My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Trauma Ratu es


__ADS_3

Ratu es itu bernama Elizabeth Taylor, dia adalah Ratu yang mendirikan dan mengurus kastil di White land selama bertahun-tahun.


Dulu dia pernah jatuh cinta pada seorang pengembara bernama Robert Downey, mereka akhirnya menikah di saksikan oleh jutaan merpati yang dulu juga menghuni kastil itu hingga semuanya berubah saat Robert meninggal karna penyakit aneh.


Kematian tiba-tiba Robert membuat Elizabeth terpuruk apalagi dia telah mengandung, aura kastil White land menjadi lebih dingin dari biasanya membuat para merpati satu persatu pergi karna tak tahan dengan udara dingin itu.


Dan beberapa tahun kemudian anak Elizabeth tumbuh menjadi remaja yang tampan seperti ayahnya.


Namanya adalah Lei, putranya sangat menurun pada sifat berhati lembut sang ayah hingga waktu itu terjadi perselisihan antara ratu es dan raja api yang ingin memperebutkan kekuasaan wilayah.


Entah kenapa raja api ingin mengambil wilayah White land dan menjatuhkan singgahsana ratu es.


Lei yang tak terima ibunya dia perlakukan seperti itu apalagi ibunya juga telah menjaga kastil White land selama bertahun-bertahun akhirnya melawan sendiri raja api itu dengan prajuritnya.


Ya seharusnya ini peperangan besar tapi karna sang ibu tak memiliki pasukan jadilah Lei yang melakukannya karna dia mempunyai kekuatan es yang besar seperti ibunya sementara raja api sama seperti manusia hanya nama mereka karna berasal dari negri dengan iklim yang panas.


Elizabeth sangat khawatir, berhari-hari dia menunggu kabar putranya, dan dari kabar merpati memberitahu kalau Lei berhasil mengalahkan pasukan dan raja api itu sendiri tapi karna kehabisan energi Lei akhirnya mati sebelum sampai perjalanan.


Mendengar itu Elizabeth menjadi sedih dan semakin terpuruk.


Akhirnya dia berdiri di atas loteng kastil dan menjatuhkan dirinya.


...


"Lei..."


Ucapan wanita itu membuat ketiganya binggung, hingga saat wanita itu berjalan kearah mereka dan mendekati Ice.


"Kau masih hidup, ibu telah lama menunggumu sayang."ucap wanita itu membelai wajah Ice.


"Siapa Lei?"ucap Percy.


"Oh apa mereka teman-temanmu?mereka juga sangat tampan dan manis."ucap Elizabeth membuat pipi Percy dan Rain bersemu.


Karna bagaimana pun Elizabeth tetap menjadi wanita cantik dan awet muda meskipun usianya sangat jauh di atas mereka.

__ADS_1


"Maaf sepertinya anda salah orang, aku bukan Lei namaku Ice."ucap Ice karna merasa tak nyaman dengan hawa dingin dari tangan pucat wanita itu.


Entah kenapa rasanya sangat dingin seperti es.


Mata yang menatap lembut itu tergantikan tajam bagai pisau, tampak raut Elizabeth tak suka saat Ice berbicara seperti itu seolah ia kesal.


"Apa maksudmu?kau putraku!putra hebat dari Robert Downey dan Elizabeth Taylor!tidak akan kubiarkan kau pergi lagi atau terluka ibumu ini akan mengurungmu dalam kastil untuk selamanya!"ucap Elizabeth membuat mereka terkejut.


Tapi belum saja mereka melangkah mundur untuk pergi tiba-tiba manusia salju besar muncul dan menangkap mereka bertiga.


"Wa!"


"Chloe!"teriak Rain karna saat hewan kecilnya ingin menolongnya dengan mengeluarkan api lewat mulutnya Chloe terperangkap dalam batu es yang di buat oleh ratu es itu.


"Kalian semua tidak akan pergi, sudah bertahun-tahun aku kesepian karna menunggu putraku pulang namun putraku telah kembali! hal itu membuatku sangat bahagia hingga aku terbebas dari perasaan sedih yang membelenggu diriku selama ini, dan mulai sekarang aku tak akan membiarkannya pergi lagi tidak akan pernah!"ucap Elizabeth semakin gila.


"Dia gila...apa yang harus kita lakukan Rain?"ucap Percy.


"Dia mengira Ice putranya lalu kenapa kita juga di tangkap?"lanjut Percy membuat Ice memutar bola matanya malas saat mendengarnya.


"Maaf tapi Ice bukan putramu...kami bahkan tak mengenalmu atau tau siapa putramu kami datang kesini hanya untuk istirahat dari perjalanan jauh kamu dan mencari ramalan tentang tujuh guardian."ucap Rain mencoba menjelaskan tujuannya.


"Oh sayangku...kau tak perlu khawatir  untuk mencari tempat istirahat karna saat kau masuk kesini maka kau tak akan pernah keluar lagi karna aku akan mengurungmu bersama putraku, kalian berdua anak-anak yang manis apa kalian merasa lapar hm?"tanya Elizabeth.


"Sudah kuduga itu percuma...."bisik Percy.


"Sepertinya kita harus membuatnya percaya."ucap Ice.


"Bagaimana caranya?"tanya Rain.


"Dengan menuruti perintahnya."


Ya setidaknya untuk sementara mereka harus mengalihkan perhatian ratu es itu.


Dan lagi para kakak dan Bagaskara mungkin mencari mereka saat ini.

__ADS_1


...


Di sisi lain.


"Apa kalian sudah menemukan mereka?"tanya Bagaskara.


"Kami mencari mereka di seluruh ruangan tapi mereka juga tidak ada, sebenarnya di mana mereka?"tanya Saurus.


"Kita belum keatas tangga itu, aku merasakan firasat buruk karna setiap dinding es di kastil itu memantulkan diri kita dan aku merasa ada mengawasi kita sejak tadi."ucap Naries menjelaskan.


"Maksudnya dinding es itu...."ucap Grass.


"Ya di balik dinding es itu ada seseorang yang mengawasi kita, atau dia memang mempunyai sihir kuat hingga bisa menciptakan samaran yang begitu mirip atau serupa."ucap Zai.


Bagaskara terdiam memikirkan sesuatu lalu dia teringat akan perkataan para merpati.


"Ratu es itu memang sangat kuat tapi dia mempunyai satu kelemahan yaitu dia tak pernah tega untuk melukai anak-anak karna seorang anak selalu mengingatkannya pada mending putranya sendiri.


Kita harus mencari cara lain, dan kemungkinan besar atau kecil Rain dan yang lain telah bertemu dan tertangkap oleh ratu es itu."ucap Bagaskara.


...


We are all born originals - why do so many of us die copies?


Too low they build who build under the sky.


Humans create deaths that Nature has never created. And feel a thousand deaths for fear of one.


Kita semua terlahir asli - mengapa begitu banyak dari kita yang mati salinannya?


Terlalu rendah mereka membangun yang membangun di bawah langit.


Manusia membuat kematian yang Alam tidak pernah buat. Dan merasakan seribu kematian karena takut pada satu.


Kematian adalah hal yang paling berduka, ada kalanya beban terasa berat atau ringan, pikiran kita selalu memikirkan kalau kematian ada solusinya.

__ADS_1


Tapi apa kau tau di balik pemikiran itu ada hati yang terluka tanpa di obati, sering kali orang yang tak mempunyai semangat dalam hidup jiwanya telah mati dan raganyalah telah hidup.


hal itu sering terjadi pada psikis manusia ketika kita melihat tatapan sendu dan kosong,hal itulah yang sering kali juga menjadi argumen apa manusia itu telah mengalami kehidupan sulit hingga membuatnya tersiksa batin atau itu hanya rasa pengalihan dari rasa iba untuk di perhatikan.


__ADS_2