My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Hal baru


__ADS_3

Cause you are that someone that gets me like no one else


Karena kaulah seseorang yang menerimaku apa adanya


Right when I need it the most


Tepat saat aku sangat membutuhkannya


And I'll be the one you rely on, a shoulder to cry on


Dan aku kan jadi orang tempatmu bersandar, bahu tempatmu menangis


A friend through the highs and the lows


Teman yang temanimu lewati suka duka


I’m not gonna make it alone


Aku takkan sendirian


La la la la la la


La la la la la –lone


Sendiri


I’m not gonna make it alone


Aku takkan sendirian


La la la la la la


La la la la la –lone


Sendiri


Then I saw your face


Lalu kulihat wajahmu


Your forgiving eyes


Matamu yang pemaaf


Looking back at me


Melihat kembali padaku


From the other side


Dari sisi lain


Like you understood me


Seperti kau mengerti aku

__ADS_1


And I’m never letting you go, oh


Dan aku takkan pernah membiarkanmu pergi, oh


Makna lagu Alone, Pt. II – Alan Walker & Ava Max adalah tentang diri kita yang selalu merasa sendirian.


Each friend represents a world within us, a world that may not be born until they arrive, and it is only by meeting that new worlds are born.


Setiap sahabat mewakili dunia di dalam kita, dunia yang mungkin tidak lahir sampai mereka tiba, dan hanya dengan pertemuan inilah dunia baru lahir.


...



"Kau yakin ingin masuk?"


Grass bertanya pada Rain membuat semua orang menatap pemuda bermata biru itu.


Rain mengangguk, Veronika lalu terbang kearahnya.


"Jangan takut sayang, disana tidak ada makhluk tak kasat atau Monster yang menyeramkan tapi ada suatu pantangan agar kalian selamat dari kelelawar kegelapan, jangan ada suara sekecil apapun."ucap merpati itu memberi peringatan.


"Kelelawar kegelapan?"tanya Rain binggung.


"Goa adalah tempat gelap, wajar saja goa merupakan tempat tinggal hewan bernama kelelawar, akan tetapi di dunia ini kelelawar bisa sangat ganas jika mendengar suara apapun yang menganggu tidur mereka, oleh karna itu kami menyebutnya kelelawar kegelapan karna seseorang yang terkena gigitan kelelawar itu mempunyai racun seperti obat tidur."jelas Bagaskara.


"Jadi bagaimana kita bisa melihat apa disana ada kelelawar kegelapan ayah?"tanya Rain.


"Pertanyaan bagus Rain, Naries akan mengunakan bola cahayanya dan kalian semua berusaha lah untuk tak berisik atau berbicara, kita akan mengunakan bahas isyarat."jawab Bagaskara.


"Tidak apa-apa, ini bukanlah perpisahan Veronika kita akan kembali dan bertemu lagi, tentu setelah kau berbaikan dengan Joni."ucap Percy.


"Sebenarnya apa yang membuat kau kesal padanya Veronika?"tanya Saurus penasaran.


"Joni ingin menikahi ku tapi aku belum siap."ucap Veronika malu.


"Astaga apa merpati itu sudah membuat sarang yang indah untukmu?"goda Naries membuat merpati betina itu tersipu.


Jika dibumi manusia akan mengumpulkan harta dan uang untuk menikahi seseorang yang cintainya berbeda dengan merpati yang mengunakan kicauan indahnya dan membuat sarang yang bagus untuk tempat tinggal betinanya.


Akan tetapi seekor merpati jika menemukan betinanya mereka itu seperti mate, dan akan terus lengket dalam artian setia pada pasangannya seumur hidup.


"Kau harus menerimanya, kalian sudah lama bersama bukan?mungkin dia ingin mengikatmu menjadi pasangannya selamanya itu artinya Joni adalah merpati yang tepat dan serius padamu Veronika."ucap Naries bijak.


"Ya kau benar, aku tidak akan lupa mengundang kalian nanti saat kami berdua menikah."ucap Veronika bahagia terbukti dari merpati itu yang terus mengepakkan sayapnya.


"Ya kami akan membantumu membuat acara pesta yang paling meriah nanti!"ucap Percy semangat.


...


"Gelap sekali, meskipun ada Naries memakai cahayanya tapi tempat ini sangat asing hingga banyak kegelapan di setiap sudut."ucap Grass, sedangkan Percy mengangguk mendengar ucapannya.


"Apa kalian belum pernah ke tempat ini?"tanya Rain binggung, dia kira ini adalah tempat yang biasa yang dikunjungi oleh Guardians sementara dia adalah orang yang pertama kali ke sini.


"Rain kami memang Guardians tapi kami menyukai cahaya ketimbang kegelapan oleh karna itu kami tak pernah berada ke tempat-tempat gelap karna takut ada sesuatu yang berbahaya bersembunyi di kegelapan."

__ADS_1


"Ya kegelapan bisa menjadi sisi yang berbahaya akan tetapi juga indah, lihatlah!"tunjuk Zai keatas langit goa itu ada kelap-kelip seperti bintang.


"Apa itu?"itu adalah jejak yang ditinggalkan oleh kelelawar kegelapan ,mungkin sekilas hewan itu tak berbahaya saat tidak terganggu tapi....ssssttt!"


Ucapan Bagaskara berhenti dan menginterupsi mereka untuk tetap diam karna tak jauh dari perjalanan mereka ada kumpulan kelelawar yang menggantung di langit goa menunggu mereka, sayangnya mereka harus melewati kelelawar itu untuk mencapai ujung goa.


Mereka lalu mulai melanjutkan perjalanan dengan hati-hati.


Naries memandang sekitarnya dengan waspada, ia melihat beberapa kelelawar yang menggantung di setiap sudut.


Cahaya bola Naries sedikit redup agar tak menganggu tidur kelelawar itu akan tetapi...


Krek!


Rain tak sengaja menginjak ranting pohon yang entah bagaimana apa disana.


"UPS!maaf..."


Satu atau dua kelelawar terbangun dan terbang kearah mereka, Percy yang tak menyadari hal itu merasakan gigitan kecil di leher belakangnya.


Tiba-tiba dia merasa sangat mengantuk dan hampir saja terjatuh sebelum Bagaskara menangkapnya.


"Tunggu apalagi, semuanya cepat lari!!!"teriak Bagaskara hingga semua kelelawar terbangun dan berusaha menyerang mereka, dia langsung mengendong Percy dengan gaya ala karung dan mereka semua berlari untuk keluar dari sana.


Tap tap tap


"Kita harus sampai cahaya karna kelelawar itu takut dengan cahaya!"ucap Saurus.


"Baik!"


"Wa!wa!wa!"


Chloe menyembulkan kepalanya dan meloncat naik ke punggung Rain.


"Wa!"


"Apa sih Chloe ha..ha aku sedang berlari nanti saja ya..."ucap Rain dengan nafas terengah-engah, dia lalu menengok kebelakang sekilas dan melihat ribuan kelelawar mengejar mereka.


Deg!


Rain merasakan tangannya dingin dan dia lalu berhenti berlari dan mengarahkan kedua tangannya kearah kelelawar itu hingga...


Krek!


Sebuah dinding es terbentuk menutupi lubang goa dan memerangkap ribuan kelelawar itu yang ingin menyerang mereka semua.


"Rain kau benar-benar hebat!"puji Saurus melihat kagum dengan kekuatan es yang di miliki Rain.


"Aku tak percaya!aku bisa melakukannya!!"ucap Rain senang.


"Bagus nak, kau berhasil menguasainya ternyata Chloe tadi berusaha memberitahumu untuk mengunakan kekuatanmu oleh karna itu dia berisik."ucap Bagaskara terkekeh melihat hewan mungil itu menatapnya dengan mata bulatnya.


"Terima kasih Chloe, maafkan aku yang tak mengerti bahasa mu itu."ucap Rain memeluk Chloe.


"Uwah!"

__ADS_1


__ADS_2