My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Kau adalah soulmate ku


__ADS_3

Be loyal to those who are absent. By doing so, you build the trust of those present.


Kindness and loyalty are two different things. Therefore we must have both, not just one.


Trust is earned, respect is given, and loyalty is shown. Betrayal of one of them meant the loss of all three.


Setialah kepada mereka yang tidak hadir. Dengan melakukan itu, Anda membangun kepercayaan dari mereka yang hadir.


Kebaikan dan kesetiaan adalah dua hal yang berbeda. Oleh sebab itu kita harus memiliki keduanya, jangan hanya salah satu.


Kepercayaan diperoleh, rasa hormat diberikan, dan loyalitas ditunjukkan. Pengkhianatan terhadap salah satu dari mereka berarti kehilangan ketiganya.


...


"PAMAN!"


Teriakan kelima pemuda itu tertuju pada pria yang baru saja tumbang karna serangan kuat dari iblis itu.


Walau Bagaskara cukup kuat untuk menahan serangan iblis itu tetapi sang iblisĀ  begitu licik dengan diam-diam memasangkan gelang segel yang sama seperti Rain.


Membuat pemuda itu tertawa jahat karna kini kekuatan Bagaskara menjadi lemah.


"Tidak akan ada yang menyelamatkanmu bahkan aku akan membunuhmu hingga reinkarnasi mu selanjutnya!"ucap Ice menyeringai melihat Bagaskara yang berlutut dengan nafas yang terengah-engah.


Iblis itu lalu membuat pedang dari es yang sama seperti Rain, jelas-jelas Ice dan Rain mempunyai kekuatan yang sama akan tetapi karna Ice telah di rasuki sang iblis membuat pemuda itu menjadi jahat dan tak ada yang bisa menghentikannya.


"Bersiaplah atas kematianmu Bagaskara!!!"


Bersamaan itu Ice mengayunkan pedang kearah Bagaskara membuat semua orang panik karna para bayangan menahan mereka untuk menghentikannya akan tetapi...



Duarrr!!!


Semburan es hampir saja membekukan Ice jika saja dia tak mempunyai reflek bagus untuk menghindar.


"Sial!"decih iblis itu tak suka karna ada yang mengganggunya.


Rupanya itu ulah sang naga yang baru saja datang bersama Rain.


"Ayah apa kau baik-baik saja?"tanya Rain khawatir sambil mendekati ayahnya yang masih tak bisa berdiri.


"Ayah hanya sedikit terluka Rain, apa kau menemukan semua permata naga?"tanya Bagaskara.

__ADS_1


Rain mengangguk, dia sudah menemukan semua permata kecuali satu permata yang kini di pegang oleh Ice.


"Ice ini aku sadarlah ku mohon ..apa kau tak mengingat ku?kita pernah bertemu dan kau yang menyapaku pertama kali, lalu kau mengatakan bahwa kita akan menjadi teman dekat suatu saat nanti.


Aku adalah Aiden pemuda bisu yang tak pernah mendapatkan kebahagian atau mendapat kasih sayang dari orang tua tapi saat bersamamu semuanya telah berubah, aku mulai merasakan kehangatannya dan apa itu kesetiaan dari orang terdekatku, kau telah mengajarkanku banyak hal tentang arti persahabatan, kita adalah soulmate yang terpisahkan, bahkan di masa lalu kau menjadi soulmate prince sun, ya itu kita berdua! bahkan di reinkarnasi kita selalu bersama.


Kau juga pernah berkata ketika orang asing berhasil mendobrak kekuasaan atas dirimu dan menjalin hubungan erat itu adalah teman."ucapan Rain membuat yang lain merasakan kesedihan itu, yaitu kehilangan seorang sahabat akan tetapi iblis itu terkekeh seolah ucapan Rain tidak terpengaruh padanya.


"Percuma saja kau memanggilnya atau berusaha mengembalikannya karna jiwanya telah terkurung dalam jurang kegelapan, kau tak akan bisa menyadarkan alam bawah sadarnya karna yang saat ini berkuasa atas tubuh dan kekuatannya hahaha...."ucap iblis itu tertawa.


Rain sedikit terkejut tapi dia menetralkan wajahnya, dia lalu mengangkat tangannya hingga muncul sulur-sulur tanaman yang ingin menjerat tubuh Ice tapi lagi-lagi Ice mampu menghindarinya.


"Apa sebatas itu kemampuanmu sang pemilik naga?"ejek iblis itu.


Garfield membuka mulutnya untuk menyemburkan es, Ice yang menyadari itu segera membuat bola api untuk mengalahkan naga es itu.


"Kau mungkin bisa menang tapi kebajikan lah yang akan terus menang tanpa menbiarkan kegelapan berkuasa di atas cahaya."


Bersamaan itu muncul cahaya biru dari telapak tangan Rain.


Rain rupanya membuat lubang besar dengan pusaran es di dalamnya.



Hingga...


Bruk!


"AAAAAA!!!"


"RAIN!"


Saat iblis itu akan jatuh dalam pusaran es itu Rain menahan tangan Ice.


Entah apa yang di lakukannya tapi membuat yang lain terkejut karna Rain juga akan jatuh jika menahan iblis itu lama.


Sang iblis tersenyum licik, dia lalu mencengkram tangan Rain menarik pemuda itu bersamanya jika ia jatuh kedalam pusaran es itu.


Tanpa sadar cengkraman itu membuat telapak tangannya berdarah karna kuku tajam Ice.


Tapi Rain tak mengabaikan rasa sakit itu.


"Aku tak peduli jika aku mati, tapi aku perduli padamu, ya aku selalu peduli padamu Ice maka sadarlah karna aku tak bisa kehilanganmu!!!sadarlah Ice kumohon!!!"ucap Rain putus asa.

__ADS_1


Tapi seolah ucapan itu terpengaruh pada Ice, hingga cengkraman kuat itu tak sekuat tadi.


Ice memejamkan matanya sambil mengeryit karna merasakan rasa sakit pada kepalanya.


"Sial dia mencoba memberontak, manusia rendahan ini..."ucap iblis itu yang berusaha mengurung jiwa Ice kembali.


Rain yang mendengarnya sedikit senang.


"Dia bukan manusia rendahan iblis!di renkarnasi dia adalah prince moon, pangeran bulan berhati lembut dan selalu menolong orang lain tanpa mempedulikan dirinya sendiri.


Dia adalah temanku!soulmate prince sun! bahkan jika kami berdua mati, persahabatan kami akan selalu abadi!"


Ucapan Rain membuat Ice tertegun, tanpa sadar Ice meneteskan air matanya karna perlahan jiwanya keluar dari perangkap iblis itu, dia sepenuhnya sadar...


Percy yang melihat itu langsung membantu menahan tangan Ice.


"Percy apa yang kau lakukan!"ucap Saurus.


"Kita harus menariknya!ucapan Rain telah menyadarkannya!dia berhasil melawan iblis itu!"ucap Percy.


"Rain..."ucap Ice membuat Rain terkejut.


"Ya ini aku....apa kau benar-benar Ice?"tanya Rain.


"Aku Ice, dan maafkan aku... iblis itu masih berada di dalam tubuhku aku tidak ingin membuatmu terluka lagi."


"TIDAK ICE!!!"


...


Hate will darken life, but love will illuminate it.


Don't lose your true identity because of the power of darkness.


Everyone is a moon, has a dark side that he never shows to anyone.


Maybe you have to know the dark before you can appreciate the light.


Kebencian akan menggelapkan hidup, tetapi cinta akan meneranginya.


Jangan sampai kehilangan jati dirimu yang sebenarnya karena kuasa kegelapan.


Setiap orang adalah bulan, memiliki sisi gelap yang tak pernah dia tunjukkan kepada siapa pun.

__ADS_1


Mungkin kamu harus tahu kegelapan sebelum bisa menghargai cahaya.


__ADS_2