
Grass berjalan kearah Rain dan merangkul anak itu tiba-tiba hingga membuat sang empu terkejut.
"Rain aku ingin menunjukkan sesuatu maukah kau ikut denganku?"tanya Grass dengan senyuman cerah.
Grass adalah tipe friendly terhadap semua orang, terkadang orang sepertinya bisa menjadi moodboster atau pelipur lara bagi duka, namun tak dapat di pungkiri setiap orang mengalami jalan ceritanya masing-masing.
"Kak Grass mau mengajakku kemana?"
"Hanya suatu tempat di sekitar sini, boleh kan paman?"ucap Grass bertanya pada Bagaskara.
Sementara Bagaskara hanya mengangguk mengizinkan.
"Aku mau ikut!"
Percy yang tak mau ketinggalan lalu mendekati dua kakaknya itu.
Melihat itu wajah Grass sedikit masam karna Percy adalah orang yang sering menjahilinya.
"Maaf hanya cukup orang berdua."ucap Grass.
"Huh?kau kira aku akan menurutimu kak?aku akan tetap ikut untuk menjaga kakak beruang ku dari mu."ucap Percy dengan percaya diri.
Grass memasang wajah pasrahnya, dia memang tak bisa mengatasi adik kelincinya jika mode keras kepala.
Dan apa-apaan itu?
Menyebut Rain kakak beruangnya?
Tapi nama itu lucu sih.
Tak mau berdebat dengan Percy akhirnya Grass memperbolehkan anak itu ikut, entah kenapa semenjak ada Rain, Percy jadi sering menempeli pemuda bermata biru itu kemana-mana, anak itu seolah tak mau kalah dengan hewan kecil yang selalu berada di dalam saku Rain bernama Chloe itu.
"Ingat jangan jauh-jauh atau Zai akan menghukum kalian bertiga."ucap Naries sedikit memberikan petuah sekaligus ancamannya.
Zai merasa ada namanya menatap binggung Naries.
"Kenapa aku?"tanya Zai.
"Kau pendiam tapi kalau kau marah lebih menyeramkan di banding kak Saurus."jawab Naries membuat Saurus tak terima.
__ADS_1
"Apa maksudmu? jadi aku sering marah-marah begitu?"
Mendengar ucapan Saurus membuat Naries kikuk, karna jika dia membuat kakak satunya itu marah maka telinganya tak akan selamat dari omelan panjang Saurus.
"B-bukan itu kak..."
Sedangkan Percy hanya menatap datar hal itu, sebelum dia ikut mendengarkan omelan Saurus dia dengan cepat menarik dua tangan kakaknya hingga Grass dan Rain mengikutinya.
...
"Wah tempat ini sungguh indah!"decak Rain kagum karna dia baru pertama kali melihat pohon besar dengan cahaya ungu di setiap daun dan ranting pohon itu.
"Ini adalah pohon harapan."ucap Grass.
"Pohon harapan?"
"Ya apapun permintaan bisa kau utarakan disini, biasanya pohon ini adalah komunikasi kita bagi naga agar dia mau mendengarkan permohonan kita dan juga beberapa manusia bisa ketempat ini dalam mimpi mereka."jelas Percy.
"Saat kecil aku ingat aku pernah meminta untuk mengunjungi dunia manusia karna penasaran dengan aktivitas yang mereka lakukan, dan saat aku tidur aku bermimpi berada di sana melihat pemandangan luar biasa dan penuh dengan benda tinggi dan besar!"ucap Grass.
"Sekolah?benda apa itu?"tanya Percy penasaran.
Rasanya Rain ingin tertawa melihat dua wajah pemuda di depannya yang kini menampilkan wajah lugu dan tatapan polos seakan penasaran dengan hal baru.
"Sekolah adalah tempat anak manusia belajar menimba ilmu, di sana mereka mempelajari sesuatu, bersosial dengan orang lain dan bermain."
"Wah sepertinya itu tempat yang menyenangkan, apa Rain pernah kesana?"tanya Grass membuat Rain terdiam.
"Rain..."
"Aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya itu sekolah atau berteman dengan orang lain selain kesepian."ucap Rain tersenyum.
Grass dan Percy saling berpandangan dan menatap bersalah ke arah Rain.
"Maafkan aku..."
"Maafkan Percy juga karna tak seharusnya mengungkit hal-hal bodoh itu."
__ADS_1
"Tidak apa-apa, disini aku bisa melupakan semuanya walaupun dunia itu adalah tempat lukaku tapi dia adalah rumah lama yang sedikit kurindukan."ucap Rain jujur.
"Kau benar Rain, sejatinya kita tak bisa melupakan di mana tempat kita lahir dan hidup, setiap kebenaran adalah hal menyiksa akan tetapi ketika kau memilih menghadapi dunia dan tak berlari dari masa lalu kau sungguh orang yang luar biasa!"puji Grass membuat Rain tertegun.
"Kau adalah adikku, jadi marilah kita berbagi luka dan bahagia bersama, di tempat ini kita adalah teman, suadara dan keluarga, begitu halnya ketika pengemis membangun tempat bernaung dari bahan seadaanya kita akan tertawa dengan cara sederhana."lanjut Grass.
Rain sangat tersentuh dengan ucapan Grass yang bisa sebijak Naries begitu halnya Percy yang merasakan perasaan sama.
Mereka adalah keluarga yang saling menguatkan kelemahan bahkan kekuatan manapun tak akan bisa mengalahkan atau merobohkan mereka meskipun musuh tau kelemahan mereka karna itu lah yang di sebut ketulusan dari kasih sayang.
"Terima kasih kak Grass..."
"Ya adik ku."
"Kenapa kita berpelukan ala Teletubbies?"ucap Percy membuat mereka berdua tertawa.
"Badanmu kan paling besar dan bongsor kenapa tak lebih dulu memeluk kami?"
"Aku maafkan kali ini karna kau memanggilku bongsor setelah petuah bijak mu itu."
Percy lalu memeluk kedua kakaknya, jika kalian bertanya apa Percy memimpikan hal ini maka jawabannya adalah benar karna bagaimanapun Percy tak memiliki orang tua begitu halnya dengan kakaknya yang lain mereka di besarkan dengan kemandirian dan kasih sayang dari kedua orang tua Rain.
Hal itulah membuat jasa ibu dan ayah Rain itu mereka ingat seumur hidup,
Mereka adalah pemuda biasa dan sederhana tetapi prinsip guardian mereka adalah akan membalas budi kebaikan besar atau sekecil apapun dengan melindungi putra satu-satunya dari dua orang baik itu yaitu Rain.
Di tengah itu Rain melihat sebuah batu aneh yang menarik perhatiannya, apalagi dia melihat sekilas cahaya berwarna ungu dari batu itu.
"Batu itu bercahaya?"ucapan Rain membuat yang lain menatap kearah Batu besar berbentuk persegi panjang dan mungkin jika salah satu dari mereka berbaring di sana akan cukup karna batu itu seukuran manusia.
"Itu adalah batu kutukan."
"Batu kutukan?"tanya Rain binggung mendengar ucapan Percy.
"Ya batu itu di gunakan untuk memindahkan jiwamu ke jiwa orang lain yang telah mati atau kebalikan dari itu ketika kau mempunyai jiwa sama dengan orang lain seperti seorang soulmate maka kau bisa membunuh dirimu dan membuat soulmate mu juga terbunuh karna batu itu mengikat hubungan kuat antara kalian."ucap Percy panjang lebar.
"Intinya batu kutukan itu seperti jalan pintas untuk seseorang yang ingin bunuh diri, karna itu kami menyebutnya batu kutukan karna kekuatan spritual batu itu sangat aneh Rain."
Grass melanjutkan ucapan Percy.
__ADS_1
Tanpa mereka berdua sadari Rain diam-diam tersenyum entah senyumannya itu di artikan sebagai apa.