My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 44 Ide Mengalir


__ADS_3

Fiona pertama bingung pada ucapan tuannya barusan. beberapa menit yang lalu banyak itu sedih dan tak bisa melukis. Sekarang ketika mood-nya kembali malah dia juga tak bisa melukis. “Apa ada yang salah dengan metode yang kulakukan untuk mengembalikan mood-nya ?”


Fiona mempertanyakan pada dirinya sendiri dan kembali berpikir mencari solusi dari permasalahan tuannya.


“Sebenarnya apa yang membuatnya sangat senang dan tiba-tiba nge-blank ?” batin Fiona masih tak mengerti jalan pikiran lelaki pada umumnya.


“Tuan cobalah masuk ke ruang kerjamu dan aku akan menemanimu juga membantumu melukis.”hanya itu saja yang bisa diucapkannya karena tak tahu lagi Apa yang bisa dilakukan untuk membantu tuannya.


Mark yang mood-nya sudah kembali mengikuti saran dari Fiona dan masuk ke galerinya mencoba untuk melukis.


“Ini tuan kanvas juga kuasnya.” Fiona segera menyerahkan dua benda itu yang langsung diterima oleh Mark.


Mark memejamkan matanya sambil tersenyum sebelum mulai melukis. Tiba-tiba saja dia mendapatkan inspirasi mendadak kemudian cara menggoreskan kuasnya.


“Apa yang tuan lukis ?” Fiona penasaran dan mengintipnya.


“Tidak bisa. Kau tidak boleh melihatnya sekarang.” Mark memutupi kanvasnya agar Fiona tak bisa melihat apa yang dia lukis. “Nanti setelah selesai akan ku tunjukkan padamu.”


Fiona pun semakin penasaran namun tentu saja ia tak berani melanggar perintah tuannya dan terpaksa hanya duduk diam menunggunya saja.

__ADS_1


“Tuan, sudah belum ?” tanya Fiona merasa menunggu lama karena biasanya tuannya itu melukis tak lebih dari satu jam.


“Hampir selesai, tunggu sebentar lagi.”


Lima menit kemudian Mark menaruh kuasnya. Fiona yang tak sabar menggeser duduknya lebih mendekat dan melihat lukisan itu sebelum tuannya menunjukkan pada dirinya.


“Tuan bagus sekali lukisan mu meski pun kau bilang tak ada ide.” sorak Fiona melihat lukisan sepasang kekasih yang sedang berdansa. “Apakah tuan terinspirasi setelah tadi latihan berdansa denganku ?”


Mark tersenyum lebar mendapatkan pertanyaan dari Fiona dimana sebenarnya ia melukis mereka berdua, namun ia menyamarkan wajahnya dan membuatnya blur.


“Sepertinya ini memang karena dirimu yang menginspirasiku dan muncul ide seperti ini begitu saja.”


“Kau boleh melihat lukisanku kali ini.” Mark mengambil kanvasnya dan mencelupkan ke cat air. Pria itu menggoreskan kuas sesuai dengan perasaannya kali ini.


“Aku suka lukisan tuan kali ini.” ucap Fiona setelah pria itu menyelesaikan satu lukisan.


Lukisan yang dilukis oleh Mark kali ini masih sepasang kekasih yang terlihat manis sekali dan seperti nyata saja.


“Aneh sekali Kenapa hari ini semua lukisannya bertemakan romance seperti itu ?” batin Fiona bingung tapi tak berani bertanya takut membuatmu tuannya hancur seketika dengan pertanyaannya dan membuat pria itu gagal melukis kembali.

__ADS_1


Mark kembali melukis beberapa lukisan saat ide mengalir dengan deras dalam pikirannya.


“Fiona besok kau harus bekerja maka Istirahatlah sekarang.”ucap Mark tiba-tiba setelah menyelesaikan 7 lukisan.


Saat itu Fiona memang sudah mengantuk, “Ya, tuan. Maaf aku tak bisa menemanimu sampai selesai.”


“Oke, tak apa.” jawab Mark menoleh ke belakang menetap punggung Fiona yang kemudian menghilang dari pandangannya.


“Jika tak ada dia maka aku bisa bebas melukis juga mengungkapkan semua isi hatiku.”


Mark kemudian kembali melukis namun kali ini dia benar-benar melukis Fiona. Bukan, tepatnya ia melukis dirinya mencium bibir Fiona.


“Oh... aku mengantuk. Lukisan ini besok pagi sekali akan kusembunyikan dari Fiona.” Mark keluar dari galeri kerjanya sambil menutup mulutnya yang terus menguap menuju ke kamar.


Dua jam setelahnya Fiona terbangun karena merasa ingin buang air kecil. Ia pun pergi ke toilet.


“Apa saja yang tuan lukis tadi selama aku tidur ?” gadis itu penasaran saat kembali di ridhoi dan melewati ruang kerja tuannya.


Ia pun masuk sebentar untuk melihatnya. Ia mulai semoga satu lukisan yang terdapat di paling ujung.

__ADS_1


“Ini lukisan apa ?” Fiona terkejut melihat lukisan itu adalah dirinya dengan tuannya yang sedang berciuman.


__ADS_2