
Nyonya Adelle melihat Mark keluar dengan membawa Fiona.
“Oh no manekin yang ku beli dengan harga mahal hancur sudah.” ucap wanita itu melihat manekinnya yang tinggal separuh badan ke atas dan itu pun bajunya sudah hangus terbakar.
Bagian tangan kirinya juga sudah meleleh, tinggal bagian tangan kanannya saja yang separuh meleleh.
Di saat wanita itu merasa terpukul hebat dengan kerugian yang dideritanya, ia terkejut melihat seseorang yang lebih terpukul berkali-kali lipat daripada dirinya.
“Fiona... maaf aku terlambat menyelamatkan mu. Seandainya saja aku datang lebih cepat pasti ini tak akan terjadi.” ucap Mark dengan seluruh tubuh bergetar hebat.
Ia memeluk Fiona dan masih menangis sesenggukan karenanya.
“Tuan, kenapa kau menangisi manekinku ?”
Nyonya Adelle menghampiri Mark.
“Nyonya, dia adalah manekin ku yang hilang. Seseorang mengambilnya dari ku.” jelasnya singkat.
“Milik mu ?” Nyonya Adelle terkejut sekali.
Mark menggangguk sembari mengusap matanya yang basah.
“Tapi tuan Aku membelinya dari seseorang.” timpalnya membuat Mark segera menatapnya dengan serius.
“Apa nyonya masih ingat siapa pria yang menjual manekin ini pada mu ?”
“Seorang pria. Sepertinya dia adalah pendatang karena aku belum pernah melihat sebelumnya pria itu di sini. Dia bilang padaku manekin ini merupakan manekin terkenal di Diest dan merupakan model peraga di Stark Model.” jelasnya panjang lebar.
__ADS_1
“Apakah itu Elvis ?” tanya Mark langsung karena dugaan itu mengarah ke sana mengingat wanita pemilik butik menceritakan dengan detail latar belakang Fiona. Dan hanya pria itu ingin mengetahuinya.
“Maaf, aku lupa namanya.”
“Apakah bisa menceritakan ciri-cirinya padaku ?”
Nyonya Adelle mengangguk lalu dia pun menceritakan bagaimana ciri-ciri pria yang saat itu menjual manekin tersebut pada dirinya.
“Elvis ! Sudah kuduga itu kau dan ternyata memang benar kau ! Kaulah penyebab semua ini. Aku tak akan tinggal diam.” Mark terlihat sangat marah sekali sampai-sampai ia mengepalkan tangannya erat dan menatap ke depan dengan penuh kebencian.
Mark pun segera mengeluarkan ponselnya. Jika Elvis menjualnya ke butik ini maka pria itu berarti tinggal di sekitar wilayah ini.
Detik berikutnya pria itu menghubungi nomor polisi terdekat dan melaporkan semua aksi kejahatan Elvis.
“Baiklah tuan Mark, kami akan segera menyiksa tempat yang anda sebutkan tadi.” ucap seorang polisi di telepon.
Mark kembali menatap Fiona dengan hati dan perasaan hancur lebur. Baginya Fiona bukanlah seorang manekin tapi seseorang yang lebih seperti belahan hatinya.
Ia memberikan manekinnya pada Mark sebagai balasan rasa terima kasihnya.
“Terimakasih nyonya.”
Mark kemudian berpamitan dan membawa pulang Fiona.
Hari itu juga polisi setempat bergerak dan segera mencari ke seluruh penjuru, mencari Elvis yang ternyata adalah buronan.
Di rumah Elvis, pria itu sedang minum beberapa wine.
__ADS_1
Terlihat ada lima botol besar white berharga mahal di meja. Empat botol sudah kosong dan tersisa satu botol saja yang masih utuh.
“Wine kelas satu memang berbeda sekali rasanya dari wine biasa aku minum.” gumam pria itu meneguk kembali gelas berisi wine merah sampai habis.
Bahkan wajah dan matanya pun saat ini memerah.
“Ohh... hidup ini sungguh nikmat.” gumamnya menaruh gelas kosong yang dipegangnya ke meja dengan tersenyum lebar.
Klak
Siapa itu yang membuka pintuku ? Kasar sekali !” umpatnya kesal.
Elvis kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan dengan sempoyongan karena mabuk berat.
“Tuan Elvis, kami menangkap mu. Bekerjasamalah dengan baik dan ikut kami sekarang !” lima orang Polisi datang ke rumah Elvis setelah melakukan pencarian dan akhirnya menemukan tempat hunian buronan yang mereka cari.
“Oh, tidak !” tolaknya tegas. “Atas dasar apa kalian menangkap ku ?”
“Banyak kasus.” polisi menimpali dan menunjukkan tindak kriminal yang dilakukan oleh pria itu.
“Tidak-tidak. Aku tidak melakukan semua itu.”
Elvis tak ingin dirinya tertangkap dan menghabiskan hidupnya di balik jeruji besi. Maka ia pun kabur dari sana dan memukul polisi.
dor
Untungnya polisi segera menyarankan peluru di kedua kaki Elvis hingga membuat pria itu ambruk.
__ADS_1
“Kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan mu !” hardik polisi tegas.
Mereka pun segera meringkus Elvis yang tak berdaya dan membawanya ke kantor Polisi untuk mengikuti proses hukum dan mendapatkan hukuman yang setimpal.