My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 36 Membakar Galeri


__ADS_3

Elvis duduk di mobil dan menunggu kesempatan datang menghampirinya ia mengawasi selama beberapa jam.


“Jalanan masih ramai dan terlebih lagi galeri itu masih penuh dengan pengunjung.” gumam Elvis masih mengawasi. “Sepertinya aku memang harus sabar menunggu agar rencanaku berhasil.”


Dari dalam galeri, Mark terlihat sibuk melayani pengunjung yang membeli lukisannya.


“Tuan Mark apa tak ada diskon untuk lukisan ini ?” seorang pengunjung mencoba meminta potongan harga sambil menunjukkan 3 lukisan yang di bawanya.


“Nyonya ini selalu membeli lukisanku dan dia adalah salah satu pelanggan tetap ku. Mungkin tak ada salahnya jika aku memberinya sedikit diskon jika itu bisa membuatnya terus bertahan menjadi pelanggan tetap ku.” Mark berpikir terlebih dulu sebelum memutuskan. “Baiklah nyonya aku akan memberimu diskon 30% untuk kali ini.” putusnya pada akhirnya.


“Terimakasih, tuan Mark.” jawab wanita tadi tersenyum lebar dan tak menyangka hal ini mendapatkan diskon besar.


Pelanggan yang lain mendengar salah satu pengunjung mendapatkan diskon maka ia pun mencoba meminta diskon juga pada Mark.


“Tuan aku juga minta diskon jika nyonya itu mendapatkan diskon.” ucap seorang wanita tak terima karena meskipun ia bukan pelanggan tetap tapi juga sering membeli lukisan Mark.

__ADS_1


“Aku juga.” ucap kembali lain yang juga mendengar kata diskon dan tak mau ketinggalan juga.


“Ya, aku juga tuan Mark berikan diskon padaku juga.” timpal beberapa pembeli lain.


Mark menggelengkan kepala melihat gelerinya yang sekarang menjadi ramai. “Ya, baiklah kalian semua akan mendapatkan diskon 10% hari ini.”


Galeri Mark pun semakin terdengar ramai dengan para teriakan interes pengunjung yang mendapatkan diskon dan segera menyerbu lukisannya.


Tanpa sengaja Mark menatap ke arah luar. “Bukankah itu mobil Elvis ? Kenapa dia berhenti di sana ?” batinnya melihat mobil temanya yang tak asing dan sangat ia hafal itu.


Siang hari di jam makan siang Mark menutup sebentar galerinya karena juga bertepatan dengan sepinya pengunjung saat ini mungkin karena mereka juga sedang makan siang.


“Sebaiknya aku makan di sana saja.” Mark tidak membawa bekal maka ia pun memutuskan untuk keluar sebentar ke rumah makan yang berada tak jauh dari tempatnya berada saat ini.


“Hei kawan kau mau kemana ?” sapa Mark saat melewati mobil Elvis dan berhenti sebentar.

__ADS_1


Elvis terkejut melihat kedatangan Mark yang mendadak. “Ma-Mark... aku sedang menunggu antrian memasang aksesoris mobil ku.” ia tampak gugup namun mendapat alasan yang tepat saat melihat jasa reparasi mobil di yang ada tepat di depan mobilnya terparkir.


“Ahh ya... aku sebenarnya ingin menawarimu makan siang tapi sepertinya kau tidak bisa dan aku akan pergi sekarang kalau begitu.”


“Ya, Mark pergilah.” Elvis terlihat lega. “Maksud ku selamat makan siang.” tambahnya lagi.


Elvis pun bisa bernafas lega setelah kepergian Mark sambil mengusap keringatnya.


“Akhirnya aku bisa beraksi sekarang.” pria itu kemudian mengambil botol berisi minyak yang sudah ia siapkan sebelumnya berjalan menuju ke galeri Mark sambil menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri melihat situasi.


Karena saat ini sepi, ia pun membuka botol minyak dan menuangnya mengitari galeri Mark.


“Habislah kau Mark.” Elvis menyalakan pemantik api dan melemparnya ke bawah. Dalam hitungan detik api mulai berkobar di tempat itu.


Elvis kemudian mengeluarkan ponselnya setelah membuang barang bukti yang ada dan mengirimkan pesan text pada Mark yang mengabarkan jika galeri saat ini terbakar.

__ADS_1


__ADS_2