
The longest journey is the journey inward. About him who has chosen his destiny, Who has started his search for the source of his existence.
Fate is not a matter of chance. This is a matter of choice. It is not a thing to be waited for, it is a thing to be achieved.
Life isn't always going to be roses and rainbows. You will have unpleasant moments. What we do with those moments will count and determine our destiny.
Perjalanan terpanjang adalah perjalanan ke dalam. Tentang dia yang telah memilih takdirnya, Yang telah memulai pencariannya akan sumber keberadaannya.
Takdir bukanlah masalah kesempatan. Ini adalah masalah pilihan. Ini bukan hal yang harus ditunggu, itu adalah hal yang harus dicapai.
Hidup tidak selalu akan menjadi mawar dan pelangi. Anda akan mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan. Apa yang kita lakukan dengan momen-momen itulah yang akan menghitung dan menentukan takdir kita.
...
"Hei lihat dia mulai bangun!"ucap Percy membuat perhatian semua orang langsung tertuju pada pemuda yang berbaring di atas naga.
"Rain syukurlah kau sudah sadar, aku sangat mencemaskanmu."ucap Ice langsung memeluk temannya itu membuat Percy jadi sedikit cemburu.
Sementara Rain hanya mengerjapkan matanya memandang sekelilingnya yang di penuhi orang, tak lupa lontaran kata yang tak ia mengerti.
"Memangnya aku kenapa?"tanya Rain binggung, bibir pemuda itu terbuka lebar untuk menguap tapi langsung ditutup Ice seperti bayi.
"Kau tadi pingsan, syukurlah kau sekarang baik-baik saja ternyata permata naga itu tak berniat menyakiti atau melukaimu justru dia melindungimu Rain. Kau benar-benar luar biasa."ucap Bagaskara.
Ucapan Bagaskara seperti seorang ayah yang bangga kepada putranya setelah putranya menunjukkan sesuatu atau nilai yang memuaskan ketika ulangan.
"Lalu iblis itu..."tanya Rain.
"Iblis itu telah lenyap!"jawab Grass.
"Ya kau berhasil mengalahkannya."ucap Naries.
Rain mengelengkan kepalanya lalu menatap satu persatu teman-temannya.
"Bukan hanya aku tapi kita semua!
Karna perjuangan tanpa ada seseorang di sampingmu telak membuatmu mundur dengan cepat, benar begitu kan ayah?"ucap Rain.
Bagaskara tersenyum hangat mendengar ucapan putranya, pria itu lalu mengangguk pelan.
__ADS_1
"Kita memang guardian yang paling hebat di semesta!"ucap Percy memuji mereka semua tapi membuat mereka tertawa.
Rain tiba-tiba menepuk jidatnya sendiri karna teringat akan sesuatu membuat Ice di sampingnya heran dengan sikapnya.
"Kenapa Rain?"tanya Ice.
"Aku lupa, bukankah selanjutnya kita harus mencari ramalan ketujuh guardian?"
"Ramalan?untuk apa?apa itu penting?ini sudah berakhir kan?"ucap Saurus.
Namun Zai berbicara.
"Ya aku pernah mendengar tentang ramalan itu, tapi untuk mengetahui kita harus mencari seseorang yang bisa melihatnya isi ramalan itu."ucapnya.
Walaupun Zai tak pernah mengembara tapi dia sedikit tau karna dia bisa mendengar para hewan di hutan yang berbicara.
"Kejahatan besar mungkin sudah berakhir, tapi sebuah perjalanan kehidupan reinkarnasi masihlah sangat panjang untuk menemui ujungnya."ucap Bagaskara.
Mereka lalu mengangguk mengerti.
Dan Naries menyentuh pundak Saurus.
"Kak apa kau ikut dengan kami?"tanya Naries karna dia tau Saurus memiliki hati yang sangat lembut hingga dia selalu khawatir pada orang terdekatnya.
"Kak percaya saja pada ku, bahwa semua akan baik-baik saja selama kita tetap berjalan bersisian dan bersama.
Aku tak akan membiarkan seseorang diantara kalian terluka, walaupun aku belum cukup kuat setidaknya tekadku selalu kuat untuk melindungi kalian semua."
Perkataan bijak Naries membuat mereka semua tertegun.
Mereka tak menyangka seberharga itu mereka bagi pemuda berlesung pipi itu.
Hingga membuat janji yang sepenuh hati dan tulus, ketika seorang guardian bersumpah maka ia harus menempatinya tak peduli dengan apapun karna taruhan nyawa bisa merenggutnya kapan saja jika ia mengingkari sumpahnya.
Ya sebuah alasan itu....
Terkadang memang sangat mematikan dan bermakna.
Tergantung bagaimana kita mengambil sebuah pilihan.
__ADS_1
"Aku juga telah bersumpah, kita akan selalu bersama itulah janjiku."ucap Zai memecah keheningan tadi.
"Ya oleh karna itu, kita bertujuh harus memenuhi tugas seorang guardian, seseorang dalam karakter novel harusnya kuat dan pemberani bukanlah pengecut yang menunggu waktu habis atau menyerang seseorang dari belakang."ucap Grass.
Grass bukanlah orang yang serius dan tipe bercanda tapi jika hal itu menyangkut temannya dia akan menjadi orang yang sangat serius mencapai tujuannya.
"Sumpah Gaurdians adalah abadi bahkan ketika guardian itu mati.
Seperti katanya tadi kita guardian yang paling kuat jadi untuk apa mundur tanpa melangkah maju?"ucap Percy.
"Bukankah sebaiknya kita terus mengambil resiko demi sebuah kebersamaan?itu prinsip para guardian bukan?"lanjutnya.
"Ini aneh, benar-benar sangat aneh tapi mendengar ucapan kalian padahal aku baru terlepas dari kejahatan, aku mengerti sebuah cahaya itu dan ingin menggapainya lagi."ucap Ice.
Mereka semua saling berpandangan sesaat setelah semua saling mengutarakan sesuatu.
Dan kini giliran Rain.
Pemuda bermata biru tanpa sadar merasa terharu karna rasa bahagianya.
Dia menghela napas untuk dan menatap kearah langit untuk menahan air matanya yang ingin tumpah.
Lalu menatap satu persatu wajah orang-orang di depannya.
"Aku mengerti....aku mengerti....
Kalian semua ingin melindungi satu sama lain, kita di bentuk dari reinkarnasi dan rasa kepercayaan semakin kuat saat kita bertemu di dunia yang sama ini bukanlah suatu kebetulan, dan tak peduli beberapa kalimat yang ku lontarkan hanyalah sebuah kata terima kasih karna selalu ingin berada sisiku....
teman-teman."
...
I remember the times we laughed and cried together, and how many promises we made. One thing I want to tell you is that our friendship will not end just like that.
Sometimes making someone promise is the same as giving them torture. Don't force someone to make a promise because coercion will create discomfort.
A promise that fades in time, is not a promise. An oath that loses honor in time, is not an oath. Love that fades in time, is not love.
Aku teringat saat kita tertawa dan menangis bersama, serta berapa banyak janji-janji yang dulu kita buat. Satu hal yang ingin aku katakan padamu adalah persahabatan kita tidak akan berakhir begitu saja.
__ADS_1
Terkadang membuat seseorang mengucapkan janji, sama dengan memberi mereka siksaan. Jangan memaksa seseorang mengucapkan janji karena keterpaksaan akan melahirkan ketidaknyamanan.
Janji yang memudar dalam waktu, bukanlah janji. Sumpah yang kehilangan kehormatan pada waktunya, bukanlah sumpah. Cinta yang luntur pada waktunya, bukanlah cinta.