My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 60 Rekening Gendut


__ADS_3

Siapa sangka setelah Mark memasang lukisan bunga lily perawannya secara online, lukisan itu menjadi sangat viral.


Bahkan harganya pun menjadi naik karena hal tersebut dan Mark belum melepas lukisan itu meskipun sudah ada beberapa penawaran dengan harga yang sesuai.


Karena pria itu sebenarnya ingin mengembalikan lukisan itu untuk dirinya dan hanya mempertunjukkannya saja pada yang lain, namun semua responnya itu sungguh di luar ekspektasinya.


“Sudah jual saja lukisan itu. Nanti kau bisa membuat lukisan yang lebih viral lagi dari itu.” ujar Livia di ruang tengah saat mereka duduk bersama.


Ia berulang kali menatap Mark yang sedang menatap monitor dan tentunya lukisan darahnya yang cukup fenomenal.


“Tapi aku sangat menyukai lukisan dari darah ke-virginan mu ini. Tak akan ada darah perawan yang kedua ketiga dan seterusnya bukan ?” timpal Mark terlihat berat sekali untuk melepasnya.


“Daripada darah ku, kau sudah memiliki diriku sekarang.” balas Fiona. “Jual saja dan itu akan membuatmu semakin dikenal banyak orang.”


Mark diam dan memikirkan ulang perkataan Fiona. Jika ia sudah memperlihatkannya pada publik berarti harus siap jika ada seseorang yang akan memilikinya, itu sudah pasti. Terlebih dirinya bukanlah pelukis biasa.


ding.


Muncul sebuah pesan pada layar laptop Mark.


“Astaga ada yang menahan lukisan ini dengan harga dua juta Euro. Bagaimana ini ?” pekiknya girang sekaligus bingung.


klik.


Fiona pun bergerak cepat dan langsung menerima permintaan tersebut tanpa pikir panjang lagi.

__ADS_1


“Fiona kau...” Mark baru tersadar jika lukisannya baru saja terjual.


Fiona hanya mengangguk sembari tersenyum kecil. Terpaksa ia melakukan hal itu karena jika tidak, Mark pasti akan terus menyimpannya.


“Fiona kau melakukan hal itu tanpa izin dariku. Maka kau harus menerima hukuman dariku.” ucap Mark tak terima.


“Apa hukumannya untukku ?”


Mark tak menjawabnya dan langsung melakukan tindakan.


Pria itu kemudian mencium bibir Fiona dengan kasar sampai membuatnya berbaring di sofa panjang yang mereka duduki.


“Aah...”desah Fiona saat pria itu mulai mencium lehernya.


“Aku sudah tidak tahan lagi.” bisik Fiona dengan mendesah karena Mark mencumbunya lama.


Mark tak menjawab dan lebih dominan beraksi kembali. Ia pun mulai melepas pakaian yang mereka kenakan.


“Aaaah...” desah Fiona panjang saat Mark mulai memasuki dirinya.


Kali yang kedua ini rasanya jauh berbeda dengan kali pertama dimana Fiona merasakan kenikmatan surga dunia yang tiada taranya bahkan sampai kakinya gemetar dan terasa lemas.


Mark sangat menikmati momen kebersamaan mereka bahkan sampai mereka jatuh berguling dari sofa ke karpet dan melanjutkan ritual mereka.


Dua jam kemudian Mark dan Fiona sudah berpakaian kembali dan duduk bersebelahan.

__ADS_1


Baru saja mereka akan berciuman kembali terdengar suara bel pintu yang dibunyikan.


“Buka pintunya dulu.” Fiona menaruh jari telunjuknya di bibir Mark yang menggoda.


Mark kemudian berdiri dan menuju ke pintu.


“Tuan Mark aku ingin mengambil lukisan bunga perawan itu sekarang juga.” ucap seorang tamu dan ternyata adalah pembeli online tadi.


“Oh ya, tuan Marcus silahkan masuk dulu.”


Mark segera ke dalam mengambil lukisan bunga perawan tadi lalu menyerahkannya pada pria tersebut juga mengantarnya sampai ke depan rumah.


Mark pun membuka pulsanya setelah masuk kembali ke rumah.


“Astaga aku tak percaya ini, sungguh. Sekarang rekeningku gendut.” ucapnya sampai gemetar melihat banyaknya angka nol di saldo rekeningnya saat ini.


Sementara di lain tempat terlihat Elvis yang iseng searc berita trending topic kali ini.


“Apa ini ?” pekiknya terkejut.


Ya, pria itu terkejut melihat berita yang menyatakan Mark menjadi semakin populer dengan lukisan bunga perawan yang membuatnya viral.


“Harusnya aku yang ada di pemberitaan dan menjadi hot trending topic, bukan dia.”


Elvis mengepalkan tangannya erat dan menatap tajam ponselnya lalu melemparnya sembarangan.

__ADS_1


__ADS_2