My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 51 Kembali Melukis


__ADS_3

Mark kemudian segera melepaskan Fiona yang sudah berubah menjadi patung lilin kembali juga melepaskan tautan bibir mereka.


“Elvis ?” Mark segera menoleh ke samping menatap temannya itu dengan salah tingkah namun mencoba untuk tetap tenang.


“Mark apa yang kau lakukan dengan patung lilin mu ?” ucapnya sembari menghampiri temannya itu juga menatap ke arah Fiona yang kancing atas bajunya sudah terbuka. “Apa dia sampai putus asa seperti itu hingga mencumbu sebuah manekin ?”


“Mark kau yakin tidak perlu pergi ke psikiater ?” tanya Elvis memberanikan diri.


“Kau salah paham dengan yang kau lihat barusan. Aku masih normal dan tak perlu pergi ke sana.” sanggah Mark tugas meskipun sebenarnya dia menyembunyikan rasa maunya. “Btw ada apa kau malam-malam kemari ?” langsung mengalihkan topik pembicaraan agar tidak membahas hal yang tadi yang menurutnya sangat memalukan.


“Mm... aku mau mengajakmu makan malam.” jawab Elvis dengan mata yang menatap ke sekitar entah mencari apa.


“Bukannya aku menolak ajakan mu kali ini tapi barusan aku sudah makan dan sekarang sudah kenyang.” Mark berkata jujur setelah beberapa waktu yang lalu memakan masakan Fiona.


“Yah tak masalah jika begitu padahal sebenarnya aku ingin mengajakmu bersenang-senang karena lukisan ku berapa waktu ini laku keras.” Elvis sama sekali tidak terlihat kecewa dan ia pun segera berpamitan setelahnya.

__ADS_1


“Aku menyangka jika Mark mulai terkena mental disorder karena tak punya kasih sampai-sampai mencumbu manekin seperti itu.”gumam Elvis saat ia sudah berada di mobil dan melaju di jalanan namun masih terpikirkan pada aksi Mark. “ck... tapi bagus jika mentalmu terganggu maka kau tak akan bisa melukis dan itu kesempatan bagus untukku.” ia justru senang rivalnya bisa jatuh tanpa perlu ia menyingkirkannya.


“Tuan, kenapa Elvis itu selalu datang tanpa permisi dan mengganggu saja ?” ucap Fiona setelah pintu terkunci dan kembali ke wujud manusia.


“Aku juga tidak tahu kenapa dia sering datang di saat yang tidak tepat.” balas Mark tak ingin membahas hal itu lagi dan mencoba untuk meneruskan aksinya yang sempat terhenti. “Jadi Fiona kau bersedia menjadi kekasih ku ?” kembali ke topik awal.


Fiona yang pikirannya sempat teralihkan mencoba kembali fokus ke masalah mereka berdua.


“Tuan yakin mau menjalani hubungan kasih dengan ku yang hanya seorang patung lilin ini ?” tegas Fiona kembali sebelum pria itu menyesal dan ia tak mau membuat tuannya itu bersedih.


Fiona mengangguk yang membuat Mark tersenyum lebar.


“Jadi sekarang kau adalah kekasih ku.” Fiona kembali mengangguk dan tak bisa berkata-kata.


Mark memeluk kembali Fiona dan langsung mendaratkan ciuman di bibir merahnya.

__ADS_1


“Tuan sekarang cobalah melukis aku akan menemani mu melukis.”


ucap Fiona terserah tautan bibir mereka terlepas dan wajahnya masih memerah.


“Mark. Panggil aku Mark tanpa sebutan tuan di depannya.”


“Ya.” Fiona mengangguk lalu segera pergi dari sana masuk duluan karena galeri Mark.


“Tunggu Fiona.” Mark mengejar gadis itu masuk ke galeri dan terlihat bersemangat.


“Tuan... maksud ku Mark, cobalah melukis.” Fiona terlihat Canggung saat mengambil dan menyerahkan kanvas beserta kuas pada pria tersebut.


Mark menerima pemberian Fiona dan segera menyapukan kuasnya. Entah kenapa rasanya kali ini ide begitu mengalir deras dalam pikirannya, membuatnya kembali bisa melukis meskipun sering kali dia menatap ke arah Fiona, menatapnya intens.


“Astaga ada apa dengan lukisan mu ?” Pekik Fiona terkejut melihat lukisan pria itu yang sangat berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2