My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Perangkap berbahaya


__ADS_3

Sisi berbahaya dan kebajikan berada dalam bersampingan, tidak ada yang tau siapa sisi itu yang akan berkuasa tapi bila hati seorang manusia bersih maka ia akan mengetahui mana yang baik dan buruk.


Tidak melangkah ke jalan buruk tapi tetap maju ke jalan kebaikan.


Malam sudah semakin larut tapi ketujuh guardian tak pernah tau waktu malam atau pagi karna tempat yang mereka tempati seperti berada di ruangan hampa dan gelap minim dengan pencahayaan.


Naries mengunakan kristal cahayanya.


Cukup menerangi beberapa tempat untuk memantau sesuatu atau hewan buas yang kemungkinan bersembunyi di tempat asing itu.


Rain yang dari tadi diam mulai berbicara.


"Kakak..."


Sontak sama ketiga pemuda itu menoleh ke arahnya.


Rain yang melihat perhatian ketiganya tertuju padanya sedikit kikuk sambil kepalanya yang tidak gatal.


"Boleh aku berjalan di sekitar sini untuk mencari udara segar."pinta Rain karna jujur saja dia bosan dan membutuhkan kesendirian untuk rasa gelisah yang ia rasakan semenjak mimpi itu.


Pikirannya harus tetap tenang dalam situasi ini karna dia tak mau membuat yang lain khawatir padanya.


"Boleh tapi jangan jauh-jauh dari kami."ucap Naries mengizinkan tapi Saurus tiba-tiba protes.


"Kau serius membiarkan dia pergi sendiri?bagaimana kalau ada bahaya yang mengancamnya di saat kita tak ada sama seperti kejadian di gurun pasir itu."ucapan Saurus membuat mereka semua terdiam.


Tapi Grass berucap.


"Kak Saurus, apa kau masih ingat bagaimana Percy dulu mengalahkan singa yang hampir menerkamnya di hutan?rasa ketakutannya menjadi kekuatannya, dia mengubah singa itu menjadi emas sebelum dirinya menjadi santapan singa itu.


Di saat itu kita juga terlambat membantunya, tapi dia telah menolong dirinya sendiri.


Semua adik kita telah dewasa meski mereka kuat tapi bagiku mereka tetap bergantung pada kita, ya kita yang lebih tua memberitahu cara atau nasehat pada mereka, ketika dewasa mereka akan berjalan dengan mandiri tapi kasih sayang seorang kakak tak akan pernah pudar atau di gantikan sama halnya syal rajutan ibu yang telah lama tersimpan di lemari itu lah yang namanya persaudaraan."


Ucapan Grass membuat Saurus termenung, ya rasa protektif boleh saja untuk menunjukan kasih sayangnya tapi hal itu tak boleh di dasari berlebihan atau keegoisan.

__ADS_1


Karna bisa menciptakan sebuah obsesi yang mampu menghancurkan atau merusak sebuah hubungan.


Naries tersenyum hingga menampilkan dimple nya, dia juga tak merasa bahwa adik-adiknya telah dewasa semenjak mereka berjalan di atas misi mereka dan menuntaskan tanggung jawab sebagai guardian.


Sebuah kondisi memang bisa membuat anak kecil pun menjadi dewasa, dan pengalaman bisa membuat seseorang bijak dalam kehidupannya.


Di mana saat kita berada dalam peperangan dan melihat banyaknya kematian tapi kita di minta untuk terus maju dan melawan duka.


Dunia tak akan pernah baik-baik saja jika ada kata ' dunia sudah baik-baik saja' maka akhir zaman telah tiba.


"Kau benar Grass...maafkan aku."ucap Saurus yang baru menyesali sikapnya membuat Rain tak tega dan menepuk pundak pemuda itu


"Kau tidak salah kakak, aku mendapat kebahagian di sini meski dengan cara sederhana karna ku sudah tak mau merasakan namanya kemewahan di mana cara bahagia itu semu.


Kau adalah seorang kakak yang baik yang pernah ku kenal sama halnya kalian yang begitu memberikanku kasih sayang lebih karna aku lebih muda dari kalian walau ada Percy.


Aku merindukan kakakku yang bersikap tegas di saat adiknya salah..."ucapan terakhir Rain membuat Naries dan Grass mengerutkan dahinya tak mengerti tapi Saurus terlihat terkejut lalu tersenyum tipis.


"Yasudah kau boleh pergi!tapi melebihi lima belas menit ku seret dengan menjewer telingamu itu!"ucap Saurus tegas sekaligus mengancam Rain.


"Baik kak Saurus!"


...


Rain berjalan mengitari tempat lembab yang di penuhi dengan beberapa lubang besar seperti habis kebakaran, Rain sedikit binggung kenapa bisa ada bekas noda hitam seperti arang api itu bukankah tempat yang sedikit lembab sulit untuk membuat percikan api?


Kakinya berhenti melangkah saat menemukan sesuatu yang berkilau di atas tanah lembab itu.


Itu adalah kristal putih.


Dengan hati-hati Rain mengambilnya karna bisa jadi jika sembarangan kita mengambil sesuatu itu adalah sebuah perangkap berbahaya.


Dia melihat pantulan kristal bening yang kini di pegang tangannya, entah kenapa saat ia teliti dia melihat sosok bayangan yang berada di depannya tapi tanpa melihat dari kristal itu bayangannya itu menghilang seolah lenyap dalam sekejap.


__ADS_1


Sontak hal itu membuat Rain sedikit tersentak karna terkejut, tiba-tiba dia teringat akan sosok yang dulu selalu berada di mimpinya.


Sosok yang menemaninya di sana dan memberikan petuah-petuah bijaknya.


"Kak Azari...."lirihnya namun angin berhembus kencang hingga membuat kristal kecil yang di pegangnya jatuh menggelinding ke atas tanah.


"Akh!"


Hampir saja Rain jatuh terperosok ke dalam jurang karna mengejar kristal itu tapi seseorang menarik kerah pakaian belakangnya dan memegang pinggangnya sehingga dia tak jatuh.


"Rain...hati hati."


"Percy!"


Alangkah terkejutnya Rain saat melihat Percy yang entah bagaimana bisa ada di sana.


Tapi ucapan Percy membuat nya lebih terkejut.


"Di bawah sana ada danau hitam kematian jika kita jatuh, maka nyawamu akan terenggut karna danau hitam itu beracun.


Aku melihatnya dalam penglihatan ku bahwa aku pernah terjebak dengan memegang ranting pohon yang di penuhi dengan gagak hitam, oleh karna itu setelah mengingat apa yang ada di penglihatanku aku ke sini untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun dari sana yang jatuh ke sana."


...


Humans are the only kind of villain who sets his own trap, baits it, and then steps into it.


We must learn to be our own best friend because we fall too easily into the trap of our own worst enemy. Appearances can be deceiving, but don't get caught in the appearance trap. Life is a trap, you get stuck wherever you go.


The true purpose of books is to trick the mind into doing its own thinking.


Manusia adalah satu-satunya jenis penjahat yang memasang perangkapnya sendiri, memberinya umpan, lalu melangkah ke dalamnya.


Kita harus belajar menjadi sahabat terbaik diri sendiri karena kita terlalu mudah jatuh ke dalam perangkap musuh terburuk kita sendiri. Penampilan memang bisa menipu, tapi jangan sampai kita terjebak dalam jebakan penampilan. Hidup adalah jebakan, kamu terjebak ke arah mana pun pergi.


Tujuan sebenarnya dari buku adalah untuk menjebak pikiran agar melakukan pemikirannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2