My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 23 Mengambil Alih Kontrak


__ADS_3

Manajer Willie tidak terima dengan apa yang barusan diucapkan oleh Mark padanya. Baginya tak ada yang tak bisa ia miliki di dunia ini ataupun taka ada yang tak bisa ia negosiasikan.


“Bagaimana jika aku akan bicara dengan teman Jimmy secara langsung ?” manajer Willie menawarkan pilihan lain pada Mark.


“Tapi tuan meskipun nanti anda berhasil membujuk tuan Jimmy aku tetap tidak akan menjual Fiona padamu, maafkan aku.” Mark tetap teguh pada pendiriannya karena bagaimanapun juga ia menyayangi Fiona sebagai barang berharga miliknya.


“Hmm...” manajer Willie kembali diam dan memikirkan sebuah cara. “Tuan Mark begini saja jika aku sudah berhasil membujuk tuan Jimmy, maka biarkan aku mempekerjakan Fiona di kantor ku.” pria itu juga bersih keras karena tak mau melewatkan peluang emas di depannya begitu saja.


“Rudolf sekarang antar aku ke butik G. M.” ucap manajer Willie menatap asisten di sampingnya kemudian sambil berjalan meninggalkan Mark.


“Manajer Willie... tunggu.” Mark belum menyetujui hal itu sembari mengejar pria tersebut namun sayang ternyata ia sudah duduk manis di mobil keluar dari pameran lukisa. “Oh aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh manajer Willie.” Mark kembali masuk ke galeri karena gagal mengejar pria tersebut.


“Fiona benar-benar luar biasa meskipun dalam wujudnya itu para pria pun masih tertarik padamu.” gumam Mark saat melewati Fiona dan berlalu meninggalkannya karena di sana masih banyak pengunjung.

__ADS_1


Mobil yang membawa Manajer Willie pun tiba di butik G.M.


“Aku ingin bertemu dengan tuan Jimmy pemilik dari butik ini.” ucapnya pada seorang pelayan begitu masuk ke sana.


“Maaf apa anda sudah ada janji dengan tuan Jimmy sebelumnya, tuan ?” tanya pelayan itu karena tak mudah menemui owner dari butik ini dan di pastikan tuan Jimmy takkan sembarangan menemui seseorang.


“Bilang saja manajer Willie dari Stark Model ingin bertemu dengannya.”


“Baik, tuan.” mendengar kata Stark model saja pelayan tadi terlihat ketakutan dan segera masuk ke dalam untuk menemui owner dan memberitahukan padanya.


“Tuan Jimmy apa kabar ?” Pria itu menjabat tangan owner butik. “Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu.” ia pun segera menyampaikan maksud kedatangannya ke sana adalah untuk menggantikan tuan Jimmy sebagai penyewa Fiona.


Tuan Jimmy tak menyangka saja ternyata ada orang lain yang juga menginginkan Fiona selain dirinya. “Maaf tuan, aku menolaknya.”

__ADS_1


Terang saja owner butik tersebut menolak karena omsetnya sekarang ini bukan 50% lagi atau berapa persen lagi namun naik dua kali lipat sejak adanya Fiona dibutiknya.


“Tuan Jimmy... jika anda bersedia memberikan alih penyewaan Fiona padaku maka aku akan memberikan kompensasi yang menggiurkan pada anda.” manajer Willie tak kehabisan akal dan berupaya membujuk pria itu.


“Aku akan memberikan beberapa desain dari desainer ku pada butikmu jika kau mau bekerja sama denganku.”


Pria itu terus membujuk dan memberikan iming-iming yang menjanjikan yang membuat tuan Jimmy pun tersenyum lebar di depannya.


“Senang sekali bekerja sama dengan anda manajer Willie.” jawab tuan Jimmy pada akhirnya dengan segala pertimbangan yang akan menguntungkan butiknya.


“Ini surat kontrak nya untuk anda.”Manajer Willie kemudian segera membuatkan surat kerjasamanya lalu menyerahkannya pada owner butik tersebut.


“Rudolf sekarang antar aku kembali ke tempat pameran galeri lukisan berlangsung.” setelah urusannya dengan tuan Jimmy selesai, maka pria itu beralih menatap asisten di sampingnya dan segera keluar dari butik tanpa menunggu jawaban dari asisten nya.

__ADS_1


“Baik, tuan.” Rudolf segera berjalan mengikuti tuannya lalu mengantarnya Kembali menuju ke tempat pameran lukisan yang masih berlangsung.


__ADS_2