
Film yang dirilis pada 2014 ini kisahnya diangkat dari novel terlaris berjudul sama karangan John Green.
Menggandeng Shailene Woodley and Ansel Elgort sebagai pemain utama, The Fault in Our Stars juga menampilkan Laura Dern, Sam Trammell, Nat Wolff, dan Willem Dafoe sebagai pemeran pendukung.
Sementara kursi sutradara film ini dipercayakan pada Josh Boone.
Tayang dalam durasi 126 menit, film The Fault in Our Stars mengisahkan tentang seorang remaja bernama Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley).
Ia menderita kanker tiroid yang telah menyebar ke paru-parunya.
Kondisi ini memaksa Hazel membawa tabung oksigen kemanapun ia pergi.
Tak hanya itu, orang tuanya mulai menyadari kalau perjuangan melawan kanker perlahan membuat Hazel depresi.
Karena itu, ibu Hazel, Frannie (Laura Dern), mendesaknya mengikuti kelompok dukungan atau support group bagi pasien kanker.
Meski awalnya menolak, Hazel akhirnya mau menghadiri pertemuan tersebut.
...
Falling in love is like holding a candle. At first it illuminates the world around you, then begins to melt and hurt you. In the end it goes out and everything looks darker than before. And all that's left is you, who's on fire.
.
.
.
Bagaskara membuka mulutnya karna tak percaya bahwa ada tempat luar biasa yang bisa di lihat oleh mata kepalanya sendiri.
Di mana itu adalah sebuah istana es yang berada di balik air terjun yang mereka lewati tadi.
"Jadi sang naga tinggal di sana?"tanya Bagaskara.
Meira mengangguk dia lalu mengumpulkan beberapa bunga mawar di dalam keranjangnya dan tiba-tiba sebuah cahaya berwarna ungu menutupi keranjang itu.
Cling!
Bunga mawar itu berubah menjadi mantel merah yang sangat cantik.
"Apa itu kekuatanmu?"
__ADS_1
"Kekuatanku mengubah sesuatu menjadi apa yang kupikirkan kau juga harus memakai mantel karna udara di dalam sana sangat dingin tak di selimuti oleh es."ucap Meira memberikan mantel berwarna coklat yang ia buat dari dedaunan kering dan Bagaskara lalu menerimanya.
"Terima kasih."ucap Bagaskara tulus, membuat Meira menatapnya.
"Apa kau pernah mendengar pepatah mengatakan, jatuh cinta ibarat memegang lilin. Awalnya ia menyinari dunia di sekitarmu, lalu mulai meleleh dan melukaimu. Pada akhirnya ia padam dan segalanya terlihat lebih gelap dari sebelumnya. Dan yang tersisa adalah dirimu, yang terbakar.
Aku tidak ingin ada penyesalan saat bertemu dengan lelaki tetapi...."
"Aku mengerti."potong Bagaskara.
"Mungkin kenyataan cinta bisa tumbuh di awal akan tetapi di akhir cinta menemukan rasa jenuh dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan semuanya tanpa peduli seseorang yang masih bertahan dan merasa rasa sakit hingga dia mengalami penyiksaan yang bukan salah dirinya, tapi aku hanya ingin kau percaya bukan aku yang berharap...
Bahwa pertama kali melihatmu cinta itu tumbuh karna dirimu, menjalin hubungan mungkin sulit hingga aku hanya memikirkan suatu tujuan, yaitu hanya kamu."
Ucapan Bagaskara membuat Meira tertegun mendengarnya.
Apa pemuda ini....benar-benar serius?
"Jadi Meira aku sudah jatuh cinta padamu."ucap Bagaskara pelan namun masih di dengar gadis itu.
"Kau..."
"Setelah pembicaraan ini aku sedikit canggung, bolehkan kita melanjutkan perjalanan untuk bertemu naga?siapa tau nasibku akan baik hari ini."
"Ya."
"Jika kau jatuh cinta sedalam apa perasaanmu kini?"
"Entahlah aku juga tak tau, tapi perasaan yang membuatku memikirkan bayanganmu dan wajahmu hal itu membuatku yakin kalau aku tak dapat memperkirakannya."jawab Bagaskara.
"Baiklah kita akan bertemu sang naga."ucap Meira lalu pergi ke depan membuat Bagaskara terkekeh karna sempat melihat pipi gadis itu memerah seperti buah apel.
...
You came into my life and made my world bloom to live in. You make me feel so special with the things you do and everything you say. I love you.
Kamu datang ke dalam hidupku dan menjadikan duniaku seperti mekar untuk ditinggali. Kamu membuat aku merasa begitu istimewa dengan hal-hal yang kamu lakukan dan semua yang kamu katakan. Aku mencintaimu.
"Meira aku mencintaimu..."gumam Bagaskara masih di dengar oleh gadis itu.
"Aku juga mencintaimu."ucap Meira.
"Tunggu, apa kau bilang sesuatu padaku?"tanya Bagaskara binggung.
Meira mengeleng sambil terkekeh.
__ADS_1
"Tidak ada, coba lihat keatas itu adalah naga tertua yang sedang tertidur panjang."ucap Meira lalu menunjuk batu es yang tinggi di atas mereka berdua.
"Dia tidur?"
"Ya dia sedang hibernasi seperti beruang kutub, dan disana adalah sarang hangat di mana dia menyembunyikan para keturunannya."
Mereka berdua lalu mendekati sarang yang seperti sarang burung, ada beberapa bola kristal yang mempunyai banyak warna, jika biasanya kalian melihat di tv atau film naga itu bertelur maka berbeda dengan bentuk keturunan naga yang belum menetas ini.
"Tujuh permata...apa itu benar-benar ada?"
Meira memandang Bagaskara.
"Itu nyata, naga memiliki tujuh permata yang ada di lehernya seperti kalung, jika permata itu hilang atau hancur maka kekuatan naga akan melemah dan menghilang.
Dunia ini juga perlahan..."
"Itu artinya kita harus menjaganya."
"Kau benar."
Bagaskara lalu mengambil salah satu bola kristal berwarna merah.
"Kau tau, aku ingin sekali memiliki anak kecil yang bisa mengisi hariku yang menonton, dulu saat perang dimana klan matahari dan bulan saling memperebutkan kekuasaan tempat indah dan terpencil kami telah terbakar dan hancur tak tersisa,
Adik laki-laki ku meninggal dalam perang itu, aku merasa menjadi kakak yang sangat tak berguna dan bersalah oleh karna itu aku mengasingkan diri lalu mengunjungi beberapa tempat agar bertemu sang naga dan meminta dia mengabulkan permohonanku."ucap Bagaskara menjelaskan tujuannya sebenarnya hingga dia bertemu dengan Meira.
"Jadi kau adalah..."
"Aku pendatang baru di negri ini, kau tau dunia yang sebut dunia fantasy ini sangat luas, dia bukan hanya dunia yang di sebut pantulan cermin dari bumi manusia tapi di sisi lain dunia fantasy terpecah menjadi beberapa bagian dan tempat, contohnya seperti tempat ku, jadi dunia ini hanyalah kolase untuk mengumpulkan tempat-tempat lain yang di buat dalam mimpi manusia, menurutmu kita ini apa?sebuah objek yang di buat naga?atau reinkarnasi yang menyerupai manusia?
Aku tidak masalah tinggal di dunia yang penuh ilusi ini, aku merasa baik-baik saja karna selama keajaiban itu masih ada dan kita bisa hidup bersama semuanya menjadi nyata dan normal seperti dunia manusia."ucap Bagaskara panjang lebar, membuat Meira tersenyum tipis karna pemuda itu mau membuka indentitasnya.
"Ini agak rumit, tapi aku mengerti Bagaskara, jadi mari kita buat sebuah keluarga kecil di dunia ini yang mengisi hari-hari kita berdua."
"Meira jadi kau..."ucap Bagaskara terkejut hingga dia tak mampu menyelesaikan kata-katanya sendiri.
"Aku tau kita berdua saling mencintainya, dan kita akan mulai membuat lembaran baru tentang kita berdua."
...
(Jadi Bagaskara itu sebenernya mau ngelamar Meira eh tapi karna dia ngomong indentitas sebenarnya jadi dia ragu kalo Meira mau atau nolak dia, tapi tiba-tiba Meira nerima dia apa adanya dan malah ngelamar Bagaskara jadi mereka berdua sama-sama ngelamar.🤣)
__ADS_1