
Ada sebuah pepatah mengatakan. 'Ketidaksempurnaan adalah keindahan, kegilaan adalah jenius dan lebih baik menjadi konyol daripada benar-benar membosankan.' Ada kala aku ingin menjadi gila menulis ketimbang melakukan hal membosankan.
Aku menyukai pertulangan untuk membuat pengalaman, walau aku bukan orang suka pergi keluar atau traveling aku menyukai kebiasaan atau hobiku yaitu menjelajahi dunia literasi dan artikel.
Terkadang manusia mana yang selalu tegas terhadap hidupnya tapi, dari tegas dari hal kecil dia bisa menjadi berbeda dan membuat perubahan kecil.
I fall, I get up, I make mistakes, I live, I learn, I've been hurt, but I'm still alive. I'm human, I'm not perfect. But, I'm grateful.
Saya jatuh, saya bangkit, saya membuat kesalahan, saya hidup, saya belajar, saya telah disakiti, tetapi saya masih hidup. Saya manusia, saya tidak sempurna. Tapi, saya bersyukur.
Dapatkan kau memahami maksud pepatah itu?
...
Ufuk merah telah terlihat, cahaya dari timur mulai muncul.
Matahari telah terbit menandakan fajar yang menyingsing di pertengahan bulan malam yang masih terlihat dan udara sejuk yang kita rasakan di pagi hari.
Di kastil White land.
Hal pertama yang Rain lihat setelah membuka kedua matanya adalah langit-langit atap kastil.
Dia menoleh kearah samping kiri dan kanannya, di mana Percy dan Ice masih terlelap dan dirinya masih dalam posisi tengah agak sulit bergerak karna duo pemuda berotot itu memeluknya.
Dengan tenaga yang masih belum terkumpul Rain berusaha melepas pelukan dua temannya dan berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Dan saat dia melihat wajahnya di kaca wastafel.
"Tunggu....kenapa aku merasa seperti ada yang berubah?atau ini hanya perasaanku saja?"ucapnya sambil menyentuh wajahnya yang lebih putih atau pucat dan rambutnya yang kini berubah menjadi warna putih seperti pasir white land.
"Rain..."hingga suara Percy menyadarkan lamunannya yang masih asik menatap wajahnya di cermin.
"Percy sepertinya ada yang aneh denganku."
__ADS_1
"Huh?eh kenapa kau jadi sangat tampan huh?"
"Benarkah?!"
...
Setelah kejadian beberapa jam lalu akhirnya mereka semua berkumpul di meja makan kerajaan untuk sarapan karna akan melanjutkan perjalanan.
Bagaskara memang sudah menduga perubahan yang terjadi pada putranya itu, karna sihir es Elizabeth mengubah kekuatan Rain menjadi lebih kuat sehingga dirinya sekarang menjadi seperti prince es.
"Kau telah berkembang pesat, kekuatan element es mu makin besar oleh karna itu kekuatan spiritualnya juga mempengaruhi perubahan pada tubuhmu.
Jika yang lain mungkin juga akan sepertimu tergantung element mana yang cocok dengan mereka."
"Aku lebih sering mengunakan element air sih, karna entah kenapa aku juga menyukai element itu atau mungkin karna kekuatan spiritual itu cocok denganku?"tanya Saurus.
"Itu bisa terjadi, setiap guardian memiliki keunikan masing-masing, kita memang di beri kekuatan beberapa element yang bisa kita kuasai karna kita juga mahir mengunakan kekuatan spiritual itu.
Tapi ada beberapa element yang akan menyatu dengan tubuh kita saat salah satu elemen itu cocok dengan kita. Dan jika itu terjadi maka kita bisa membuat kekuatan spiritual yang lebih besar dan kuat."ucap Bagaskara menjelaskan.
"Jadi apa paman memiliki kekuatan element spiritual itu?"tanya Naries penasaran.
"Ya sepertinya kita harus sering melatih kekuatan spiritual itu untuk memancing kekuatan element itu keluar, dan hanya Rain yang sudah melakukannya."ucap Zai.
"Wah kau hebat Rain!kau memang cocok sekali menjadi seorang guardian!"ucap Grass membuat Rain malu mendengar pujian kakaknya itu.
"Tapi aku masih belum kuat seperti kalian, dan terkadang kalian lah yang sering melindungi ku di banding aku."ucap Rain membuat mereka terdiam
"Apa yang kau katakan huh?justru kau itu sangat kuat!apa kau tak ingat waktu kau mengalahkan iblis itu demi melindungi semua orang?dan apa juga kau lupa soal dimensi dunia yang membawa kita bertransmigrasi tapi kau berhasil mematahkannya dan membawaku kembali ke dunia fantasy?!"ucap Percy memecah keheningan itu.
"Kau juga cerdas seperti Naries, saat kami kehilangan tenaga kau menyarankan untuk menggabungkan kekuatan batu tujuh permata naga.
Dan kita berhasil mengalahkannya!ya kita berhasil karna ide brilian mu itu!"ucap Saurus.
"Kau juga yang telah menyadarkanku saat aku di rasuki oleh iblis itu Rain.
Memang sulit untuk melawannya, tapi kau terus berusaha memberitahuku bahwa diriku bisa dan akhirnya aku mampu melawan iblis itu berkat dirimu."ucap Ice.
__ADS_1
Rain diam.
Dia tak mengerti.
Apa salahnya ketika seorang manusia sepertinya berusaha untuk lebih baik lagi tapi dia masih tak percaya pada dirinya sendiri.
Dia mengatakan itu karna ingin mencari apa itu yang di namakan kesempurnaan.
"Tidak ada salahnya kamu mencari kesempurnaan dalam diri sendiri, tapi kamu akan lebih mudah untuk merasakan kebahagiaan dengan menerima kekuranganmu daripada mencari bahagia dengan berusaha menjadi orang yang sempurna.
Karna tidak semua orang terlahir sempurna atau lebih tinggi di saat dia tak tau siapa jati dirinya dan mengetahui batasnya, jangan sampai kamu membiarkan pikiran itu terus merusak hatimu yang menginginkan kedamaian sejenak,kita semua memiliki batas kemampuan walau kita bukan manusia atau tinggal di bumi.
Tapi dunia ajaib itu juga mempunyai kelemahan tanpa tujuh permata naga."
Tiba-tiba ucapan Bagaskara masuk kedalam indra pendengarannya.
Ya sebuah kata-kata yang mampu menyadarkannya untuk berhenti menjadi orang ceroboh.
Karna orang yang tergesa-gesa menginginkan sesuatu sama sekali tak menginginkan atau mendengarkan nasehat orang lain.
"Maaf kan aku ayah..."
"Kau tidak pernah melakukan kesalahan apapun Rain, kenapa kau meminta maaf?"
"Jika benar aku tak melakukannya, kesalahan kecil atau besar tidak masalah bagiku untuk terus meminta maaf duluan di banding menunggu seseorang yang mengucapkannya. Aku meminta maaf aku terlalu terburu-buru mengambil keputusan dan terima kasih telah menyadarkanku semuanya."
...
Sometimes your joy is the source of your smile, but sometimes your smile can be the source of your joy.
Remember, anything worthwhile that you want requires you to break through short-term pain to gain long-term pleasure.
Don't cry because it's over, smile because it happened.
Terkadang kegembiraanmu adalah sumber senyummu, tapi terkadang senyummu bisa menjadi sumber kegembiraanmu.
Ingat, apa pun yang Anda inginkan yang berharga mengharuskan Anda untuk menerobos rasa sakit jangka pendek untuk mendapatkan kesenangan jangka panjang.
__ADS_1
Jangan menangis karena sudah berakhir, tersenyumlah karena sudah terjadi.