
Foto kencan yang Mark upload dalam sekejap saja sudah beredar luas di media sosial.
Di jalanan yang padat tempat menunggu bus beberapa orang gadis dan pria yang sedang menunggu datangnya bus.
Sambil menunggu mereka mengeluarkan ponsel dan masuk ke akun media sosial mereka.
ding
Suara notifikasi aktivitas terbaru pada layar ponsel.
“Lihat ini pelukis Mark mengupload gambarnya bersama seorang gadis. Siapa dia ?” ucap seorang gadis melihat foto tersebut kemudian menunjukkan pada temannya.
“Cantik sekali gadis ini.” puji gadis itu memuji gadis yang ada di foto bersama Mark.
Gadis lain yang juga ada di sana dan merupakan fans Mark ikut penasaran dan melihatnya.
“Apa dia kekasih pelukis Mark ?” celetuknya. “Akhirnya dia punya kekasih juga setelah sekian lama single.” tambahnya ikut senang karena idolanya tidak single lagi.
“Apa kalian masih ingat dengan lukisan bunga perawan pelukis Mark ?” celetuk dan selain yang tiba-tiba teringat pada lukisan viral itu.
“Ya, ada apa dengan lukisan itu ?”
__ADS_1
“Kalian curiga tidak jika darah yang digunakan untuk melukis bisa saja darah perawan kekasihnya ini ?” sambung gadis tadi mencoba menghubungkan.
“Ya, benar juga. Semuanya masuk di akal. Pasti itu darah gadis ini.”
Mereka pun jadi membahas Mark dan tak lama setelahnya mereka menulis di dinding akun sosial media Mark.
Dan dalam sekejap saja postingan itu ditanggapi oleh jutaan viewers.
Pada suatu ketika postingan itu pun dia juga oleh tetangga sekitar Mark.
Seorang pria yang rumahnya tepat ada di sebelah Mark sedang download laptop di gambarnya sembari membuka akun media sosialnya.
“Astaga ini kan foto tetangga sebelah rumah ?” gumam pria itu melihat postingan foto mesra Mark dan Fiona. “Cantik sekali gadis yang menjadi kekasihnya.” seketika mengagumi sosok kekasih Mark.
“Tapi selama ini aku tak pernah melihat pelukis Mark keluar bersama seorang gadis selain manekin Fiona.” gumamnya merasa aneh saja. “Apa mungkin postingan ini hanya rekayasa saja ?” gumamnya lagi.
Keesokan paginya tetangga sebelah rumah itu keluar rumah bukan untuk memata-matai Mark, tapi hanya ingin memastikan saja.
“Ya, dia keluar dengan manekin Fiona itu.” gumamnya berdiri kemudian menatap ke arah rumah Mark.
“Pagi tuan Gilbert.” ucap Mark menyapa sembari tersenyum kecil.
__ADS_1
“Pagi tuan Mark.” jawab tetangga sebelah Mark itu sedikit terkejut saat pria itu menyapanya hingga membuatnya menjadi canggung.
Mark berlalu kemudian segera masuk ke mobilnya.
“Aneh sekali, aku merasa tuan Gilbert tadi sedang mengawasi ku.” gumamnya dalam mobil bicara dengan Fiona.
“Mungkin hanya perasaanmu saja. Kurasa dia orang baik tidak seperti Elvis.” timpal Fiona.
Mark mengangguk saja karena sebelumnya apa yang diucapkan oleh Fiona tentang Elvis benar adanya jadi untuk tetangga sebelahnya ini pasti juga benar.
“Yah, benar katamu mungkin hanya perasaanku saja. Kecuali jika aku ini seorang artis maka aku akan menjadi pusat perhatian. Sedangkan aku ini siapa.” ucap Mark tak memikirkan hal itu lagi dan fokus mengemudi.
Setelah kepergian Mark, karena rasa penasaran tingkat tinggi maka tuan Gilbert pun berjalan menuju ke teras Mark.
“Jika foto itu benar dan bukan rekayasa maka pasti dalam rumah pelukis Mark ada kekasihnya itu.” gumamnya kemudian melihat kursi yang ada di teras dan menggesernya menuju ke arah jendela di sebelah pintu.
Langsung saja pria itu naik ke kursi untuk melihat ke dalam rumah dari luar jendela.
“Rumahnya sepi sekali ? Bahkan tak ada suara apapun di sana.” pria itu pun segera turun dari kursi dan mengembalikan kursi itu ke tempatnya semula sebelum ada tetangga lain yang melihatnya dan berpikiran negatif padanya.
“Kurasa foto itu hanyalah rekayasa saja karena ada seorangpun di dalam sana.” tuan Gilbert segera berjalan kembali ke rumahnya sambil menoleh ke belakang menatap rumah Mark.
__ADS_1
“Atau mungkin gadis itu akan dibawa malam hari ke rumahnya ?” gumam pria itu ternyata masih penasaran.