
Ketujuh guardian itu akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk istirahat yaitu sebuah goa kecil yang cukup dengan empat orang di dalamnya sangking kecilnya.
Untuk waspada mereka akan bergiliran untuk berjaga di depan goa dengan tiga orang penjaga.
Naries sudah membagi kelompoknya masing-masing, karna mereka di suatu tempat yang cukup gelap dan minim cahaya matahari mereka tidak tau apa ini malam atau masih siang.
Tapi Saurus menyuruh mereka tidur saja bergantian dalam goa itu karna mereka semua cukup letih dengan kejadian tadi.
Terutama kelompok Rain yang mendapat giliran setelah kelompok Percy, Ice, dan Zai.
Jadi dalam goa itu terdapat empat orang yaitu Rain, Grass, Naries dan Saurus sementara yang lain berada di luar.
Dengan keadaan seadaanya mereka tidur dengan posisi berbaring berjejer.
Saat Rain menutup matanya dan mulai berada dalam alam bawah sadarnya.
Tanpa dia sadari bahwa dia mendapat suatu pesan dalam penglihatan.
Ya sebuah penglihatan baru.
Entah bagaimana dirinya berada di sebuah tempat yang sangat gelap, tanpa tau arah Rain terus berjalan untuk mencari jalan keluar dari tempat tsb.
Tetapi saat dia keluar, dia menemukan sebuah tempat reruntuhan seperti habis terkena ledakan besar.
Apa ini bumi?pikirnya karna tempat itu mirip sekali dengan bumi.
Dia sana banyak reruntuhan bangunan, dan Rain berjalan ke arah tangga di mana bangunkan itu telah runtuh.
Di atas saja, dia merasa ada yang menariknya untuk melihat ke bawah dan benar saja dia melihat sesuatu di antara reruntuhan itu.
Sebuah tubuh yang terbujur kaku di atas bagian bebatuan, hingga kilat dari langit yang mendung membuatnya bisa melihat jelas sosok itu.
Sosok itu...
Rain terpaku dengan apa yang ada di depannya
Kenapa dirinya?
Itu adalah dirinya sendiri.
Apa dia benar-benar telah meninggal?
__ADS_1
Di saat dia termenung, samar-samar dia mendengar suara geraman seperti hewan buas.
Dia perlahan menoleh kebelakang dan melihat ruangan gelap yang muncul penampakan dua mata berbeda menatapnya dengan sorot tajam.
Apa itu?
Dan siapa yang telah membunuhnya?
...
"Rain bangun!"
Grass menggoyangkan tubuh Rain hingga membuat anak itu langsung tersentak dalam tidurnya.
"Ah maafkan aku, apa kau sangat terkejut ya?"ucap Grass merasa sangat bersalah dengan cara dia membangunkan Rain.
Tapi pemuda itu hanya diam ketika Grass menanyainya lalu suara Saurus menginterupsi mereka.
"Ayo sekarang giliran kita yang berjaga di luar."ucap Saurus.
Keempat pemuda itu lalu keluar dari goa dan bertemu dengan yang lain.
"Tapi sebuah tempat yang tenang bisa membuat kita lengah dan berada dalam bahaya yang tak dapat kita duga sama seperti air yang tenang tapi tanpa tau ada buaya yang sedang mengintai kita di dalam air."ucap Naries.
"Ya Naries benar kita harus hati-hati di tempat asing ini."
Mereka semua lalu mengangguk mengerti dan menjalankan tugasnya.
Saat berada di luar Rain menjadi banyak diam walau Saurus dan Grass terkadang mengajaknya ngobrol untuk menghilangkan rasa kebosanannya membuat Naries sedikit curiga.
"Rain...hei Rain apa kau mendengar kami?"
Tepukan Naries akhirnya menyadarkan anak itu dari lamunannya.
"Kau tampak tak fokus apa tubuhmu masih letih?"tanya Naries.
"Tidak aku baik-baik saja."jawab Rain.
Naries menghela napas lalu menatap lekat pemuda yang jauh lebih darinya itu.
__ADS_1
"Sekarang aku bertanya, dan kau harus menjawabnya dengan jujur bisa kau ceritakan seperti apa penglihatanmu saat kita berada di dalam tenda merah itu?"
Pertanyaan Naries tepat sasaran hingga membuat lidah Rain kelu untuk menjawab tapi dirinya juga tak mau berbohong.
Karna bagaimanapun persahabatan di dasari oleh kejujuran untuk menimbulkan rasa saling percaya dan setia.
Ketika salah satu mereka berada dalam masalah pasti akan bersandar pada yang lain begitu dengan yang lain akan melakukan hal sama untuk meringankan apa yang telah di lalui dari hari terberatnya.
Rain akhirnya mulai membuka suara untuk menceritakan penglihatan pertamanya waktu dia membuka kartu tarot itu.
Yaitu penglihatan yang sudah terjadi dan di alami oleh mereka saat berada di gurun pasir itu.
Naries, Grass, dan Saurus mendengarkannya dengan seksama.
Ya yang lebih tua memang harus membimbing dan menjaga yang muda tapi yang lebih muda juga berlaku sama dengan menghormati dan percaya pada seseorang yang memberinya nasehat untuk kebaikannya.
Kita semua tak tahu jelas kapan waktu kematian dan takdir seseorang bertemu dengan secara sengaja, oleh karna itu kita harus senantiasa untuk tetap menerapkan prinsip pendekatan yaitu memperhatikan dan mendalami makna sebuah nasehat.
Agar kita berhasil menerapkannya atau mempraktekkannya dalam hidup tapi berani mencoba adalah hal besar dan patut di contoh dari pada takut pada sebuah kegagalan atau jatuh dari pada kau menunggu suatu ketidakpastian karna kau hanya berdiam.
"Aspek kehidupan selama manusia tetap bernafas maka akan tetap berjalan, waktu tak pernah tidur atau berhenti, dia terus bekerja.
Ada kala setiap usaha orang atau orang yang memboroskan waktu itu sama tapi berbeda dalam hal lain. Yaitu kau telah mencapai puncak sementara orang di bawahmu sibuk menilai mu tapi ketika ada takdir kejutan yang membalikkan keadaan saat kau lengah sekarang dia yang mencapai puncak sementara kau kembali ke bawah.
Manusia bisa kuat dan pintar karna tekad, tidak ada yang terlahir sempurna.
Kita memang harus memakai waktu dengan sebaiknya karna hal lalu tak bisa di perbaiki tapi setiap orang memiliki perasaan bebasnya saat dia beristirahat, karna kita bukan bagian dari poros kehidupan tapi waktu berharga dan kenangan lah yang menjadi bahan seperti baterai yang mengisi jam untuk terus mengingat kan kita pada waktu yang tepat.
Itu adalah sebuah pepatah yang sering kita dengar ' manfaatkan waktumu dengan sebaik mungkin'...."
...
Although different, every human being still has the same needs. Mutual respect is the key to harmony.
Every togetherness will surely end, but the happiness will remain eternal in the memories inscribed by mutual respect.
Life will be beautiful if we respect each other. Perfection belongs only to God, let's learn to respect each other with a perfect mind that God has bestowed.
Walaupun berbeda, setiap manusia tetap memiliki kebutuhan yang sama. Saling menghargai itu kunci keharmonisan.
Setiap kebersamaan pasti akan berakhir, tapi kebahagiaannya akan tetap abadi dalam kenangan yang ditorehkan oleh saling menghargai.
__ADS_1
Hidup ini akan indah bila kita saling menghargai satu sama lainya. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, mari belajar saling menghargai dengan sebuah akal sempurna yang telah Tuhan anugerahkan.