
Apa yang berada dalam benakmu ketika mendengar kata sulung?
Taukah kamu bahwa setiap pertumbuhan sulung pasti lebih cepat dari pada bungsu oleh karna itu menjadi hal wajar atau biasa jika kita sering melihat atau mendengar terjadi perbedaan tentang pembagian kasih sayang pada si sulung dan bungsu.
Apalagi anak tengah.
Biasanya anak tengah menjadi penengahnya dari kasih sayang yang di berikan kedua orang tuanya, dia juga bisa menjadi pendengar baik si sulung dan si bungsu.
Intinya setiap peran anak yang lahir pertama, kedua atau ketiga sama-sama penting melengkapi satu sama lain jika mereka memiliki perbedaan sifat dan sikap yang terang-terangan.
Bungsu umumnya terbiasa di manja oleh karna itu ketika kedua kakaknya berdebat maka ia berusaha tak ikut campur sebaliknya si sulung yang selalu mencampuri urusan adiknya untuk membantu menyelesaikan masalah adiknya.
Mereka tak berusaha menghindar karna tau bahwa sebuah tanggung jawab di berikan padanya dari kedua orang tuanya dan dia harus melakukannya atau membuat suatu hal yang bisa di percaya bahwa dia pantas menjadi seorang kakak yang baik dalam menjaga adiknya.
Begitu halnya Seokjin yang mulai merasakan bagaimana posisi sulung sebenarnya dalam kehidupan manusia.
"Seokjin Hyung!"panggilan Jungkook membuat Seokjin yang tengah asik menscroll ponselnya menoleh kearah pemuda kelinci yang entah mau kemana dengan style rapinya.
"Kau mau kemana Jeka?"tanya Seokjin.
"Mencari perkerjaan."jawab Jungkook acuh.
Seokjin melotot kaget dia berdiri dari duduknya dan bergegas menghampiri sang adik.
"Kau serius!yak kau masih kecil!"
"Hyung ayolah di dunia fantasy umurku hampir seumuran dengan Vee Hyung."
"Aku sulung di sini jadi aku yang bertanggung jawab mencari pekerjaan dan memenuhi kebutuhan kita."ucap Seokjin tegas.
Mendengar ucapan Hyungnya itu entah kenapa Jungkook tak suka, dia terbiasa mandiri untuk tak merepotkan seseorang mengurusnya katakanlah dia keras kepala dan sok dewasa dia juga tak peduli tapi tiba-tiba di tengah perdebatan mereka Taehyung dan Jimin datang melerai si sulung dan si bungsu.
__ADS_1
"Jeka hormati keputusan Hyung yang lebih tua darimu dan Seokjin Hyung aku mendukungmu mencari pekerjaan di dunia manusia tapi bukan hanya kau yang bertanggung jawab atas keluarga ini, ya kita telah membangun sebuah keluarga semenjak tinggal di sini dan tugas kita adalah membaginya yaitu berjuang diri masing-masing, kalau kalian ingin bertahan di dunia manusia maka kalian harus menunjukkan kerja keras baru menikmati hasil dari kesuksesan.
Sesuatu yang berhasil dengan usaha itu pasti tapi jika kita hanya mengharapkan atau bergantung pada orang lain itu salah."ucap Taehyung.
"Jadi maksud taehyung adalah kita semua akan mencari dan memiliki pekerjaan masing-masing hal itu juga mempunyai dua keuntungan pertama kita mendapat uang untuk kebutuhan sehari-hari dan memantau kegiatan manusia termasuk mencegah seseorang yang akan bertindak criminal kalian berdua mengerti kan?"tanya Jimin.
Seokjin terlihat ragu dengan keputusan adik-adiknya memang kemaren malam mereka berunding akan tetapi ada hal yang ia takutkan sebagai seorang kakak.
Sementara Jungkook hanya mangut-mangut mengerti, itu ide brilian kakaknya termasuk Naries mengatakannya tadi malam.
Tentu dia sangat tau bahwa kakak satunya itu sangat cerdas.
"Aku hanya menambahkan kata katamu taehyung."ucap Jimin terkekeh melihat Taehyung yang merengut.
"Tapi kalian ingin bekerja apa?jangan mencari pekerjaan yang terlalu memforsir diri atau kalian akan jatuh sakit."ucap Seokjin penuh perhatian.
Taehyung yang mengerti kecemasan kakaknya itu menepuk punggung Seokjin lalu berbicara dengan nada imut.
Berkatnya Seokjin bisa tersenyum lagi.
Taehyung selalu memuji kalau masakan kedua Hyung nya itu terbaik terutama Seokjin membuat Seokjin memikirkan sebuah ide yang tak pernah ia pikirkan.
"Apa aku bekerja dia sebuah restoran saja ya?"
...
Pemuda berbahu lebar itu kini berada di depan sebuah resto makan yang cukup ramai dan terkenal di kalangan remaja, akan tetapi berhubung resto ini baru buka jadi beberapa karyawan sangat kurang dan di butuhkan apalagi Seokjin sangat menyukai makan daging atau ramyeon di resto ini karna harganya yang terjangkau dan enak.
Hingga tingkahnya yang masih asik memandang restoran itu di pergoki oleh salah satu karyawan di sana yang sudah tua.
"Hei nak, apa kau hanya berdiri di sana?"tanya nenek tua itu, memang rata-rata dari pengamatan seokjin resto ini di diri kan juga oleh orang tua tanpa ada remaja satupun atau yang lebih muda berkerja sebagai karyawan di sana entah kenapa.
__ADS_1
"Nenek apa aku bisa menjadi karyawan di sini?"tanya Seokjin sambil membungkuk sopan pada nenek yang belum cukup renta itu.
Sang nenek tampak membulatkan matanya terkejut, dia langsung menarik tangan Seokjin masuk ke pintu belakang restoran membuat Seokjin di buat binggung tapi mengikutinya saja.
"Baru kali ini ada seseorang yang menawar berkerja di sini, walau di sini cukup ramai tapi nenek sudah tua mengurus semuanya dan terkadang lelah sendiri, alasan remaja atau pemuda muda sepertimu tak bisa bekerja di sini adalah karna aku sangat pemilih nak tetapi saat aku melihat garis wajahmu aku jadi tertarik dan langsung menyukaimu.
Kau pemuda yang baik dan sangat beruntung di dunia ini itulah yang ku lihat darimu."
Seokjin mengedipkan matanya tak percaya.
Apa...
Dia di terima mudah untuk bekerja?
Seberuntung itukah dia?
Mungkin ini salah satu bentuk berkah karna dia telah menyelamatkan seseorang saat dia menjadi guardian.
Wah jika benar-benar dia beruntung dan setampan itu mungkin lain kali Seokjin ingin mendaftarkan dirinya menjadi model di bighit.
Ya itu rencana kedepannya sih, dia masih ingin menuangkan hobinya dulu yaitu memasak dan mungkin inilah kesempatannya menunjukkan apa bakatnya itu.
Sudah lama sekali Seokjin tak merasakan kesenangan ini selain terus mengemban tugas dari guardian akhirnya dia bisa istirahat sejenak.
...
Instead of just hoping for luck, it's better to hold on to hard work and maximum effort because hard work will later bring good luck and success.
Excessive luck always invites envy. Luck is when we are ready to accept the opportunities and challenges that come to be a success.
Dari pada hanya berharap pada keberuntungan, lebih baik berpegang pada kerja keras dan usaha maksimal karena usaha keras yang nantinya akan mendatangkan keberuntungan dan kesuksesan.
__ADS_1
Keberuntungan yang berlebihan selalu mengundang dengki. Keberuntungan adalah ketika kita siap menerima peluang dan tantangan yang datang menjadi sebuah keberhasilan.