
"Tidak ada seorang pun yang mampu menahan kekuatan tiga permata itu sekaligus."ucapan dari Naries membuat keraguan dalam Rain semakin bertambah.
Dia memang ingin menjadi kuat, akan tetapi dia tak mau karna kecerobohannya dia mengorbankan dirinya sendiri secara sia-sia sebelum berhasil membalas kebaikan orang yang selama ini di sisinya.
Apa yang harus dia lakukan?
'Apa kau ingin menjadi kuat Rain?'
Bisikan sang naga menyapa indra pendengarnya.
Rain sudah terbiasa dengan suara naga yang berbicara di benaknya.
'Garfield?menurutmu aku harus bagaimana?'
'Kau manusia yang tulus, hatimu begitu bersih seperti kertas putih tanpa coretan. Sang pencipta tak salah memilihmu, aku tau kau ingin berkembang pesat dengan cepat untuk melindungi orang-orang terdekatmu, tapi jiwamu memiliki batas Rain, dan jika kau yang melebihi batas itu maka akan ada sebuah resiko.
Tubuhmu masih lemah Rain.'
Ucapan Garfield telak membuatnya bungkam, Rain binggung menemukan cara agar dia kuat, tapi di sisi lain rasa takut itu kembali muncul, yaitu ketika dia takut karna ia terlambat.
' Aku takut seseorang seperti ayah akan pergi seperti ibu dalam hidupku, untuk saat ini biarkan aku egois karna aku tak mau merasakan kehilangan lagi... Garfield, bantu aku.'
'Ini permintaan keduamu...aku tak bisa menolaknya.'
Bersamaan itu tubuh Rain terasa ringan, dia merasakan kekuatan baru dalam tubuhnya, dan borgol di pergelangan tangannya terlepas begitu saja bukan berarti segel itu terlepas.
Rain harus memanfaatkan waktunya dengan baik saat segel itu terbuka, dia mengarahkan tangannya menyentuh tiga permata yang di simpan dalam tas.
Percy yang melihat itu terkejut, dia baru saja ingin mencegah Rain sebelum Bagaskara menghentikannya terlebih dahulu.
"Biarkan saja, aku tau apa yang dia lakukan."
"Tunggu, apa Rain ingin mengunakan tiga kekuatan permata itu?hei itu akan sangat beresiko!"ucap Saurus.
"Tapi sepertinya dia bisa melakukannya."tutur Zai.
Mereka semua memperhatikan Rain, sedangkan Chloe hewan kecil itu asik makan apel di atas meja kayu yang ada di alam luar di sana.
"Kita harus membantunya kan?"ucap Grass, dia lalu mengarahkan tangan di pundak Rain hal itu juga di lakukan yang lain dengan memegang pundak masing-masing dan posisi Rain masih di dalam lingkaran.
"Apa yang kau rasakan Rain?"tanya Bagaskara.
"Kekuatan yang besar..."ucap Rain karna mulai merasakan tangan kesemutan, tiga permata itu bercahaya seolah menyambutnya ketika ia menyentuhnya.
"Rain hentikan!"ucap Bagaskara ingin memegang tangan Rain tapi seolah ada hawa panas dan dingin hingga membuatnya tak bisa menyentuh putranya yang kini di selimuti oleh cahaya.
"Aku....tak bisa berhenti...."ucap Rain, dia lalu menghela nafas dan memusatkan fokusnya pada permata itu, hingga akhirnya ketiga permata itu menyatu menjadi satu dan itu di sebut batu permata Turquoise yang memiliki warna hijau kebiruan yang indah dan berbeda dari batu permata yang lainnya.
__ADS_1
Percy yang melihat itu berdecak kagum, tapi dia khawatir saat melihat kedua tangan Rain gemetar.
"Eh tunggu!"
Zai memperhatikan kalau batu permata itu berubah kecil dan menyatu pada borgol Rain seperti gelang bersamaan itu Rain pingsan.
"RAIN!"
...
Di sebuah ruangan kosong tanpa ada tanda kehidupan, membuat Rain binggung karna dia berada di sana bersama sosok bertudung hitam yang persis dengan Ice.
"Kau berhasil menemukan tiga permata dan menyatukannya, tinggal empat lagi."
"Jika aku menemukan semuanya?selanjutkan apa yang kulakukan?"
Sosok itu terkekeh, lalu bertepuk tangan.
"Bukankah manusia hidup dengan tujuan?jika mereka tak memiliki tujuan maka mereka akan berjalan tanpa arah atau ke jalan yang salah, kau sudah memiliki setengah kekuatan besar naga jadi apa yang ingin kau lakukan Rain?"
Rain terdiam, dia memang melakukan itu untuk melindungi orang-orang yang dia sayang bahkan jika ia harus melawan sahabatnya sendiri.
"Kau masih ragu dengan tujuanmu sebenarnya....apa kau tau ini tempat apa?"tanya sosok itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku? kenapa aku bisa ada disini?"
"Kau tak bisa berhenti sekarang....ini adalah tempat dimana mimpi dan dunia berhubung satu sama lain, kita berada di tengah keseimbangan itu.
Apa kau tak tau bahwa setiap mimpi itu kosong dan tak ada apapun disana?"
"Itu....tidak mungkin kan."ucap Rain seolah tak percaya.
Sosok itu mengeleng lalu mendekatinya dan menepuk kepalanya.
"Dan di tempat ini kau bisa mencari tau kebenaran atas kematian ibumu."
Rain terdiam.
Apa ini...
Dia tak tau...
Perasaan ini...
"Kekuatan batu permata Turquoise sangat unik di banding empat permata lainnya, kau bisa mengunakan kekuatan itu untuk memutar waktu ke masa lampau, apa kau ingin mencobanya?"tanya sosok itu.
"Aku bisa kembali ke masa lalu?"
...
__ADS_1
Remember me now, time cannot erase
Ingatlah aku sekarang, waktu tak bisa menghapus
I can hear your whispers in my mind
Aku bisa mendengar bisikanmu di benakku
I've become what you cannot embrace
Aku telah menjadi sesuatu yang tak bisa kau dekap
Our memory will be my lullaby
Kenangan kita akan menjadi lagu pengantar tidurku
Sing me to sleep now
Sing me to sleep
Won't you sing me to sleep now?
Sing me to sleep.
Ada yang tau lirik lagu ini?
Ketika seseorang merasa kehilangan, maka tujuan hidup untuk bertahan juga akan hilang, hal itu membuatnya sering bermimpi buruk.
Pertanyaannya apa kamu sering lupa atau mengingat mimpimu sendiri?
Jika ingat cobalah menulisnya.
Karna tanpa kita sadari bahwa mimpi yang sering kita alami adalah jendela dari masa depan.
Bagaimana itu terjadi?
"Ada beberapa orang yang hidup di dunia mimpi, dan ada beberapa yang menghadapi kenyataan, dan kemudian ada orang yang mengubah satu menjadi yang lain."
Ketika otak kita tidur, maka kita akan berimajinasi pada hal-hal yang di ingat kita atau kita sendiri membuatnya.
Contohnya seperti saat atau sehabis menonton film maka pasti kita akan membayangkan adegan film itu.
"Jangan pernah membatasi dirimu sendiri karena imajinasi terbatas orang lain, jangan pernah membatasi orang lain karena imajinasimu yang terbatas."
Seorang jenius terkadang masih mempunyai mimpi, dan orang bodoh juga memiliki mimpi seperti orang jenius.
Hal ini membuktikan manusia memiliki mimpi atau bisa menjadi sebagai apa, tergantung akal sehat dan usahanya.
"Pemimpi adalah orang yang hanya bisa menemukan jalannya di bawah sinar bulan dan hukumannya adalah dia melihat fajar."
Intinya mimpi itu sama rata karna semua orang merasakannya, jangan pernah merasa hampa atau bodoh karna kau adalah pemimpi.
__ADS_1