My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Pertarungan yang di mulai


__ADS_3

Srettt!


"Akh!"


Rain meringis saat pipi kanannya terkena sabetan dari pedangnya sendiri karna setiap perlawanan yang ia beri memantul kearahnya.


Dia harus jeli mencari titik lemah monster itu tapi sangat sulit karna badai pasir di sekitarnya membuat penglihatan buram.


"Apa yang harus kulakukan?kenapa dia semakin kuat, aku selalu saja tak bisa mendekatinya."ucapnya hampir putus asa.


Tapi tiba-tiba dia teringat akan kekuatan kristalnya.


"Kristal itu...mungkin bisa membantuku."ucapnya.


Dia lalu mengambil kristal berwarna biru lalu mengumpulkan kekuatan esnya dalam kristal itu dan melemparkan kearah monster itu.


Benar saja kristal es itu meledak hingga membekukan semua apa yang di sentuhnya termasuk monster pasir yang kini berubah menjadi beku dan perlahan badai pasir di sekeliling nya mereda dan berhenti.


"Aku berhasil, mungkin ini saatnya..."ucap Rain sambil mengengam erat pedang dengan kedua tangannya.


Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, ya semua ini dia lakukan demi keselamatan teman-temannya sama halnya apa yang mereka lakukan padanya.


Manusia yang menebar kebajikan tak akan pernah tau siapa teman sejati mereka yang selalu membalas budi dengan cara besar atau kecil.


Karna itulah dalam lingkaran dan perputaran poros waktu ada dua tempat manusia untuk merenung.


Yaitu masa lalu dan masa sekarang.


Rain lalu berlari kearah monster itu, kekuatan es itu tak akan bertahan lama beberapa atau sebagian telah muncul retakan tanda kekuatan dari monster besar itu yang kuat memberontak.


Dia lalu melompat tinggi dan...


Sreakkk!!!


Ujung pedang itu mengenai kepala monster sampai ke bawah tubuhnya hingga Rain berhasil membelah monster itu menjadi dua bagian dan dia telah memang mengalahkan musuh dalam penglihatannya itu.


"Dia hebat!"decak kagum Saurus yang melihatnya.

__ADS_1


"Anak siapa dulu?keturunan generasi terkuat yaitu Bagaskara!"ucap Percy.


"Sahabatku memang kuat!"ucap Ice.


Mereka saling memuji Rain membuat pemuda pemilik mata biru malu.


Dengan keadaan yang sedikit lelah dia lalu menghampiri teman-temannya tapi tiba-tiba langkah Rain terhenti karna pasir di sekitarnya membentuk pusaran hingga ingin menenggelamkannya, hal itu sontak saja membuat yang lain panik.


"RAIN MENYINGKIR DARI SANA!"


Sayangnya seruan Zai terlambat karna Rain telah terjebak di pusaran pasir itu dan pasir itu dengan cepat membuat separuh tubuhnya tengelam.


Sementara yang lain berusaha menolongnya akan tetapi pasir yang mereka pijak menahan mereka dan hal terjadi pada Rain terjadi sama pada mereka.


Ketujuh pemuda itu berada dalam bahaya dan binggung mencari jalan keluar, walau mengeluarkan kekuatan pun itu percuma karna pasir itu telah membuat tangan mereka sulit di gerakan.


"Apa yang harus kita lakukan!"ucap Grass di tengah rasa putus asanya, terlihat kepalanya saja sementara tubuhnya benar-benar dalam pasir itu.


"Tidak ada cara lain, tahan nafas kalian!"ucapan terakhir Naries sebelum ketujuh pemuda itu menghilang dalam pasir.



...


Perlahan kedua mata pemuda itu terbuka, tubuhnya reflek bangun dan dia langsung memandang sekelilingnya di mana beberapa teman-temannya juga terbaring di tempat yang cukup asing itu.


Rupanya mereka seolah berpindah ke tempat lain yang jauh lebih lembab dan gelap setelah di hisap oleh pasir gurun.


Rain mengusap kepalanya yang masih ada butiran pasir, orang pertama yang dia dekati adalah Ice yang di sampingnya.


Dia lalu menggoyangkan tubuh pemuda itu hingga pemuda itu tersentak bangun.


"Rain!"


"Ice kau baik-baik saja?"


"Em...aku baik tapi di mana kita sekarang?"

__ADS_1


Ucap Ice sambil memandang tak percaya sekelilingnya.


"Kurasa saat kita terhisap dalam pasir gurun itu, kita berpindah suatu tempat, ini lebih seperti goa jangan-jangan ini goa yang kita lihat di gurun pasir itu."ucap Rain.


Ice mengangguk, ya itu bisa jadi.


"Lalu bagaimana dengan yang lain?kemana mereka?"tanya Ice yang baru sadar kalau mereka semua ada di sana.


Rain lalu menunjuk belakang Ice di mana yang lain juga mulai sadar dengan ekspresi kebingungan yang ketara karna mereka baru mengenal tempat itu.


"Apa kita barusan telah berteleportasi?astaga tempat ini lebih aneh dari pada gurun pasir itu."ucap Grass.


"Kau benar, aku merasa familiar karna pernah berada di tempat ini dalam penglihatanku."ucap Percy.


"Intinya kita harus lebih waspada, tempat ini sangat gelap dan luas kita tidak tau bahaya apa yang mengancam dalam kegelapan."nasehat Naries.


"Ya sepertinya ini sebuah goa tanpa ujung yang cukup panjang, mungkin kita bisa mencari tempat istirahat karna perjalanan di tengah kegelapan akan sangat beresiko tanpa memprediksi sebuah rencana."ucap Zai.


"Apa kau yakin kak?kita beristirahat di sini, aku takut di dalam sangat berbahaya jika kita lengah sedikitpun."ucap Ice.


"Tapi kita belum menemukan jalan keluarnya, mungkin ucapan Zai benar!kita harus tau sebenarnya apa tempat ini lalu membuat sebuah rencana.


Ingatlah walau kita guardian tapi kita seperti manusia yang perlu istirahat juga untuk memulihkan tenaga kita terutama kau Rain, kau pasti sangat lelah karna telah mengalahkan monster pasir itu, bertindak cepat itu wajar untuk mencapai tujuan segera tapi seseorang yang tergesa-gesa bisa ceroboh dan satu kesalahan bisa membuat kekacauan fatal ibarat anak kecil yang di biarkan memegang lilin lalu dia memainkannya dan percik api itu membuat rumah terbakar dalam lautan api yang tiba-tiba membesar melahapnya menjadi hangus."petuah bijak Naries.


Akhirnya setelah mendengar ucapan Naries mereka semua setuju, untuk mencari sebuah pemahaman kau harus tekad belajar yang kuat, lalu pengalaman dan mempraktekkannya.


Maka kau akan berhasil suatu hari nanti!


Tidak peduli apa yang di katakan orang lain, karna orang lain sibuk mengomentari tanpa memperhatikan dirinya sendiri, kau bisa cerita dan bersandar bersama teman terdekatnya bahkan menangis di hadapannya karna beberapa tak tau seberapa kuat kamu atau kamu menjadi lebih kuat setelah menjadi sangat lemah dan melewati semuanya sendiri.


...


Once we believe in ourselves, we can risk curiosity, wonder, spontaneous joy, or any experience that reveals the human spirit.


Map out your future, but do it in pencil. The way ahead is as long as you make it. Make the trip worth it. If you don't think about the future, you can't have it.


Begitu kita percaya pada diri kita sendiri, kita dapat mengambil risiko keingintahuan, keajaiban, kegembiraan spontan, atau pengalaman apa pun yang mengungkapkan jiwa manusia.

__ADS_1


Petakan masa depanmu, tetapi lakukan dengan pensil. Jalan di depan adalah selama Anda membuatnya. Jadikan perjalanan itu sepadan. Jika kamu tidak memikirkan masa depan, kamu tidak dapat memilikinya.


__ADS_2