My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 56 Elvis Kabur


__ADS_3

Mark duduk termenung di sofa ruang tengah setelah melihat rekaman CCTV tadi.


“Ternyata kecurigaan Fiona selama ini pada artis ada benarnya.”


Ia teringat kembali beberapa waktu yang lalu Fiona sudah memperingatkannya berkali-kali namun tak pernah ia mempercayainya, dan kini semua ucapannya itu terbukti.


Ternyata polisi tadi setelah pergi dari tak langsung kembali ke kantor polisi namun ia menuju ke rumah Elvis dengan membawa barang bukti untuk penangkapan.


Elvis saat itu sedang duduk santai menikmati menu sarapan pagi yang mewah tak seperti biasanya.


“Aku seperti mendengar mobil berhenti di depan.”


Pria itu kemuliaan benar makanannya dan berjalan menuju ke ruang tamu.


“Polisi ?!” pekiknya terkejut saat melihat dari balik gorden yang datang bukanlah tamu biasa.


“Kenapa polisi itu kemari ?” gumamnya lagi masih mengamati dan menatap polisi itu membawa sesuatu seperti sebuah rekaman.


“Celaka, apakah aku sudah ketahuan melakukan pembakaran galeri Mark ?” seketika ia panik. “Tidak, aku tidak mau tertangkap olehnya.”


Elvis pun segera berjalan cepat setelah berlari lalu menuju ke pintu belakang dan keluar dari sana bersembunyi di kandang kalkun tetangga sebelah.


tok-tok


Polisi tiba di depan pintu dan mengetuknya. Sudah tiga kali ia mengantuk pintu namun tak ada respon juga.


“Tuan Elvis ini dari kepolisian.” karena masih tak ada respon juga maka polisi itu menerobos masuk ke rumah.

__ADS_1


“Tuan Elvis...” panggil polisi tadi setelah masuk ke dalam rumah. “Kemana dia ?”


Karena tak ada respon maka polisi itu terus masuk dan memeriksa setiap ruangan yang ada di rumah itu.


“Dia tak ada di manapun di rumah ini. Apa dia sedang pergi ? Atau mungkin kabur dari rumah ini ?”


Polisi berhenti di depan pintu belakang yang juga tidak terkunci seperti pintu depan. Ia pun menuju ke ruang belakang dan tak ada apapun di sana.


“Baiklah mungkin dia kabur.” ucapnya saat berhenti di ruang tengah dan mendapati sebuah hidangan yang masih hangat namun di tinggalkan.


Polisi tadi kemudian keluar dari rumah Elvis setelah menghubungi rekannya dan menyampaikan juga target mereka lolos.


“Sepertinya polisi sudah pergi.” gumam Elvis bernafas dengan dada setelah mendengar suara mobil keluar dari rumahnya.


Elvis kemudian melompat turun dari kandang kalkun milik tetangga karena semua kalkun di sana menjadi berisik setelah kedatangannya.


Elvis mengendap-ngendap masuk ke rumah setelah memastikan kondisi memang aman.


“haah.” ia menarik nafas berat. “Jadi aku tak bisa berlama-lama lagi di sini pergi.” gumamnya masih dengan tubuh gemetar dan khawatir polisi akan segera kembali ke rumahnya dalam beberapa saat lagi.


Elvis membawa semua lukisannya juga beberapa helai baju ganti yang ia masukkan dengan cepat ke bagasi mobil lalu meluncur dari sana dengan cepat entah ke mana tujuannya.


Sore hari Mark mengendarai mobilnya menuju ke Stark Model untuk menjemput Fiona.


“Ini tuan, Fiona. Dia baik-baik saja hari ini dan tak terjadi kejadian seperti beberapa waktu yang lalu.” ucap nona Pearl menyerahkan Fiona.


“Baik, terima kasih nona Pearl.”

__ADS_1


Mark membawa Fiona pergi dengan buru-buru. Sesampainya di mobil ia pun juga terburu-buru mengendarainya.


“Ada apa, kenapa terburu-buru seperti ini ?” tanya Fiona di tengah jalan merasa ada yang berbeda dari Mark.


“Fiona, aku minta maaf padamu. Semua ucapanmu tentang Elvis terbukti benar adanya.”


Fiona tertegun mendengar ucapannya. “Apa Elvis--”


“Ya, dia merupakan pelaku dari pembakaran setelah polisi memberitahukannya padaku tadi.” potong Mark dengan cepat.


Fiona pun bernafas dengan lega, pria yang dicurigainya memang terbukti sebagai pelakunya.


Mark tiba di rumah dan mematikan mesin mobilnya. Kali ini dia tidak turun bahkan menahan Fiona yang akan membuka pintu mobil.


“Ada apa ?” tanyanya dengan menuntut.


Mark tak menjawab dan pria itu semakin mendekat kemudian mencium bibir merah Fiona.


“Mark kau...”


“mmm...” Fiona yang awalnya terkejut kini menyambut ciuman kekasih barunya itu.


Mereka berdua berciuman tanpa ada rasa takut jika sejak ada seseorang yang melihat mereka.


“Astaga Mark sedang berciuman dengan seorang gadis dalam mobil.” gumam seorang pria yang merupakan tetangga depan rumah Mark.


Selang beberapa saat kemudian Semua turun dari mobil sudah berubah menjadi patung lilin.

__ADS_1


“Bukankah tadi dia berciuman dengan seorang wanita ? Tapi kenapa sekarang dia malah keluar dengan manekinnya ?” gumam pria tadi yang masih berada di depan rumah.


__ADS_2