
Flashback on.
"Apa kau yakin Rain?"tanya Bagaskara pada putranya itu, setelah mereka berhasil memecahkan teka teki dalam kartu yang terbuka mereka memutuskan untuk kembali.
Akan tetapi ada sebuah keputusan yang membuat Bagaskara dan sang naga sepertinya sangat terkejut.
"Ayah aku yakin, karna semuanya telah berubah bukan berarti kita mundur, lagi pula dunia fantasy sudah aman sekarang dan jika terjadi masalah maka kami akan cepat kembali kesini."ucap pemuda itu mantap.
Bagaskara menghela napas, ini adalah permintaan putranya yang membuatnya tak bisa menolaknya walaupun ada sebuah keputusan besar di dalamnya.
Naga es itu berjalan kearah Rain dan menundukkan kepalanya.
"Aku pasti akan merindukanmu Garfield tapi aku janji bahwa kita akan selalu bertemu di mimpi."
"Wa!"hewan kecil itu meloncat turun dari kantong baju Bagaskara.
Mata bulatnya memandang berkaca-kaca wajah tuannya.
"Jangan tunjukkan wajah memelas mu Chloe kau bisa ikut tapi jika kau merubah dirimu menjadi puppy."
Ucapan Rain sontak membuat Chloe senang bukan main.
Semua tau bahwa selain kekuatan bola api besar yang biasa di keluarkan dari mulut hewan imut itu Chloe mempunyai keistimewaan lain yaitu merubah bentuk dirinya jadi kecil ataupun besar.
Lagi pula tujuan mereka kembali ke dunia manusia adalah hanya karna satu alasan yaitu mencari kekuatan istimewa dan pengalaman baru mereka.
Saat teka teki dari dunia fantasy telah mereka temukan selanjutkan adalah pertulangan baru yang menjadi perjalanan kisah mereka.
Sesuatu yang menantang dan berhubungan dengan masa lalu dari reinkarnasi mereka.
Yaitu menyelesaikannya dengan tuntas bukan karna kemenangan maka awal babak hidup berakhir juga.
Memang pernah kah kau mendengar jika dunia telah berdamai dengan perang maka di kehidupan selanjutkan tidak akan ada namanya perang?
"Baiklah tapi ingatlah untuk pulang, kau mungkin tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi."ucap Bagaskara yang mempunyai makna dalam.
Pemuda bersurai hitam itu tersenyum tipis, mata birunya berpendar kearah sekitarnya.
"Ayo kita berpelukan!"
Permintaan yang sederhana tapi memiliki sebuah kenangan yang berarti, para guardian itu tertawa sebelumnya membentuk sebuah lingkaran memberi pelukan hangat bagi masing-masing.
Zai pemuda berkulit lebih putih itu awalnya menolak karna malu tapi Rain tetap memaksa nya hingga akhirnya dia mengalah.
__ADS_1
Bagaskara yang melihat itu hanya tersenyum lembut, dirinya tak menyangka bahwa kala sebuah pertemuan ada perpisahan, ya di setiap belahan dunia ada kata itu tapi untuk tak melupakan kenangan itu seperti seorang sahabat sejati, dia akan menjadi sosok yang luar biasa.
Meski dia bukan seorang guardian atau manusia biasa akan tetapi dia adalah pahlawan dalam tokoh hidupnya.
Kehidupan itu terbagi dengan cara yang sederhana ada beberapa hal yang membuat kita terkejut dengan sebuah kejutan akan tetapi ada duka dan bahagia yang mengisi warna itu, campuran warna hitam dan putih menjadi abu-abu dan campuran warna merah, kuning, dan hijau seperti pelangi hal itu tergantung pada kita atau diri sendiri untuk mewarna hidup.
Nyaman dengan zona sendiri itu bagus membuat lebih waspada di banding ceroboh akan tetapi tak mendengarkan nasehat atau sesekali keluar tidak akan pernah mendapat pembelajaran atau pengalaman hebat dalam hidup.
Ingatlah hidup hanya sekali jika kau di beri kesempatan kedua maka perbaiki dan sikapi apa yang benar dan salah.
Flashback off.
...
Pagi hari di sebuah rumah kita bisa melihat beberapa keributan dari tujuh pemuda yang belum lama tinggal di sebuah apartemen besar di Seoul.
Contohnya pemuda tampan tapi kurang tinggi itu sedang berebut parfum dengan pemuda dengan wajah kelinci akan tetapi alis tebalnya yang menukik membuatnya sanggar.
"Jeka aku yang kemaren membelinya jadi ini milikku!"ucap pemuda berambut blonde abu-abu itu, meski ia memakai kaos dan celana pendek karna baru bangun tidur, kebiasaanya tak memakai piyama karna panas katanya.
Sebut saja Jimmy si tampan tapi tak tinggi tengah berdiri di atas sofa sambil memegang ujung parfum di tangan pemuda di bawahnya.
"Tidak, tidak ini mirip dengan parfum punyaku bahkan aromanya juga sama!aku yakin ini adalah barang ku Hyung!"ucapnya pada yang lebih tua darinya.
Membuat pemuda yang mempunyai dimple di kedua pipinya itu mengelengkan kepalanya karna sudah terbiasa.
Tiba-tiba....
"YAK APA APAAN INI!"teriakan menggelegar dari kakak tertua mereka alias si sulung walaupun tak ada hubungan darah pun mereka tetap menganggap hubungan pertemanan mereka seperti saudara sekandung.
Itu lah yang tak pernah berubah dari ketujuh pemuda itu meski kini mereka menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya.
"Jin Hyung coba lihat Jimmy Hyung!dia meminjam parfum ku tanpa izin!"
"Jangan memutar balikkan fakta dengan wajah sok lugu mu kelinci durhaka!"ucap Jimmy.
"Aku tidak licik sepertimu Hyung!"
"Huh? Apa maksudmu hah!"
"Dasar Hyung bantet yang pelupa!"
"Ya kau kelinci bongsor!"
__ADS_1
"Aku tidak bongsor badanku ideal yang berotot!"
"ABS ku jauh lebih baik darimu!"
Mereka berdua terus bertengkar hingga...
"JIKA KALIAN MASIH MEMBUAT KERIBUTAN DI PAGI HARI KU PASTIKAN KALIAN BERDUA TIDAK MENDAPAT JATAH SARAPAN SAMPAI MALAM!"
Ucapan Jin membuat duo itu kicep.
"Kami akan mati kelaparan Hyung..."ucap Jeka dengan wajah memelas nya seperti anak kecil yang tak di belikan es krim oleh bibi tirinya.
"Aku tidak mau tau, kalian berdua harus membersihkan semua sudut ruang tamu yang sudah seperti kapal pecah karna ulah kalian!"ucap Jin penuh penekanan.
"Tapi kami kan belum makan Hyung, bagaimana kalau kamu pingsan karna lemas."ucap Jimmy masih berusaha membujuk Hyung nya itu.
Jin memijit keningnya sendiri, dia bukan kakak tiri yang di cap jahat seperti di film, dengan anggukan lemah dia berucap pelan.
"Oke bersihkan setelah sarapan, kalau kalian berdua sampai lupa aku benar-benar akan menjewer telinga sampai putus."ucapnya datar dengan ancaman, sontak saja membuat duo itu mengangguk kaku.
Mereka akhirnya berjalan ke dapur.
Di sana ketiga Hyung nya sedang memasak ah tidak semua hanya satu yang duduk di kursi sambil memainkan sendok besi di atas meja makan seperti balita yang menunggu makan dari induknya.
"Vee Hyung!"bak magnet pemuda kelinci itu langsung memeluk leher pemuda bermata biru itu membuat Jimmy berdecih iri, jika dengannya Jeka selalu mencari perkara dan bertengkar padanya walaupun mereka berdua memang rekan jahil yang kompak tapi berbeda dengan Vee alias Rain maka pemuda itu akan bersikap manja seperti adik yang manis.
...
Uxas Wiley Namjoon: umur 24 tahun, sering di panggil kak Ram.
Kalandra Jair Seokjin :umur 26 Tahun, sering di panggil Kak Jin.
Rafandra Sabqi Yoongi :umur 24 tahun, sering di panggil Kak Suga.
Hoseok Orly Daharyadika : umur 23 tahun, sering di panggil Kak J-Hope atau Hobi Hyung.
Ghifari Jimin Hawari :umur 22 tahun, sering di panggil Kak Jimmy.
Elvan Alister Taehyung :umur 22 tahun, sering di panggil Kak Vee.
Kafeel Jungkook Adhitama :umur 20 tahun, sering di panggil Jeka.
__ADS_1