
Di dalam mobil Fiona yang duduk di kursi belakang dan sedari tadi diam ini berubah kembali menjadi manusia. Ia mengumpat kesal dengan noda yang ada di wajahnya.
“Argh.... wajah ku.” teriaknya membuat Mark menoleh ke belakang.
“Ada apa ? Kenapa berisik ?”
“Lihat ini noda cat di wajahku !” Fiona menunjukkan noda cat yang menutupi separuh wajahnya sambil mengusapnya untuk membersihkan.
“Bagaimana bisa itu terjadi ?”
“Teman mu siapa tadi namanya yang membawaku masuk ke mobil ?”
“Elvis... maksud mu, ada apa ?” Mark menyebutkan nama temannya tadi sambil mengerutkan keningnya tak mengerti apa maksud dari Fiona.
“Ya, Elvis. Dia dengan sengaja menumpahkan cat ke wajahku.”
“Tidak mungkin dia melakukan hal itu padamu. Dia itu teman baik ku.” Mark sama sekali tak mempercayai cerita dari Fiona dan malah membela Elvis. “Mungkin dia tidak sengaja menumpahkan cat padamu.”
Fiona memonyongkan bibirnya maju, “Aku sudah memberitahukannya padamu. Tapi terserah kau percaya atau tidak. Saranku sebaiknya ke depan kau berhati-hati saja dengannya.” ia memberikan saran berdasarkan feeling nya.
__ADS_1
“Kau ini bicara apa sih sudah jangan bahas itu lagi.” Mark berusaha mengganti topik pembicaraan. “Oh ya, tadi aku bertemu dengan manajer Willie lagi. Dia akan mengontrakmu dan mulai besok akan bekerja di Stark Model.”
“Oh ya benarkah tuan yang kau ucapkan barusan ?” Fiona ketika melupakan noda cat di wajahnya karena saking senangnya.
“Dan satu lagi yang perlu kau tahu gajimu akan naik menjadi dua kali lipat.” Mark menjelaskan yang membuat Fiona kembali terkejut untuk yang kedua kalinya.
“Dalam wujud manekin saja aku bisa menghasilkan uang sebanyak itu, bagaimana jika aku menjadi manusia. Berapa yang akan ku dapat ?” ia benar-benar merasa beruntung dan bersyukur sekali mendapatkan gaji lebih banyak daripada sebelumnya.
“Tapi tunggu. Itu artinya besok aku akan mulai bekerja di sana. Lalu bagaimana dengan wajahku ?” kembali teringat pada noda di wajahnya yang belum hilang dan sepertinya membandel di sana. “Bagaimana cara menghilangkan noda cat ini ?”
Mark kembali menoleh ke belakang mendengar Fiona yang berteriak histeris. “Nanti sampai rumah kita akan bersihkan noda itu.” jawabnya dengan enteng.
“Aduh noda ini susah sekali hilangnya dan masih tebal begini.” Fiona menatap ke cermin yang ada di depannya dan melihat roda cat warna merah hanya memudar tipis. Maka Ia pun kembali mencucinya berulang kali.
“Oh... aku merasakan wajahku sedikit perih.” ia kembali bercermin. “Argh... bagaimana ini jika tidak bisa hilang ?!” Fiona terlihat frustasi Indah sudah menyerah membersihkannya sebelum kulitnya berdarah.
Mark tersenyum kecil mendengar jeritan gadis itu dan mengintipnya. “Mungkin aku punya solusinya.”
Mark mengambil sebuah cairan pembersih cat yang biasanya digunakan saat ada cat yang tumpah di wajahnya.
__ADS_1
“Fiona kemari aku akan membantumu membersihkan noda itu.” panggil Mark menunggunya sembari duduk di kursi.
“Ya, tuan.” Fiona segera duduk di samping Mark.
“Tidurlah.” Mark meminta Fiona berbaring di kakinya.
“Tapi tuan--”
“Tak ada tapi-tapian atau aku akan berubah pikiran.” Mark segera memotong ucapan Fiona bahkan merebahkan kepalanya di kakinya.
“Berapa ratus kali pun kau mencucinya dengan sabun biasa tak akan menghilangkan noda cat di wajahmu.” Mark mengambil kapas dan menuang cairan itu kemudian mengusapkan ke wajah Fiona dan membersihkannya secara perlahan.
Deg
Entah kenapa tiba-tiba Fiona merasa berdebar saat tangan tuannya itu menyentuh wajahnya ditambah melihat wajah pria itu dari dekat.
“baunya... baunya tak enak tuan.” keluhnya mencoba mencairkan suasana untuk menghilangkan debaran jantungnya.
“Kau ingin noda ini hilang atau tidak ? Tahan sebentar sampai bersih baru kau bersihkan kembali dengan pembersih.”
__ADS_1
Entah kenapa Mark sendiri memperlambat gerakannya saat membersihkan wajah Fiona yang harusnya bisa cepat selesai Dalam waktu 5 menit saja. Ia terlihat senang menyentuh wajah lembut Fiona.