
Mark mengantar Fiona ke Stark Model seperti biasanya. Hubungan mereka semakin hari semakin dekat dan tak kaku lagi seperti sebelumnya, terlebih semenjak Mark menyentuh Fiona berulang kali dan hal itu menjadikan chemistry di antara mereka berdua muncul.
“Kita sudah sampai.” ucap Mark mematikan mesin mobilnya saat mereka tiba di depan tempat kerja Fiona.
Sebelum turun Fiona bergeser mendekat pada Mark. Jika biasanya Mark yang mencium dirinya, kini wanita itu yang berinisiatif duluan.
“Mmm.” Fiona langsung saja mencium bibir Mark sembari mengusap dada bidang pria itu.
Jelas saja Mark menyambut ciuman itu dengan panas dan tak perlu waktu lama, miliknya di bawah sana kembali mengeras.
“Tidak, aku harus bekerja.” Fiona yang bisa merasakan milik Mark yang dalam beberapa waktu saja sudah menjadi favoritnya itu melepaskan tautan bibir mereka.
Karena jika meneruskan mungkin saja mereka akan melakukan sesuatu yang menarik dalam mobil.
Mark pun segera turun dari mobil dengan membawa Fiona sebelum dia berubah pikiran kembali.
“Nona Pearl, tolong jaga Fiona.” ucap Mark di dalam saat menyerahkan Fiona.
“Aku perhatikan Fiona beberapa hari ini terlihat fresh dan berbeda dari biasanya. Entah kenapa aku melihat dia menjadi seperti wanita dewasa.” ucapnya di depan Mark yang membuat pria itu tersipu mendengarnya. “Mungkin aku sedikit gila bicara begitu jika orang lain yang mendengarnya.” tambahnya menertawakan dirinya sendiri kemudian segera berlalu dari.
“Kau tidak gila nona Pearl. Aku memang sudah mengubah Fiona menjadi wanita dewasa, menjadi wanita ku.” tentu saja itu Mark ucapkan saat nona Pearl sudah pergi dari sana.
__ADS_1
“Aku tak sabar ingin Fiona segera pulang saja.” gumamnya kemudian segera kembali ke mobil.
*
*
Beberapa hari berlalu dan waktu untuk pameran lukisan sudah di depan mata.
Suatu malam Mark dan Fiona berada di ruang kerjanya.
“Fiona aku ingin mengabadikan tubuh indah mu itu dalam karyaku, apa itu boleh ?” tanya Mark yang melukis dan duduk di samping Fiona.
Fiona menganggukkan kepala ragu.
“Tentu saja, aku akan menyimpan lukisan itu untuk ku sendiri nanti dan aku tak akan menjualnya.”
“Janji ?” tanya Fiona untuk meyakinkan.
“Janji.”
Mark mencium bibir Fiona sebelum melepas baju kekasihnya itu.
__ADS_1
“Ahh...apakah kau jadi melukisku atau beralih ke hal yang lain ?” desah Fiona melepas tautan bibir mereka saat merasakan tubuhnya juga tubuh Mark mulai terbakar.
Mark kemudian meminta Fiona untuk berpose menawan. Ia meminta gadis itu melakukan satu gerakan menari.
“Ya, begitu bagus.” ucap Mark menemukan pose Fiona terbaik dan segera mengambil kuas lalu menyapukannya pada kanvas, melukis tubuh polos Fiona serta lekuk indahnya juga senyum menawannya.
“Aku sudah selesai melukismu kau mau melihatnya ?” 45 menit kemudian lukisan itu selesai dan Mark segera menunjukkannya pada Fiona.
“Lukisan mu memang selalu yang terbaik.” puji Fiona melihat lukisan dirinya yang sempurna dan mungkin itu akan menjadi sebuah makar yang besar jika di ekspos.
Fiona mengambil bajunya yang ada di lantai dan akan memakainya, namun Mark menaruh baju itu kembali dan malah mencium bibir Fiona.
"mmm." seperti magnet, Fiona membalas ciuman pria itu dan ia mengusap dada bidang Mark.
Dalam sekejap saja pakaian Mark sudah tanggal.
“Aku tak ingin semua jamu tumpah di lantai atau merusak lukisanmu nanti.” Fiona mendorong tubuh Mark dari atas tubuhnya.
Ia pun berjalan keluar dari rumah kerja Mark. Tentu saja Mark langsung mengejar Fiona dan tak akan melepaskannya kali ini.
“Fiona.” panggil Mark dengan suara bergetar setelah berhasil menangkap Fiona yang masuk ke kamar.
__ADS_1
Ia pun segera mencium kembali bibir Fiona dengan panas di tempat tidur.
“Mark...” desah Fiona saat kekasihnya itu sudah berada di atas tubuhnya melakukan penyatuan dengan kasar namun malah membuat Fiona senang bukan kepalang hingga gadis itu sampai menggigit jari Mark karena tak tahan dengan kenikmatan yang super luar biasa itu.