My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Kekhawatiran Bagaskara


__ADS_3

There is no simplicity equal to a balanced mind, and no happiness equal to contentment, no sickness equal to greed, and no goodness equal to compassion.


Tidak ada kesederhanaan yang sama dengan sebuah pikiran yang seimbang, dan tidak ada kebahagiaan yang sama dengan kepuasan, tidak ada penyakit layaknya ketamakan, dan tidak ada kebaikan yang sama dengan kasih sayang.


"Apa kita harus menjemput mereka?mereka sudah lama sekali pergi."ucap Saurus khawatir.


Bagaskara juga merasakan hal sama, dia memandang satu persatu guardian.


"Ayo kita susul mereka, aku takut terjadi sesuatu pada mereka."ucap Bagaskara.


Para guardian mengangguk, mereka semua lalu pergi ketempat Rain dan yang lain.


'Entah kenapa aku seperti mendapat sebuah firasat buruk, semoga mereka baik-baik saja dan Rain...


Aku tau putraku mempunyai ambisi untuk menang walau taruhan nyawa karna dia tak pernah peduli akan kebebasan dirinya sendiri semenjak terikat dengan masa lalu kelamnya.'


...


Disisi lain Rain yang pertama kali sadar, memandang kearah Grass dan Percy yang rupanya juga ada disana tetapi mereka belum sadar.


Dia menghela napas karna tak menemukan Ice atau mungkin bukan Ice karna iblis itu belum mati.


Dia kembali berpikir bagaimana mengalahkan iblis itu secepatnya, dia sadar perasaannya selalu berkecamuk saat melawan sosok Ice yang dulu menjadi sahabatnya sendiri.


Iblis itu rupanya sudah tau kelemahannya.


Dan itu membuatnya kesulitan.


Apa yang harus ia lakukan?


Mata biru pemuda itu berpendar pada sekelilingnya hingga dia menemukan kalajengking emas.


"Tuan kalajengking!"


"Kau sudah kembali bocah?"seru kalajengking itu sambil menghampiri Rain.


"Ya kita semua sudah kembali, tapi bolehkan aku bertanya sesuatu."ucap Rain.


"Jangan pertanyaan sulit aku tidak bisa menjawabnya karna terlalu tua untuk mengingatnya."ucap kalajengking itu.


"Ini mudah, apa kau tau tempat tinggal sang naga?"tanya Rain.


Kalajengking itu berpikir seolah berusaha mengingat memorinya.


"Sepertinya aku tau."ucap kalajengking itu membuat Rain bertepuk tangan senang.


Pemuda itu lalu bangkit sambil menepuk-nepuk pakaian yang kotor karna debu dan menatap Chloe yang melompat-lompat kearahnya.


"Chloe jangan ikut, jaga Percy dan kak Grass di sini ya."


"Wa?wa!"ucap Chloe seolah tak setuju.

__ADS_1



Rain mengeleng, dia tetap menyuruh hewan itu untuk tak ikut sementara dia akan mengikuti kalajengking emas untuk tau di mana sarang sang naga.


Dia akan menyelesaikan semuanya sendiri.


'Maafkan aku ayah dan teman-teman, karna aku mengingkari janji untuk tetap di sisi kalian dan berjuang bersama, aku telah melihat sebuah masa depan dimana masa depan yang cerah itu kalian hidup bahagia tanpa diriku.


Aku akan menyingkirkan ancaman itu karna semua awal itu bermula dariku, mungkin ini egois dan bodoh tapi aku tak peduli karna aku sudah terbiasa dengan drama dari alur cerita itu sendiri, sekarang hanya satu tujuanku hidup yaitu...


Membuat orang lain bahagia karna aku tau aku tak pernah merasakannya apa itu bahagia lebih lama.'


"Ayo ikut aku!"ucap kalajengking emas itu.


...


Dan di sinilah mereka sekarang.


Rain merasakan hawa dingin yang menusuk karna udara tempat itu, tapi pandangannya terus terfokus pada sebuah istana yang tak jauh dari mereka.


Jadi....


Apa itu tempat tinggal sang naga?


"Aku tidak bisa masuk kesana karna terlalu dingin."ucap kalajengking emas itu.


"Tidak papa, terima kasih sudah mengantarku ke tempat ini tuan kalajengking."ucap Rain.


...



"Garfield...."


"Grrrr...."


Rain membulatkan matanya terkejut karna melihat naga es itu sedang menjilati permata lain yang ia sedang cari.


"Kau telah menemukan semua permatanya?kecuali permata unggu yang telah di rebut oleh Ice."ucap Rain.


"Grrr..."


Naga itu mendekati Rain dan menarik pemuda itu dengan ekornya.


'Sedang apa kau berada di sini Rain?'


Tanya naga itu melalui telapatinya.


Rain tersenyum manis lalu melompat kecil untuk memeluk moncong sang naga.


"Aku kesini untuk mengakhiri semua, mari kita pancing iblis itu dan bertarung dengannya, aku tak bisa menunggu lama karna aku harus membebaskan Ice dari cengkraman iblis itu."

__ADS_1


'Itu tidak semudah yang kau kira Rain, kau bahkan belum bisa menguasai kekuatan permata lain....'


"Maka ajari aku sekarang Garfield!kau tidak mau aku mati dengan cepat bukan?"


Tiba-tiba kata itu terlontar dari bibir Rain membuat naga itu mengeram.


'Apa maksudmu?kau berniat bunuh diri lagi?tidakkah kau sayang pada nyawamu yang berharga itu?'


Rain terkekeh kecil dia lalu mengusap kepala Garfield.


"Menurutmu mana yang berharga?nyawaku atau nyawa seseorang?


Sama seperti kebahagianku atau kebahagian orang lain?


Aku tau jalan takdirku, atau tau kemana alur ini akan mengarah, aku tau sebuah rahasia.


Kau tak perlu menyembunyikan apapun lagi karna aku sudah tau siapa sosok ku sebenarnya, ketika aku mati atau bunuh diri berulang kali jawabannya tetap sama yaitu aku akan berpindah jiwa dan bertransmigrasi ke tubuh seseorang.


Itu sama saja....


Tetap sama kalau aku tak pernah mati."


Ucap Rain putus asa membuat Garfield tertegun mendengarnya.


'Kau memang belum mati Rain, yang mati hanya reinkarnasimu bukan hidupmu....setelah semua ini berakhir kau tak perlu untuk mengorbankan dirimu atau melihat orang lain berkorban untukmu, ini bukan sama tapi akan berakhir....'


Rain mengeryitkan dahinya tak mengerti dengan ucapan sang naga tapi tiba-tiba dia merasa kepalanya pusing hingga dia mengcengkram kepala sendiri.


"Ugh apa yang terjadi?"


'Apa kau mengingatnya, jika aku tak menghentikannya mungkin kepalamu akan selalu sakit karna semua ingatan dari reinkarnasimu kembali.


Kita memang memiliki suatu perbedaan besar, kau di takdirkan untuk menjadi pemilik naga sedangkan aku adalah naga.


Dan bukankah hewan itu selalu menuruti dan melindungi tuannya seperti seorang pengabdi setia sampai seumur hidupnya?


Baiklah, aku menghormati keputusanmu saat kau melakukan bunuh diri disini maka aku terus membawa jiwamu ke tempat lain.


Itu adalah kesepakatan yang tak bisa di ingkari atau salah satu dari kita berdua akan lenyap dan jalan reinkarnasi juga akan menghilang untuk selamanya.'


Rain menatap naga itu dengan pandangan sulit di artikan sambil meringis.


Ya dia lupa kalau dia orang yang ceroboh dalam mengambil keputusan.


Apa yang Garfield lakukan padanya setelah ini?


...


Life is not created out of sacrifices or great duties, but made up of little things like smiles, kindness, and small obligations that have become habits that win and perpetuate hearts and guarantee joy.


Kehidupan tidak diciptakan dari pengorbanan atau tugas besar, tapi dibuat dari hal-hal kecil seperti senyuman, kebaikan, dan kewajiban kecil yang telah menjadi kebiasaan yang memenangkan dan mengabadikan hati dan menjamin kesenangan.

__ADS_1


__ADS_2