My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 42 Tak Bisa Melukis


__ADS_3

Mark yang sebenarnya hanya lewat dan tak ingin berhenti di galerinya memutuskan untuk menyampaikan mobilnya setelah melihat Elvis.


“klak.” Mark turun dari mobilnya dan menutup kembali pintu mobil lalu berjalan masuk ke galeri.


Di dalam galeri Elvis menyusul ruangan hingga ke belakang untuk memeriksa CCTV yang ada di sana dan memastikan ia telah menghapus rekaman sebelumnya.


“Bagus rekaman yang memperlihatkan diri ku tak ada.” Elvis merasa lega setelah memeriksanya. “Tapi bagaimana jika rekaman itu ada pada CCTV di rumah sebelah ?” Elvis hanya berjaga-jaga saja untuk meminimalisir semuanya.


Pria itu kemudian kerja keluar galeri untuk mengecek CCTV yang ada di rumah sebelah.


“Mark ?” langkahnya seketika terhenti saat melihat kedatangan temannya itu. “Sejak kapan kau datang ?”


“Elvis... baru saja aku sampai dan melihatmu di sini.” jawab Mark tanpa rasa curiga sedikitpun pada temannya itu.


“huft.” Elvis menghembuskan nafas lega karena temannya itu tidak mengetahui apa yang merusak ia lakukan di galeri.


“Apa yang kau lakukan di galeri ku ?”


“A-aku...” Elvis terlihat gugup dan bingung mau menjawab apa. “Aku kebetulan lewat setelah belanja perlengkapan melukis dan tiba-tiba saja Aku ingin masuk kemari mungkin saja aku bisa menemukan lukisanmu yang masih tersisa yang bisa digunakan untuk pameran lukisan 3 hari lagi.” jawabnya lancar mengarang cerita bohong.

__ADS_1


Mark tersenyum kecil dengan penjelasan dari temannya itu yang ternyata masih tetap bersimpatik padanya dalam kesusahan.


“Kau tahu sendiri apinya besar dan sayangnya tak ada satupun lukisanku yang selamat.” jelas Mark tetap tersenyum meskipun wajahnya terlihat sedih mengingat hal itu kembali.


“Lalu bagaimana dengan tampilan lukisan pekan ini ?”


“Mungkin aku tidak akan mengikutinya kali ini karena aku tak punya cadangan lukisan di rumah.” jawab Mark terlihat putus asa dan kembali merasa sedih.


“Baiklah kawan kau harus bersabar atas musibah ini. Tetap semangat melukis.” Elvis memperliihatkan raut muka sedih dan malah memberikan semangat pada temannya itu meskipun dalam hati dia tersenyum lebar penuh kemenangan. “Aku pergi dulu.”


Elvis memutuskan untuk buru-buru pergi dari sana daripada Mark mencurigai dirinya dan berencana akan kembali lagi lain waktu untuk memeriksa CCTV di sebelah.


Mark tiba di rumah dan masuk ke galeri tempatnya bekerja. Sebenarnya masih ada waktu baginya untuk melukis dan mengikuti pameran lukisan pekan ini.


“Haruskah aku mengikuti pameran seni pekan ini ?” Mark mengambil kanvas putih dan mulai menyapukan kuas.


Pria itu tanpa sadar melukis peristiwa kebakaran meski bukan melukis galerinya yang terbakar.


“Astaga apa yang ku lukis.” ia pun segera menaruh kuasnya dan mengambil kanvas kosong lainnya.

__ADS_1


Namun kali ini meskipun dia tidak melukis peristiwa kebakaran ternyata ya kembali melukis peristiwa sedih kecelakaan lainnya.


“Astaga apa yang ku lukis lagi kali ini ?” ia pun melihat dua lukisan lainnya dan benar-benar memutuskan untuk tidak melukis dulu karena sejujurnya memang pikirannya masih kacau setelah peristiwa kebakaran tersebut.


“Lebih baik aku mencari inspirasi dulu.” Mark pergi ke kamarnya dan berbaring sebentar di sana. Niatnya ingin mencari ide tapi ternyata pria itu tertidur beberapa menit setelah bersandar ke bantal.


“Astaga jam berapa ini ?” Mark segera melompat turun dari tempat tidur begitu melihat jam dinding menunjukkan sudah sore. “Waktunya menjemput Fiona sekarang.”


Ia pun segera bergegas menuju ke mobilnya lalu mengendarai ke Stark Model dan segera membawa Fiona kembali begitu tiba di sana.


“Ada apa dengan tuan ?” batin Fiona setelah tiba di rumah dan pria itu membawanya masuk namun sama sekali tak mengajaknya bicara sejak berada di dalam mobil tadi hingga saat ini.


Hingga malam hari Mark masih tak mengajaknya bicara juga dan Fiona memberanikan diri untuk bertanya.


“Tuan tidak melukis ? Bukankah tiga hari lagi pameran lukisan di gelar ?” Fioan menghampiri tuannya yang sedang duduk di sofa.


“Aku sudah melukis tapi rasanya tak seperti aku harapkan. Lihat saja di ruang kerja ku.” jawabnya jangan wajah tertekuk dan menunduk.


Fiona pun tak bertanya lagi dan langsung menuju ke ruang kerja tuannya.

__ADS_1


“Kenapa seperti ini ?” ia pun terkejut melihat lukisan tuannya yang tak seperti biasa di mana semua lukisannya itu mengungkapkan tentang kesedihan akibat suatu kecelakaan.


__ADS_2