My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 41 Mampir Ke Galeri


__ADS_3

Fiona menatap tuannya yang tertidur lelap. Sebenarnya ia pun merasa kedinginan setelah pria itu membuka baju yang ia kenakan.


“Tuan, maafkan aku.” Fiona memeluk Mark dan ia merasakan panas Mark berpindah ke tubuhnya yang membuatnya merasa hangat. “zzzz...” tak berapa lama kemudian dari situ tertidur karena merasa nyaman dalam kehangatan tubuh tuannya setelah tiga jam terjaga dan batu bisa tidur.


Pagi hari Mark bangun lebih dulu.


“Kenapa aku ada di sini dan rasanya nyaman sekali.” gumamnya membuka mata dan membuatnya shock mendapati dirinya yang tidur memeluk Fiona setengah telanjang.


“Apa yang kulakukan semalam ?” Mark khawatir dirinya melakukan sesuatu tanpa disadarinya hingga ia memeriksa celananya sendiri. “Baju ku masih lengkap.”


Ia beralih menatap Fiona yang masih tertidur di sana.


“pfft...” ia serasa hampir mimisan lagi saat melihat lekuk tubuh indah Fiona yang tiada duanya. “Kau cantik sekali, benar-benar cantik.” Mark menatap lekat-lekat wajah cantik di depannya.


“Bibir mu ranum seperti chery basah.” Mark menjadi tergoda menatap bibir merah Fiona. “Seandainya saja kau bukan patung lilin aku akan menjadikanmu istriku, satu-satunya istri ku.” Mark kembali menatap bibir merah Fiona yang membuatnya tak tahan dan mengecup bibir itu.


“hmm.” Fiona mengecap bibirnya dan Mark seketika melepaskan tahu dan bibir mereka karena takut gadis itu akan bangun.

__ADS_1


“Maafkan aku Fiona.” Mark pura-pura tertidur dan ternyata Fiona tidak bangun. “Aku selamat.” batinnya bernafas lega.


Lama Mark tetap berbaring di sana selama satu jam lebih dan menatap setiap detil tubuh Fiona.


“ahem.” Mark berdehem setelah melihat jam di dinding yang menunjukkan waktu sudah hampir siang, waktu bagi gadis itu untuk bekerja.


“Tuan.” Fiona segera duduk. “Oh.” ia pun merasa malu dengan tubuhnya yang setengah telanjang dan segera memakai bajunya kembali melihat Mark yang tersenyum padanya.


“Tuan sudah sembuh ?” tanya nya sembari menyentuh dahi Mark yang sudah kembali normal. “Syukurlah jika begitu.” ia merasa lega.


“Dan tuan membuka bajuku.”


“Maaf... aku tak sadar melakukannya mungkin karena itu kebiasaanku sewaktu kecil.” balasnya sangat menyayangkan sekali momen itu berakhir dengan cepat. “Terimakasih sudah merawat ku.”


Fiona hanya mengangguk sembari menunduk karena masih menahan rasa malu di depan tuannya.


“Tuan aku mau bersiap dulu juga memasakkan sarapan untuk tuan.” Fiona tak mau berlama-lama di sana sebelum jantungnya meledak dan segera kabur dari sana.

__ADS_1


Sedangkan Mark memegang bibirnya bekas mencium Fiona tadi sambil tersenyum. “Manis sekali bibir mu.”


Satu jam kemudian Mark duduk menyantap hidangan di depannya sedangkan Fiona memilih untuk menunggunya di kamar saja karena ia merasa jantungnya belum kembali normal seperti biasa.


“Fiona ayo berangkat aku akan mengantar mu.” Mark Ya sudah selesai makan memanggil gadis itu yang ternyata ada di kamar.


“Ya, tuan.”


Fiona segera turun dari tempat tidur dan mengikuti tuannya itu menuju ke mobil yang terparkir di depan rumah.


Mobil segera melaju menuju ke Stark Model.


“Fiona aku pergi dulu.” ucapnya berpamitan setibanya di sana dan menyerahkan Fiona pada nona Pearl.


Mark kembali ke mobilnya dan tak sengaja ia melewati galeri lukisannya yang terbakar.


“Kenapa Elvis ada di sana ?” Mark melihat temannya itu ada di depan galerinya. “Apa yang dia lakukan di sana ?” ia semakin penasaran kala melihat temannya itu masuk ke galerinya.

__ADS_1


__ADS_2