
Mark segera bergegas menuju ke mobilnya kemudian pulang ke rumah.
“Apa yang kulakukan tadi pada Fiona ? Aku benar-benar tak bisa menahan diriku.” sesal Mark di dalam mobil. “Semoga saja ada yang mengetahui jika aku mencumbu Fiona di sana.”
Tanpa Mark ketahui meskipun Winnie tidak terpilih sebagai wakil manekin, tapi Scarlet datang ke sana.
Wanita itu sengaja meluangkan waktunya untuk datang ke acara kali ini.
“Semoga saja aku tak terlambat melihatnya.” gumam Scarlet turun dari sebuah mobil lalu bergegas masuk ke Stark Model.
Acara kali ini terbuka untuk umum namun terbatas pada para pekerja Stark Model beserta keluarganya saja.
Tac-tac
Terlihat para staf di sana berseliweran keluar masuk kantor.
“Ramai sekali.” gumam Scarlet yang saat itu datang sendirian ke sana seperti biasanya.
Ia lalu mengedarkan pandangan ke sekitar seperti mencari seseorang.
“Kurasa tuan Mark tak ada di sini.” gumamnya tersenyum kecil setelah tak menemukan keberadaan pria itu.
Satu jam kemudian acara di mulai. berbagai reporter dari media datang dan meliput acara show kali ini.
Klik
__ADS_1
Para wartawan itu mulai mengambil foto juga merekam acara yang berlangsung saat itu yang juga sedang disiarkan secara live mengingat tingginya animo warga pada acara ini.
“Silau sekali blitz kamera kali ini.” batin Fiona saat banyak kamera mengarah pada dirinya dan mengambil fotonya.
Memang tak seperti biasanya jumlah reporter yang datang kali ini tak dibatasi dan tentu saja jumlahnya tiga kali lipat dari biasanya.
“Mungkin saja jika aku dalam wujud manusia saat ini aku akan langsung pergi karena tak tahan dengan kliatan blitz sebanyak ini.” batinnya lagi menahan sinar menyilaukan itu.
Di depan Fiona berdiri Manajer Willy dan Pearl yang sedang melakukan sesi wawancara dengan para paparazzi di sana.
“Jadi bagaimana manajer Willy, apakah musim berikutnya akan ada diadakan acara live seperti ini lagi ?” tanya salah seorang wartawan.
“Kami dari pihak Stark Model tak bisa menjawabnya langsung. Setelah diadakannya evaluasi kali ini barulah kami bisa memutuskan apakah akan diadakan event lagi seperti ini atau tidak.” jawab pria itu tak mau mengambil keputusan gegabah tanpa pemikiran matang.
Paparazzi lain beralih menatap Nona Pearl dan melakukan sesi wawancara dengan wanita itu.
“Semuanya mengalir dan muncul begitu saja tak ada inspirasi khusus karena mungkin sudah terbiasa mendesain seperti ini.” jawab nona Pearl melempar senyum lebarnya ke arah semua audience saat itu.
Klik
Kamera kembali mengabadikan foto mereka.
Scarlet tersenyum miring melihat banyaknya kamera yang mengarah pada Fiona.
“Fiona, harusnya kali ini yang berdiri di sana adalah Winnie ku bukan diri mu. Tunggu saja nanti setelah acara ini selesai, tamat riwayat mu.” gumam wanita itu menatap tajam ke arah Fiona.
__ADS_1
Tiga jam berlalu dan acara live kali ini benar-benar berakhir.
Terlihat kembali lalu lalang para staf yang ada di sana setelah acara selesai, membereskan semuanya.
“Nona, apa kau perlu bantuanku ?” Diana menawarkan bantuan pada nona Pearl yang saat itu sedang sibuk mengganti baju model karena meskipun acara live telah selesai, tetap saja para model itu akan memperagakan kembali desain baju lainnya.
“Aku hampir selesai tapi tak masalah jika kamu membantuku maka akan cepat selesai.”
Asisten nona Pearl itu pun kemudian dengan cepat membantu pekerjaan atasannya.
“Nona bagaimana dengan Fiona, apa dia juga akan memperagakan desain baju lainnya juga ?” tanya Diana saat melihat Fiona di sampingnya dan belum ada yang menyentuhnya.
“Ya, tentu saja. Baju untuk Fiona ada di etalase dekat ruanganku. Jika kau mau menggantinya bawa juga dia ke sana dan letakkan di ruanganku setelah selesai menggantinya.” jelas nona Pearl panjang lebar.
Diana pun kemudian segera membawa Fiona menuju ke area etalase yang ada di dekat ruangan nona Pearl walaupun sebenarnya dia masih sibuk dan ada pekerjaan lainnya.
“Nona Diana, apakah kau memerlukan bantuan ?” tanya Scarlet yang berada di sekitar wanita itu menawarkan bantuan padanya.
“Oh ya, kebetulan sekali. Tolong pakaikan ini pada Fiona.” Diana menyerahkan pakaian yang sudah diambilnya pada Scarlet.
“Senang bisa membantumu nona.”
Scarlet menerima baju tersebut Lalu segera mengganti baju Fiona.
Namun nona Diana terkihat sibuk dan masih mengurusi pekerjaan lainnya, ia pun pergi dari sana jangan lupa berpesan pada Scarlet untuk menaruh manekin itu di ruangan nona Pearl.
__ADS_1
“Fiona... kau ikutlah dengan ku.” Scarlet tersenyum lebar menatap Fiona dan sekitar yang tampak sibuk dan tidak memperhatikan dirinya.
Ia pun kemudian pergi dari sana dengan membawa Fiona.