My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Dongeng White land


__ADS_3

A human being cannot feel comfortable without his own consent.


Never be intimidated in silence. Never let yourself be a victim. Don't accept anyone's definition of your life, but define yourself.


Always remember that you not only have the right to be an individual, you also have an obligation to be an individual.


Seorang manusia tidak bisa merasa nyaman tanpa persetujuannya sendiri.


Jangan pernah diintimidasi dalam diam. Jangan pernah biarkan dirimu menjadi korban. Jangan terima definisi siapa pun tentang hidupmu, tetapi definisikan dirimu sendiri.


Ingat selalu bahwa kamu tidak hanya memiliki hak untuk menjadi individu, kamu juga memiliki kewajiban untuk menjadi individu.


...


"Pemandangan di white land benar-benar menyegarkan mata."ucap Grass karna melihat beberapa hewan seperti kupu-kupu banyak berterbangan di sekitar mereka apalagi udara di sana sangat sejuk karna berada di perbukitan.


"Apa kau yakin tidak ada yang menghuni kastil itu?"tanya Percy pada Saurus.


"Kenapa kau bertanya padaku?entahlah aku juga tidak tau."jawabnya.


"Ya setidaknya saat sampai disana kita harus mengecek penjuru ruangan."ucap Naries.


"Ayolah apa aku harus membawa beruang ini."


Tiba-tiba Zai mengeluh, karna semenjak di mengangkat anak beruang putih itu hewan itu kini selalu menempel di punggungnya seperti Rain.


"Kau cocok menjadi induknya kak."ucap Percy.


Maknae itu memang suka sekali menjahili kakaknya terutama Zai.


"Bicara sekali lagi aku serius ingin merobek mulutmu itu."ancam Zai membuat nyali Percy seketika ciut dan langsung bersembunyi di belakang Bagaskara.


"Eh!"


Rain tersentak saat melihat sesuatu di di depannya.


"Kau melihat apa Rain?"tanya Ice binggung.


Ngomong-ngomong dia tidak mengendong Rain lagi karna anak itu sendiri meminta turun dengan alasan sudah dekat.


"Aku seperti melihat seseorang berada di atas kastil itu!"ucap Rain.


"Benarkah?apa itu benar-benar seseorang?"tanya Grass tampak tak percaya.


Rain hanya mengangguk dia lalu berlari hingga membuat Ice dan Percy mengikutinya.


"Hei kalian bertiga tunggu kami!astaga para bocah itu..."ucap Saurus kesal.


"Biarkan saja kak, lagipula mereka pergi tidak jauh."ucap Naries.


...


Sementara itu Rain yang melihat pintu gerbang kastil itu terbuka lebar seolah menyambutnya sedikit heran tapi dia tak mempedulikan dan ingin melangkah maju sebelum pergelangan tangan di pegang oleh tangan orang lain.

__ADS_1


"Kau nakal sekali."ucap Ice dan Rain hanya terkekeh.


"Rain, Ice ayo masuk!"ucap Percy.


Dan ketiganya masuk duluan meninggalkan para tertua yang masih di belakang mereka.


Dalam kastil itu begitu luas, ada sebuah air mancur berbentuk kuda dengan tanduk unicorn yang masih mengeluarkan air jernih.


Di tambah tumbuhan di taman seperti terawat baik oleh seseorang, sama sekali tidak ada dedaunan kering yang menghalangi jalan mereka atau membuat pemandangan kastil seperti terbelangkai tak di gunakan.


Semuanya seperti terjaga rapi.


"Aku mulai yakin bahwa masih ada seseorang yang tinggal di sini."ucap Rain.


Percy mengangguk dan Ice hanya diam.


"Wa!"


Chloe tiba-tiba melompat turun dari saku Rain, hewan kecil itu melompat-lompat kecil menuju tangga.


"Chloe tunggu!"


"Ayo kejar dia!"


Hingga saat mereka mengejar Chloe.


Sampai di sebuah ruangan yang mirip aula besar, mereka bertiga terkejut melihat sosok berjubah membelakangi mereka.


"Dia makhluk apa?"tanya Ice karna entah kenapa mereka merasa aneh sekaligus sangat dingin walaupun jarak mereka dengan sosok itu masih sangatlah jauh.


"Dia memiliki rambut panjang dan bertubuh agak ramping, apa mungkin dia seorang perempuan?"ucap Percy.


"Untuk mencari taunya kita harus bertanya, siapa tau dia penghuni lama di kastil ini tak kita tak meminta izin saat masuk."ucap Rain.


Rain sedikit binggung dengan hewan kecil yang juga nampak terpaku melihat sosok itu tapi baru saja dia akan memanggil Chloe, hewan itu kembali melompat mendekati sosok itu.


"Chloe jangan dekati dia!"


Sayangnya larangan itu memang tak di pedulikan oleh hewan kecil itu hingga saat sosok itu berbalik.


Mereka bertiga bisa melihat jelas wajah sosok itu.


"Dia...


Seorang perempuan."



...


Disisi lain.


"Dulu kastil ini miliki seorang ratu di negri white land, katanya ada sebuah kejadian di mana ada kebakaran besar hingga membakar semua kastil itu tapi kastil ini tetap tak roboh.

__ADS_1


Ratu itu menjadi korbannya saat masih berada di dalam kastil."


Ucap Zai terhenti saat membaca sebuah buku saat dia memasuki sebuah ruangan.


"Kenapa kau berhenti membacanya Zai?"tanya Saurus heran.


"Ada sesuatu yang janggal jika disini mengatakan kalau kastil itu memang pernah terbakar tapi mengapa tidak ada tanda atau bekas seolah benar-benar terjadi kebakaran hebat saat kita menyusuri tempat ini?"ucap Zai membuat Saurus terdiam.


Naries lalu berbicara.


"Memang siapa Ratu itu?"


Entah kenapa tiba-tiba dia menanyakan hal itu, firasatnya buruk.


"Dia adalah...


Ratu es."


"Aneh, jika dia ratu es kenapa dia tak bisa menyelamatkan diri atau memadamkan kebakaran di kastilnya?"tanya Grass.


"Sudah kubilang ini sangat janggal, kebenaran buku ini seolah di kamuflase dan tak benar."ucap Zai.


"Nanti kita akan mencari taunya, untuk sementara kita harus menjadi adik-adik kalian.


Aku takut mereka bertiga tersesat di kastil sebesar ini."ucap Bagaskara.


"Apa paman tidak tau sesuatu tentang tempat ini?"


"Hanya sedikit, tapi paman tak tau mana yang benar atau salah dan entah dari mana cerita itu juga berasal, yang paman tau adalah bahwa ratu kastil itu telah mati karna gantung diri diatas loteng kastil setelah kehilangan putranya..."


"Putranya?"


"Ya paman mendengar para merpati bercerita seperti itu, kastil ini telah lama tak di tinggali dan mungkin roh ratu itu masih ada disini karna dia menunggu putranya yang tak pernah pulang semenjak gugur dalam peperangan."


"Jadi maksud paman putranya meninggal karna perang?"


Bagaskara mengangguk.


"Dan mungkin sang ratu masih percaya putranya masih hidup dan akan menemuinya oleh karna itu kehadirannya masih terasa sangat nyata."ucap Naries.


...


The soul always knows what to do to heal itself. The challenge is to silence the mind.


Never lower your head. Always lift it high. Look at the world directly.


You've been criticizing yourself for years, and it's not working. Try to agree with yourself and see what happens.


Jiwa selalu tahu apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Tantangannya adalah membungkam pikiran.


Jangan pernah menundukkan kepalamu. Selalu angkat tinggi-tinggi. Lihatlah dunia secara langsung.


Kamu telah mengkritik diri sendiri selama bertahun-tahun, dan itu tidak berhasil. Cobalah untuk menyetujui diri sendiri dan lihat apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2