
"Garfield..."
Rain memeluk naga itu karna jujur saja dia sangat merindukan temannya itu.
Sedangkan yang lain sedikit terkejut dan binggung bagaimana naga es itu bisa di ruang bawah tanah labirin.
Hingga tiba-tiba Naries bertanya.
"Jadi ini ruang bawah tanah naga."
"Ruang bawah tanah naga? apa maksudmu kak?"tanya Percy tak mengerti dengan perkataan Naries.
"Kau tau dulu para naga mengunakan beberapa tempat untuk sarang mereka, dan mungkin ruang bawah tanah ini adalah bekas sarang naga oleh karna itu Garfield bisa ke sini karna hanya dia naga satu-satunya di dunia fantasy."jelas Naries.
"Oh jadi begitu, sama seperti dunia dimana takdir begitu sempit untuk di temui."ucap Ice sambil memandang kearah Rain yang juga menatapnya.
"Jadi apa kita tetap berjalan sampai ke ujung ruang bawah tanah ini?"
Mereka semua mengangguk, apapun resiko yang mereka hadapi di depan akan mereka lakukan bersama.
Karna ini adalah kepercayaan bukan kesepakatan yang menggantungkan nyawa seseorang.
"Aku yakin kita akan keluar dari tempat ini dengan selamat."gumam Naries.
...
Di sisi lain.
Kita bisa lihat kelompok Bagaskara yang mulai dekat dengan jalan keluar.
"Kak itu apa?"tanya Grass sambil menunjuk sebuah tenda merah yang berada tak jauh dari arah mereka.
Meski tenda itu di balik dinding kaca dan terhalang tetapi ujung tenda merah itu bisa terlihat dari sejauh manapun.
Sedangkan yang lain saling berpandangan seolah berbicara melewati telepati.
"Firasat ku sedikit buruk, tapi...jika kita melangkah lagi kita pasti akan keluar dengan melewati tenda itu."ucap Saurus.
"Ya kenapa harus ada tenda merah di dalam labirin kaca?itu terlihat sangat mencurigakan jika ada orang benar-benar tinggal di sini."ucap Zai.
"Kita harus mengeceknya."ucapan Bagaskara membuat mereka semua terkejut.
"Tapi paman kenapa tiba-tiba kau..."
"Waktu kita tinggal beberapa menit, cepatlah!"
__ADS_1
Mereka terpaksa menuruti Bagaskara karna bagaimana pria tua itu lebih tua dari mereka.
Wajar jika yang lebih muda sangat menghormati keputusan orang tau akan tetapi kita juga harus memilah mana yang baik dan buruk bagi kita.
Tidak bertindak tergesa-gesa adalah caranya.
Di saat situasi terdesak cobalah untuk tetap tenang, karna ketika kita panik pikirannya kita akan terus berpikiran negatif dalam mencari jalan keluar dan buntu, tetap tenang dalam situasi itu untuk berpikir positif lalu menyusun rencana baru.
Hal baru terkadang menjadi tantangan tapi justru karna tantangan itu membuat kita menjadi lebih berani dan kuat karna bekal pengalamannya.
Cobalah sesuatu yang menjadi ketakutanmu kemudian rasakan perbedaan saat kau hanya berada di zona nyamannya saja.
Apa kau tertarik?
"Paman!bukankah itu Rain?"
Dan benar saja saat Rain dan teman-temannya menyelusuri ruang bawah tanah sampai di ujung, mereka kembali keluar di balik lubang besar yang di tutupi oleh daun besar, Mereka juga binggung entah dari mana saat keluar mereka langsung berhadapan langsung dengan tenda merah di depan kelompok Bagaskara.
"Ayah..."
"Kau baik-baik saja?"tanya Bagaskara menghampiri putranya itu dan memeluknya, jujur saja rasa cemas dan kepedulian seorang ayah itu masih ada.
"Rain dan yang lain baik-baik saja, kami juga menemukan Garfield di ruang bawah tanah naga."
"Ruang bawah tanah naga?"tanya Grass.
"Kalian beruntung."ucap Zai.
"Dibanding kami yang harus berhadapan dengan maut dari jebakan labirin."sambung Saurus.
"Wah itu keren karna kalian berhasil melewatinya!"kagum Percy.
"Cek tentu saja karna aku paling kuat di antara..."ucapan Saurus berhenti saat Zai menjewernya.
"Ya ya itu karna kekuatan team kita, kekuatanku sangat lemah!"
Mereka semua tertawa karna Saurus mendapat hukuman dari Zai yang notabenya cuek saat membandingkan kekuatannya, tapi tawa itu berhenti saat sebuah suara menginterupsi tujuh guardian untuk masuk ke dalam tenda merah.
"Ini mungkin waktunya..."
"Apa maksud paman?"tanya Ice.
"Kalian harus mencari tau ramalan tujuh guardian di balik tenda merah itu."
"Jadi kita sudah menemukannya?!"kaget Naries begitu halnya yang lain.
__ADS_1
"Ya kau benar, maaf Rain ayah tidak bisa masuk, ayah akan berada di luar bersama Garfield."ucap pria itu mendekati sang naga yang masih berada tepat di belakang Rain.
"Kita masuk?!"tanya Percy ragu.
"Ya kita sudah sejauh ini kan, lagipula waktu itu memang tak banyak karna fajar akan terbit lalu kita akan keluar kesana."ucap Zai menunjuk jalan keluar labirin kaca yang masih terbuka lebar.
"Ayo teman-teman."ucap Rain.
...
Saat ketujuh pemuda itu masuk, mereka langsung di suguhkan oleh beberapa benda-benda antik dan kuno yang menghias tenda itu dan seorang berjubah hitam yang duduk di depan meja bundar yang menyusun beberapa kartu tarot.
Orang itu menutup wajahnya dengan tudung hitam itu hingga mereka tidak mengetahui bagaimana rupa wajahnya.
"Open your own tarot card."
Perintah sosok itu setelah ketujuh pemuda itu duduk di kursi masing-masing.
"Apa kita harus membukanya?"tanya Percy bimbang.
Rain menghela napas dan menatap satu persatu teman-temannya.
"Kita harus berani untuk melangkah ke depan, jika ada hal buruk atau baik terjadi tetaplah berpegang tangan dengan erat."ucap Rain.
"Ya ini hanya sebentar setelah itu kita akan pergi..."ucap Saurus.
...
Tarot merupakan sekelompok kartu yang berjumlah 78 kartu yang umumnya saat ini digunakan sebagai kebutuhan spiritual atau bahkan ramalan nasib seseorang.
sebuah artikel yang ditulis oleh Jenni Miller, seorang penikmat budaya pop memiliki pernyataan yang sejalan dengan yang diungkap oleh Dore. Ia menyebutkan bahwa, "Kartu tarot tidak dapat memprediksi masa depan, tetapi kartu tarot dapat membuat kita berpikir."
Ia juga menambahkan bahwa tarot memberitahu kita tentang kehidupan yang kita jalani dan bagaimana jalan terbaik yang dapat membantu kita untuk membuat hidup kita lebih baik.
Namun pernyataan bahwa tarot berhubungan dengan hal gaib dan dapat meramal masa depan kita adalah sebuah stereotipe yang masih ada hingga saat ini.
Siapa penemu tarot?
Setiap set dari kartu tarot dibuat oleh penemu yang berbeda, tapi set kartu tarot tertua dibuat oleh keluarga dari seorang adipati di Milan yang pada awalnya dibuat untuk sebuah permainan bernama Tarocchi.
__ADS_1
Kemudian permainan tersebut mulai diinterpretasikan sebagai tarot yang dapat meramalkan kehidupan seseorang ketika terbitnya sebuah buku yang ditulis oleh Jean-Baptiste Aliette.
Set kartu tarot yang paling populer hingga saat ini adalah Tarot Rider-Waite-Smith yang diciptakan oleh A.E. Waite dan seorang ilustrator Pamela Colman Smith.