
No matter how strong you guard, those who leave will still go. No matter how strong you refuse, those who come will still come.
It's okay if we are not the best, at least we have tried even though the reality cannot be forced.
Every beautiful meeting will surely end in a farewell, because in this life nothing lasts forever, this separation will hurt, but I'm sure it will make us happy in the future.
Sekuat apapun kamu menjaga, yang pergi akan tetap pergi. Sekuat apapun kamu menolak, yang datang akan tetap datang.
Tak apa-apa apabila kita bukan jadi yang terbaik, setidaknya kita pernah berusaha walaupun kenyataannya memang tak bisa dipaksakan.
Setiap pertemuan yang indah pasti akan berakhir dengan sebuah perpisahan, karena dalam kehidupan ini tiada yang abadi, perpisahan ini akan menyakiti, tapi aku yakin hal itu akan membuat kita bahagia di kemudian hari.
...
Ketujuh guardian itu lalu melanjutkan perjalanan mereka.
Ya ini belum lah berakhir.
Awal perjalanan mereka masih lah sangat panjang.
Seperti guardian dunia fantasy dimana di sana ada berbagai keajaiban misteri,dan naga.
Bagaskara sangat mengenal dunia itu.
Pria tua itu tersenyum saat melihat putranya tumbuh dewasa dengan baik dan saat ini berada di sisinya.
Dirinya memang sudah tua dan menunggu ajalnya tiba tapi satu hal yang ia ingat adalah janji pada mending istrinya untuk melihat kebahagian putra satu-satunya, walau dia sebelumnya tak pernah memenuhi janji itu karna rintangan yang mereka hadapi tapi Bagaskara yakin bahwa Rain kini telah bahagia yang bersama teman-temannya.
Mereka tidak seperti orang yang mengeluh atau hidup santai tanpa melakukan apapun tapi justru dengan berpetualang kebersamaan kecil mereka secara sederhana membuat kebahagian satu sama lain.
Dia sama seperti manusia, makhluk sepertinya tidaklah abadi atau hidup selama puluhan tahun.
Dia bukan peri atau vampire oleh karna itu usianya akan sama seperti seorang manusia biasa.
"Ayah sedang memikirkan apa?"
Pertanyaan Rain membuat Bagaskara yang berjalan sambil termenung menoleh kearah putranya itu.
"Memikirkan bagaimana caramu bisa tumbuh dewasa dengan baik."
"Aku sudah besar ayah, kau sama seperti Ice yang menganggap ku seperti anak kecil."ucap Rain tak terima tanpa sadar menggembungkan pipinya merajuk.
__ADS_1
Percy yang berada di sebelahnya mencubit anak itu.
"Tapi kau tampak seperti anak kecil dan jauh lebih muda dariku ya walaupun saat aku tua nanti aku tetap tampan sih."ucap Percy pede.
"Aku jauh lebih tampan darimu."ucap Saurus.
"Kakak kan paling tua, jadi kalo tua malah jadi tambah keriput!"ejek Percy.
"Yak apa kau bilang!berani sekali kau bicara seperti itu padaku!hei Percy!!!"
Mereka berdua lalu kejar-kejaran, yang satu di kejar tertawa, yang satu galak dengan wajah seram seperti ingin membunuh atau menenggelamkan Percy ke laut.
Yang lain melihat itu tak bisa menyembunyikan atau menahan tawan mereka saat kakak sulung dan adik bontot mereka itu bertingkah konyol.
"Ayah..."
"Ya Rain?"
"Aku menyayangi ayah dan kalian."ucap Rain singkat tapi memiliki makna yang sangat dalam.
Kasih sayang itu seperti air, ketika seseorang sendiri ibarat gelas kosong lalu gelas itu terisi penuh karna air dari orang-orang di sampingnya.
Bagaskara lalu menghela napas dan menatap satu persatu tujuh guardian muda itu.
"Tapi ada yang ayah katakan, bahwa ayah harus tidak bisa ikut perjalanan kalian selanjutnya."
Ucapan Bagaskara membuat mereka terkejut sekaligus terdiam.
Terutama Rain yang binggung.
"Kenapa ayah?apa ayah tidak pergi bersama kami?lalu ayah akan kemana?"
"Tidak nak, inilah yang namanya perpisahan, sebagai guardian tertua ayah harus kembali ke negeri asal kita untuk menjaga para makhluk yang tinggal disana, itulah tugas ayah sebenarnya.
Dan tugas kedua ayahnya sebenarnya adalah membimbing kalian sampai di sini, kalian harus menyelesaikan tanggung jawab kalian masing-masing. Jangan pernah takut atau ragu karna kalian akan selalu bersama."
Mereka yang mendengarnya mengerti, bahwa setiap negri pasti ada sebuah ancaman akan sangat fatal jika guardian lengah.
"Tapi ayah...bagaimana mungkin kita berpisah saat sudah sejauh ini?"ucap Rain sedih.
Bagaskara yang paham perasaan putranya langsung memeluk pemuda itu.
__ADS_1
"Kau kuat nak, lanjutkan perjalananmu dengan mereka, mereka adalah teman yang akan selalu di sisimu. Anggaplah ini perpisahan tetapi kita masih bisa bertemu saat kau kembali membawa cerita baru dari petualangan yang telah kau tuntaskan.
Ayah tidak akan pernah meninggalkanmu, jadi ayah akan menunggu mu pulang ke rumah Rain...
itulah janji seorang ayah."ucap Bagaskara.
Bagaskara menatap teduh putranya, dia begitu menyayanginya sama seperti ketika istrinya masih hidup, baginya putranya adalah harta berharga dari mending istrinya dalam hidupnya.
Dan dia akan menjaga berlian mahal itu.
Yaitu putranya Rain.
mereka yang mendengar ucapan Bagaskara menjadi terharu, walaupun ayah dan anak itu dulu terpisah karna sebuah alasan.
Tapi hubungan tali kekeluargaan dan kasih sayang mereka tetap abadi hingga ke reinkarnasi selanjutnya, ya walaupun sosok wanita yang telah melahirkan Rain pergi tapi sosok itu selalu ada di hati Rain.
Kedua sosok yang menjadi orang tua Rain tak pernah meninggalkannya, bahkan dia lebih bersyukur ketika di pertemukan kembali.
Terlebih saat ini dirinya di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dengan tulus bukan membenci kehadiran seperti orang tuanya di bumi.
Rain saat ini telah bahagia dengan cara sederhana.
Kebahagian bukanlah sebuah kesempurnaan atau kemewahan dunia, tetapi bahagia itu kesempatan dalam hidup.
Seperti seorang sehat yang ingin kasih sayang dan orang sakit yang ingin memiliki waktu hidup yang panjang.
Kebahagian apapun adalah hal yang patut di syukuri.
...
Memories last forever, never die…true friends stay together and never say goodbye.
Even though distance may separate us, we are never far apart because friendship does not count distance. It is measured by heart.
Farewells are only for those who love with their eyes because for those who love with heart and soul, there is no such thing as separation.
Kenangan akan bertahan selamanya, tidak akan pernah mati… teman sejati tetap bersama dan tidak pernah mengucapkan selamat tinggal.
Walau jarak mungkin memisahkan kita, kita tidak pernah berjauhan karena persahabatan tidak menghitung jarak. Itu diukur dengan hati.
Perpisahan hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata mereka karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa, tidak ada yang namanya perpisahan.
__ADS_1