kita merindukan semuanya. Dan kenangan selalu saja memberi ruang yang sangat lebar dan luas untuk sebuah kerinduan.


Kehidupan bukanlah sampah, sering kali ketika manusia membully manusia lain mengatakan kehidupannya dengan sampah.


Lalu kemana kesadaran ia ketika ia masih bernafas dan hidup di dunia yang sampah?


Semestinya sebuah kehidupan mereka adalah hal-hal bermakna untuk di kenang selamanya.


Sama ketika kita kau kehilangan seseorang yang kau cintai.


Kau pasti merindukannya saat bersama, itulah makna sebuah kehidupan dimana kau masih bisa bertahan dan berpijak ketika satu persatu orang meninggalkanmu.


...


Rain POV.


Aku berdiri di tempat gelap tanpa cahaya.


Ruangan itu begitu luas hingga aku kembali merasa familiar dengan tempat ini.


Apa aku masih hidup?


Itulah pertanyaan yang pertama kali terlintas di kepalaku.


Di tengah pemikiran itu tiba-tiba tempat yang tadi kutemui berusaha menjadi sebuah tempat di luar hutan.


Aku melihat tanaman bunga mawar yang cukup banyak di sekelilingku.


Langkah tergerak untuk berjalan maju kedepan.


Hingga aku menemukan sosok yang membelakangi ku...


Sosok dengan rambut tergerai indah di belakang, dan pakaian berwarna merah seperti bunga mawar.


Dan ketika sosok itu membalikkan badannya membuat Rain sedikit terkejut.

__ADS_1


Tanpa sadar bibirnya terbuka mengucapkan satu kalimat...


"Ibu?"


...


"Rain...akhirnya kau menemui ibu."ucap wanita itu mendekati Rain yang masih terpaku dan memeluk pemuda itu karna ia sangat merindukan sosok putranya.


"Ini benar-benar ibu?"ucap Rain yang masih tak percaya.


Sementara Meira hanya terkekeh sambil mengelus lembut kepala putranya.


"Ya aku ibumu, apa kau tak merindukan ibu nak?"tanya Meira.


Rain masih terdiam hingga dia tersadar karna sentuhan tangan ibunya yang mengelus pipinya.


"Apa yang kau lamunkan hm?"


"Aku sayang merindukanmu, hingga rasa rinduku membuat separuh jiwaku mati, jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku karna aku masih ingin bersama ibuku."


Ucapan Rain membuat Meira tertegun.


Meira lalu menangkup wajah putranya agar mereka berdua sama-sama menyelami mata biru itu.


Kau adalah salah satu alasan di mana ibu berada disini, ibu masih ingin sekali memeluk dan berbicara denganmu, ibu sangat menyukai senyuman dan tawa ketika kau kecil hingga dewasa sekarang, seandainya semuanya tak terjadi akan tetapi masa lalu tak dapat di rubah kembali kecuali masa depan.


Belum waktunya kau untuk terus bersama ibu di sini karna kau harus kembali pada ayahmu."


"Apa aku sudah mat-"


"Sstt kau belum bisa bersama ibu."


Meira memotong ucapan Rain hingga putranya itu tak dapat menyelesaikan perkataan yang sama sekali tak ingin dia dengar.


Sedangkan Rain hanya diam tapi dia kembali tersentak saat ibunya menarik pergelangan tangannya.


Meira membawa Rain ke ayunan yang di suluri oleh tanaman.


Rain baru menyadari kalau dia berada di tempat seperti taman yang indah seperti di film, banyak tanaman yang tubuh di sana walaupun merah dan hijau lebih mendominasi karna bunga mawar dan dedaunan yang panjang.


Tempat yang sangat cocok untuk seorang pelukis atau menulis mencari ketenangan di tambah pemandangan yang sangat menyegarkan mata.



"Ibu ingin bercerita....apa Rain mau mendengarkan?"tanya Meira mendapat anggukan antusias dari Rain.

__ADS_1


Mereka berdua lalu duduk di ayunan itu karna ada dua.


"Apa ayahmu sudah menceritakan tentang pertemuannya dengan ibu?"tanya Meira.


"Sudah, ternyata ayah bisa seromantis itu."


Ucapan Rain membuat Meira terkekeh.


"Saat dewasa nanti ketika Rain menemukan belahan jiwa atau cinta Rain juga akan menjadi pemuda manis yang romantis.


Cinta adalah hal yang paling indah, tidak hanya menciptakan sebuah kenangan tapi perasaan yang tak pernah kau rasakan hadir di tengah-tengah kalian.


Cara menemukannya adalah hal kebetulan, tanpa terduga dan sebuah kejutan dalam hidup.


Kita tak pernah tau di mana keberadaan akan tetapi sebenarnya dia berada disisi kita, hati kita dan pemikiran kita selalu tertuju padanya, dan saat kau merasakan waktu seperti berhenti ketika bertemu dengannya maka kau telah menemukannya.


Dia ada di hadapanmu...cinta sejatimu."


Perkataan ibunya sangat indah.


Rain tersenyum manis mendengar itu.


"Ibu apa suatu saat di kehidupan selanjutnya, ibu tetap hidup bersama Rain?"


Pertanyaa Rain membuat Meira binggung akan tetapi dia menjawabnya.


"Ibu sangat mengharapkan bahwa di maupun di kehidupan sekarang atau selanjutnya ibu tetapi menjadi wanita yang melahirkanmu.


Ibu sangat menyayangi mu sayang."


"Aku juga sangat menyayangi ibu, andai saja kehidupanku lengkap dengan ibu mungkin ayah tak akan pernah sedih, tapi hari itu aku melihat ayah merelakan ibu maka dari itu aku juga coba melakukannya, karna terlalu larut dalam kesedihan dan menengok ke belakang tidak akan membuat langkah kita maju, walaupun kita telah tinggalkan seseorang yang paling di sayangi manusia juga harus menjalani hidupnya secara normal, saat masa lalu telah terlewati kenangan hanya bisa di ingat dalam memori yang tersimpan dalam hati dan pikiran."


...


Death can't stop true love. All that can be done is put it off for a while.


Love doesn't need a reason. But, love is enough reason why someone is able to do stupid things in life, including waiting for years, even though they end up getting nothing.


Farewell is only for those who love with their eyes. Because for those who love with heart and soul, there are no goodbyes.


Kematian tidak bisa menghentikan cinta sejati. Yang bisa dilakukan hanyalah menundanya untuk sementara waktu.


Cinta tidak butuh alasan. Tapi, cinta sudah cukup menjadi alasan mengapa seseorang mampu melakukan hal-hal bodoh dalam hidupnya, termasuk menunggu selama bertahun-tahun, meski akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.


Perpisahan hanya untuk orang-orang yang mencintai dengan matanya. Karena untuk orang yang mencintai dengan hati dan jiwanya, tidak ada kata perpisahan.

__ADS_1


__ADS_2