
Bruk!
"Aduh maafkan aku..."ucap Taehyung saat ia tak sengaja menabrak seorang remaja yang tiba-tiba menghentikan langkahnya di tengah jalan saat ia ingin menyebrang.
Remaja itu hanya diam sambil termenung, tatapannya begitu kosong hingga saat bus akan datang remaja itu malah melangkah maju sontak saja membuat taehyung dan Jimin membulat melihat itu karna remaja itu seolah ingin bunuh diri.
"Hei berhenti!"
"NATHAN!"
Bersamaan itu sebuah suara seorang wanita berteriak.
Buru-buru Taehyung dan Jimin menarik tubuh remaja itu menepi meski di barengi pemberontakan hingga saat mereka berdua berhasil, remaja itu sadar dan menatap binggung kearah Taehyung dan Jimin yang masih memeganginya.
"Kalian siapa?"
"Untunglah, tadi hampir terlambat hei kau baik-baik saja kan?apa yang kau pikirkan tadi!?"ucap Jimin.
Sedangkan Taehyung merasa aneh saat melihat tatapan remaja itu, entah kenapa ada sesuatu yang mengganggunya saat ia bertemu dengan remaja itu.
Dia merasa...
Ada aura iblis di sekitar remaja itu.
"Nathan..."suara wanita yang baru saja datang ke arah mereka menyadarkan lamunannya.
Wanita itu langsung memeluk remaja bernama Nathan itu sementara remaja itu juga tak kalah membalasnya erat.
"Maafkan aku ibu pasti aku merepotkan mu saat aku melakukannya lagi."ucap Nathan membuat taehyung dan Jimin binggung.
"Tidak apa-apa, ibu berjanji mulai sekarang kau harus berada dalam pengawasan ibu. Ibu pasti kan kau akan merasa aman nak dan kita akan mencari cara untuk menyembuhkan mu."
"Maaf memotong kalian, apa maksudmu?"tanya Taehyung.
__ADS_1
Terlihat wanita paruh baya yang belum terlalu tua itu menghela napas, dia sedikit ragu untuk menceritakan masalah pribadinya kepada dua pemuda yang baru saja menyelamatkan nyawa putranya.
Hingga ucapan Jimin membuat mereka tertegun.
"Aku tau bahwa kamu berdua hanya orang asing yang kebetulan menolong putramu tapi kau bisa menceritakan masalahmu pada kami karna kami akan benar-benar tulus membantumu, ku lihat kalian kesulitan akan sesuatu Taehyung ah apa kau merasakannya?"tanya Jimin pada Taehyung.
Pemuda bermata biru itu menganggukan kepalanya.
"Kau juga merasakannya Jimin?"
"Tidak tapi melihat ekspresi seolah menyembunyikan sesuatu saat menatap remaja itu aku yakin kau mengetahuinya."ucap Jimin membuat Taehyung berdecak kagum.
Rupanya hubungan persahabatan mereka sekuat itu, banyak yang mengira Taehyung dan Jimin itu seperti anak kembar padahal mereka tak lahir di rahim yang sama.
Ya dulu Taehyung ingat dia tak pernah bertemu dengan orang tua Jimin di dunia manusia karna waktu itu mereka sering kali bertemu secara diam-diam tanpa di ketahui oleh orang tua Aiden.
"Terima kasih atas tawaran kalian berdua tapi bisakah kita mencari tempat yang lebih sepi?"tiba-tiba wanita itu berucap.
Entah kenapa wanita itu merasa kedua pemuda di depannya adalah orang-orang baik, sebenarnya dia sudah terlalu putus asa untuk mencari bantuan orang lain yang malah mengharapkan hartanya akan tetapi dia tak masalah karna dia adalah seorang desainer terkenal dan jika dia pemuda itu meminta imbalan maka ia akan memberikannya karna dia hanya putranya sembuh dari penyakit anehnya.
"Bagaimana kau tau?apa itu iblis?"
"Iblis adalah makhluk jahat yang selalu menganggu manusia untuk menyesatkannya, kami berdua sebenarnya berpengalaman tentang semua hal berkaitan dengan iblis, kami bukan peramal ataupun sesuatu yang mempunyai ilmu hitam seperti yang kalian sebut.
Kami adalah...guardian."ucap Jimin membuka indentitasnya agar wanita itu lebih percaya pada mereka, karna meski dia bukan Taehyung tapi dia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada wanita dan remaja itu.
"Guardian?!"
...
Akhirnya mereka berempat berkumpul di sebuah tempat yaitu rumah dari wanita itu, tampak Taehyung dan Jimin kagum dengan bangunan besar seperti mansion di depan mereka,setiap dekorasi rumah besar itu juga tak kalah mewah dan terkesan elegan bak istana.
Hingga saat mereka sampai di ruang tamu, wanita itu menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan teh dan Nathan yang pamit untuk menganti bajunya.
__ADS_1
Wanita itu teringat akan perkataan putranya.
'Ibu sepertinya mereka orang baik, aku tidak tau mengapa seolah saat ini aku ingin bergantung dan ingin mereka menolongku lagi, aku tau ini permintaan aneh kita juga tak mengenal siapa mereka sebenarnya tapi coba ibu percaya pada mereka.
Ku harap mereka bisa membantu kita menyelesaikan masalah ini.'
Ucap Nathan waktu itu.
Ya setidaknya sebuah kesempatan untuk percaya pada orang karna kita tak bisa menilai seseorang dari penampilannya saja.
"Apa kalian saudara?"tanya Diana pada dua pemuda di depannya.
Taehyung dan Jimin saling berpandangan lalu terkekeh.
"Ya kami suadara, Taehyung adikku tapi aku lahir lebih dulu darinya."jawab Jimin.
Diana mengangguk paham, bagaimana pun dia pemuda di depannya ini tampan mereka seperti artis model yang entah bagaimana bisa bertemu dengannya.
"Kalian berdua sangat tampan seperti anime, jika kalian melamar pekerjaan pasti kalian akan mendapat tawaran untuk menjadi model."ucap Diana.
Taehyung hanya tersenyum dia lalu melirik kearah bingkai yang berada di meja kecil dekat TV.
"Apa tante tinggal berdua dengan putra Tante?"tanya Taehyung.
"Suamiku sudah meninggal saat umur Nathan 5 tahun karna kecelakaan, semenjak itu aku bekerja keras menghidupi kebutuhan kami berdua sehari-hari. Tapi makin lama aku seperti melupakan sesuatu karna terobsesi dengan bidang pekerjaan hingga aku jarang meluangkan waktu untuk Nathan saat kecil, hingga saat dia berumur 12 tahun tingkahnya menjadi aneh dan tiap malam aku mendengar suara tangisan di kamarnya itu adalah Nathan, dia terus mendapat mimpi buruk dan demi kesehatannya aku mengizinkan dia homeschooling tapi ketika ulang tahunnya yang 17 belas dia...."
Diana tak bisa melanjutkan ucapannya.
...
Your parents never wanted you to be like them but they want you to be better than them.
Which parent does not want to give the best for their children? There must be none, or even if there is, maybe only zero point a certain percentage, provided that there may be something wrong with these parents.
__ADS_1
Orangtuamu tidak pernah ingin kamu menjadi seperti mereka tapi mereka ingin kamu menjadi lebih baik dari mereka.
Orang tua mana yang tak ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya? Pasti tidak ada, atau kalaupun ada, mungkin hanya nol koma sekian persen aja, dengan catatan mungkin ada yang salah dengan orang tua tersebut.