
Seorang penipu atau kita sebut orang yang berbohong selalu mengingkari janji yang ia buat, ada kala perkataannya berbeda dengan tindakannya.
Perkataan pembohong memang omong kosong dan ketika menjadi teman bisa menjadi musuh dalam selimut seperti orang yang munafik.
Oleh karna itu kita harus hati hati dengan namanya penipu.
"Suaranya di sini...."ucap Zai.
Nyanyian itu makin terdengar jelas saat mereka mencoba dekati.
Sampai di sebuah tempat yang banyak sekali dengan bekas reruntuhan bangunan tua Rain melihat tangga yang ada di mimpinya.
Dirinya tak sendiri kebetulan dia juga bertemu dengan Zai saat mengambil lorong kanan.
Dan berhubung jalan mereka sama akhirnya mereka bertemu bertemu.
Kita kembali pada Rain dan Zai kedua pemuda itu saling bertatap lama lalu memutuskan kontak karna mendengar teriakan minta tolong dari temannya.
Zai yang mendengar itu sontak langsung berlari ke arah jalur lain meninggalkan Rain pertama di sana tapi saat Rain ingin menyusul lagi-lagi sesuatu menarik perhatian untuk mendekati tangga tua itu.
"Astaga apa yang terjadi padaku..."gumam Rain tak mengerti kenapa keinginan kuat untuk melihat keatas sana tapi tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide untuk pergi ke sana dan melihat semuanya dari atas agar dia mengetahui keberadaan teman-temannya lagi pula dia benar-benar sudah kehilangan jejak Zai.
Dengan langkah berat dia berjalan menuju tangga karna beberapa pijakan bebatuan tajam membuatnya harus berhati-hati melangkah.
Hingga dia sampai di sana dia memandang keatas langit di mana awan berwarna abu-abu gelap dengan petir yang menyambar seperti akan turun hujan deras.
Rain kembali teringat akan penglihatannya di mana saat ini dia persis dengan posisi itu, langkahnya maju ke arah pinggir di mana dia bisa melihat di bawahnya banyak bebatuan dari bangunan yang telah hancur.
Hatinya berdegup kencang saat tak melihat apapun di bawah sana lalu tubuhnya terpaku saat merasakan hawa dingin di belakang punggungnya, dia ingin menoleh tapi sangat takut karna satu hal.
Tapi dia menghela napasnya mencoba untuk tetap tenang dan menengok ke arah belakang, ada sebuah ruangan yang sangat gelap berada di dekatnya sepertinya itu salah satu bagian bangunan yang belum roboh.
Di mana ketika berada dalam mimpinya waktu itu dia melihat sebuah dua mata aneh yang berbeda.
Tapi sekarang tidak ada apapun di dalam sana membuatnya bernafas lega kembali.
Hingga...
__ADS_1
"Rain!"
Itu suara yang lain yang baru datang tapi mereka kekurangan dua orang yaitu Zai dan Naries yang entah pergi kemana.
Rain hanya melihat, Saurus, Grass, Percy, dan Ice.
Empat temannya.
Mereka berempat berdiri di atas di mana tempat Rain masih berdiri di sana, mereka melihat pemandangan sekitar mereka sebelum saling berpandangan seolah ingin menyampai sesuatu.
"Ini seperti penglihatan ku dan Grass waktu di tenda merah itu."ucap Saurus membuka suaranya.
Percy menaikan alis sebelahnya.
"Apa maksudmu kak?"tanya Percy.
"Ini adalah kehancuran di mana saat itu kejadian manusia di ombang ambing oleh gempa bumi dan kebakaran besar di mana-mana, dan kami berdua hanya bisa berdiri di atas sini melihat apa yang terjadi pada mereka."ucap Saurus menghentikan ucapannya dan memalingkan wajahnya karna tak bisa melanjutkan ceritanya.
Sementara Grass menatap ke depan dengan pandangan tak ada dapat di artikan.
"Apa mungkin yang kita lihat sekarang kejadian yang sudah terjadi?itu bukan hanya sebuah gambaran bukan...."ucap Grass.
Ketiga pemuda lain hanya terdiam mendengarkan ucapan kedua kakaknya jujur saja perasaan mereka menjadi campur aduk karna melihat kerusakan parah di sekeliling mereka.
Itu adalah gambaran di masa depan sebelum masa lalu itu.
"Apa kita bisa mencegahnya?"ucap Ice tiba-tiba membuat yang lain memandang kearahnya.
"Ini hanya sebuah gambaran bukan dan itu belum terjadi atau sudah terjadi tapi untuk apa kita berpikir terus, pemikiran itu akan membuat langkah kita yang semakin jauh terhenti sia-sia, jika itu terjadi di masa depan maka ayo kita berusaha mencegahnya dan jika itu belum terjadi kita tetap melangkah maju dan kalau..."
"Sudah terjadi tak akan ada penyesalan karna kita sudah mengetahui penyebabnya."lanjut Rain.
Mereka semua termenung dengan ucapan terakhir Rain.
Seseorang yang menyimpan rahasia itu sama seperti menyimpan kotak harta karun hal sebaliknya seseorang menyembunyikan kebusukan tetap akan tercium bau bangkainya.
Ibarat saat kita bermimpi tentang masa depan ada dua pilihan yaitu mencegah sesuatu yang buruk terjadi atau membiarkan semua mengalir begitu saja karna takdir seseorang.
...
Di sisi lain.
__ADS_1
Zai yang tersesat memandang sekitarnya di mana dia terjebak di sebuah bangunan yang entah kenapa tiba-tiba terbakar.
Dia berdiri berdiam di sana karna binggung, namun dia teringat akan sebuah penglihatannya di mana apa yang terjadi padanya saat ini sangat persis.
Apa itu artinya waktunya telah di mulai?
Tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang di genggam oleh tangan kanannya, entah dari mana kristal itu berasal dan kini ada di telapak tangannya.
Kristal kecil itu berwarna bening dan berbentuk bulat.
Dia memegang mengunakan jarinya lalu mengarahkannya pada salah satu mainan kuda yang terbakar di mana dia melihat bayangan hitam besar yang berada di mimpinya menjadi sosok anak kecil yang begitu mirip saat ia kecil.
Apa mungkin...
Penglihatan itu adalah gambaran atau pesan di masa lalunya?
'Aaaa tolong kakak!panas di sini panas sekali....'
Suara itu muncul hingga membuat Zai terkejut.
"Ck, mimpi atau bukan aku akan menolong anak itu!"putusnya berlari ke arah api yang makin membesar itu.
...
Di tempat lain, kita melihat sebuah goa yang sangat gelap dan sunyi hingga tak ada tanda kehidupan atau seseorang di sana.
Tapi seorang pemuda dengan kristal cahaya di tangannya memasuki goa itu karna mengikuti sebuah nyanyian yang ia dengar tadi.
Hingga tetesan air di langit goa mengenai wajahnya membuatnya tersentak.
"Tempat ini seperti jarang di kunjungi atau di temukan, apa mungkin aku sudah terlalu jauh dari yang lain?"gumam Naries.
Tiba-tiba dia melihat sesuatu yang bercahaya, membuat Naries penasaran dan melanjutkan langkahnya sehingga cahaya itu menuntunnya pada sebuah kotak peti harta karun di mana terdapat kristal putih yang ada di dalam sana.
Naries memandang lama kotak yang berada di atas batu besar itu, dengan satu tangannya dia mencoba mengambil kristal itu
Tapi tiba-tiba...
Srettt!!
"AAAAA!"
__ADS_1
Ternyata kotak dan nyanyian itu hanyalah sebuah jebakan dari monster penipu yang bersembunyi di dalam goa itu.
Naries berada dalam situasi bahaya sekarang!