My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Kembali


__ADS_3

The happiness that comes from usurping the rights of others will not last long. One day you can smile, the day after tomorrow you can cry sadly.


Karma moves in both directions. If we act wisely, the seeds we plant will bring happiness. If we don't act wisely, the result will be suffering


You owe yourself all the bad things in life. So don't blame him or anyone else if one day the scars you left are yours.


Kebahagiaan yang datang dari merampas hak orang lain tidak akan bertahan lama. Suatu hari kamu bisa tersenyum,  lusa kamu bisa  menangis dengan sedih.


Karma bergerak ke dua arah. Jika kita bertindak bijaksana, benih yang kita tanam akan membawa kebahagiaan. Jika kita tidak bertindak dengan bijak, akibatnya adalah penderitaan


Kamu berhutang pada dirimu sendiri semua hal buruk dalam hidup. Jadi jangan salahkan dia atau orang lain jika suatu saat bekas luka yang kamu tinggalkan menjadi milikmu.


...


Bruak!


Suara pintu yang di dobrak paksa itu mengejutkan Ice.


Dia melihat kearah pemuda yang masih memejamkan mata di sampingnya.


Ice menghela napas.


"Mungkin ini saatnya aku mengambil peran menjadi seorang kakak yang melindungi adiknya."gumamnya.


Dia lalu keluar dan melihat seorang wanita bergaun putih yang di penuhi warna merah oleh darah menatapnya dengan sorot tajam.


Namun hal itu sama sekali tak membuat Ice takut sama sekali, wajahnya masih datar dan pandangan yang tak terbaca.


"Di mana dia?"


Hanya dua kata itu yang keluar dari mulut wanita itu.


Ice tersenyum tipis.


"Aku tidak tau."jawabnya tenang.


Wanita itu mengerakkan kepalanya hingga berbunyi kretekan tulang, rupanya kepala wanita itu bisa memutar dari belakang ke depan hingga membuat Ice terkejut melihatnya.


Mungkin jika kalian pernah menonton film horor akan terbiasa dengan banyaknya adegan mengerikan di sana.


Namun Ice baru pertama kali melihat itu hingga tubuhnya membeku kaku.


"Aku juga akan membunuhmu.


Setelah kau mati baru bocah itu mati...."ucap wanita itu menyeringai.


Sreeettt!


Meskipun tubuhnya kaku tapi reflek Ice cepat saat wanita itu melempar sebuah pisau kearahnya hingga pisau tajam itu kini tertancap di tembok.

__ADS_1


Entah dari mana dia mendapatkan pisau itu.


"Kau pandai menghindar, apa kau juga bertarung yang hebat seperti guardian itu?"tanya wanita itu lalu mendekati Ice sontak saja langkah pemuda berambut grey itu mundur selangkah.


"Aku jadi ingin menganti tubuh ini."ucapnya.


Ice rasanya ingin berlari tapi dia mencoba memberanikan dirinya namun belum saja tangannya menghajar iblis itu tubuhnya kaku seolah-olah di ikat oleh tali tak kasat mata.


Dirinya sama sekali tak bergerak.


Melihat seringaian wanita itu Ice yakin kekuatan iblis itu yang telah melakukannya, dia sedikit panik.


"Seperti di masa lalu aku akan terus memegang kendali atas dirimu Ice."ucap iblis itu.


"S-sial..."


"BERHENTI!"


Teriakan itu membuat tangan iblis yang ingin mencekik leher Ice berhenti.


Ice membulatkan matanya tak percaya saat Rain berapa di iblis itu dengan memegang sebuah pedang yang terbentuk dari es.


Iblis itu lalu menoleh namun baru saja dia ingin berbicara pedang Rain berhasil menusuk jantungnya.


"Hahaha memang kau bisa membunuhku dengan kini?"ucap iblis itu menatap remeh Rain, walau mulut wanita itu terus mengeluarkan darah segar.


Rain tersenyum.


Berakhir dengan ucapan itu tiba-tiba


Jleb!


"RAIN APA YANG KAU LAKUKAN!!!"


Teriakan karna dia tak percaya bahwa akan melihat di depan mata sendiri Rain menusuk jantungnya sendiri dengan ujung lain dari pedang es itu.


Rain terbatuk dan memuntahkan banyak darah tapi dia tetap tersenyum menghentikan iblis yang tadi tertawa itu.


"Aku sudah mengubah alur ceritanya, bahwa dalam dunia ini Rain tidak pernah mati sampai dia bertemu ajalnya sendiri tapi aku telah membunuhnya dan saat ini kita akan kembali...


Aku akan membawamu kembali untuk tak mengusik Ice!bahkan di dunia fantasy aku juga tak akan pernah membiarkanmu menempati tubuhnya lagi!


Kau tidak akan pernah pantas iblis!"ucap Rain sambil menekan pedang itu dalam dengan mengerakan tubuhnya sendiri hingga dia juga merasakan rasa sakit yang luar biasa.


Tapi dia tak peduli dengan rasa sakit itu, bukankah dia telah mati tiga kali sekarang?


Rain tak pernah peduli dengan takdir, baginya takdir atau nasib tak pernah ada hanya sebuah drama yang telah di rencanakan dan manusia adalah poin semua itu.


Dia sudah menyerah, namun kembali bangkit karna seseorang yang menyayangi kembali, sebutuh atau sehaus apapun dia akan kasih sayang dirinya tau manusia tak pernah puas dengan kesempurnaan atau kebahagian.

__ADS_1


Oleh karna itu dia memilih rasa sakit ketimbang bahagia.


Pernahkah...


Kalian memilih rasa sakit itu?


Bersamaan itu pedang esnya bercahaya tubuh Rain dan wanita itu mulai meluruh ke lantai.


Setelahnya hanya suara jatuh yang mengema di ruangan itu.


Meninggalkan Ice yang tak berhenti memandang sosok Rain yang kini telah pergi meninggalkannya dengan cara seperti ini.


...


Disisi lain.


"Hah!"


Kedua mata pemuda itu terbangun setelah terbangun dari mimpi yang mengerikan, namun dalam hatinya tau hal itu bukanlah mimpi.


Dia memandang sekelilingnya hingga tatapan ya terhenti pada makhluk kecil kini menatapnya lugu.


Rupanya dia telah lama terbaring di atas rumput hingga membuat tubuhnya sedikit kebal.


"Hei Chloe....


Aku sudah kembali."


Ucapannya tertawa saat Chloe melompat kearahnya.


"Wa wa wa!"


"Ah rupanya kau sangat senang dan bahagia hari ini, apa karna aku sudah kembali hm?"


"Wa!"


"Aku tak mengerti ucapanmu, tapi kau adalah hewan yang mempunyai perasaan lembut untuk aku bersandar, tatapan polosmu membuat aku tertarik ke dalamnya kau juga menanggapi ku ketika aku berbicara.


Chloe bisakah saat dia kehidupan selanjutnya kau ada di sampingku?


Seperti kak Azari yang telah berjanji jika aku berada di alur cerita yang berbeda lagi....


Setidaknya kau membuatku tak pernah merasakan kesepian di saat semua orang pergi meninggalkanku atau aku meninggalkan mereka suatu saat."


...


Like a small seed that knows that in order to grow, it must fall into the dirty ground, be covered in darkness and struggle for light.


The journey of life will always pass through a dark tunnel, for that we need to ensure that the light of the heart never goes out.

__ADS_1


Ibarat benih kecil yang tahu bahwa untuk tumbuh, dia harus jatuh ke tanah kotor, tertutup dalam kegelapan dan berjuang untuk mendapatkan cahaya.


Perjalanan hidup akan selalu melewati sebuah terowongan gelap, untuk itu kita perlu memastikan bahwa cahaya hati tidak pernah padam.


__ADS_2