
“Ada apa tuan ?” ucap Fiona yang berdiri di samping Mark dengan penasaran pada panggilan yang barusan diterima oleh tuannya.
“Telepon dari kantor kepolisian mengenai peristiwa kebakaran galeri ku.” jawab Mark sembari duduk sejenak di kursi.
Pria itu terlihat gelisah setelah menerima panggilan tersebut dan Fiona mengetahui hal itu.
“Apa kata polisi, tuan ?”
Mark kemudian menjelaskan semua yang diucapkan oleh pihak kepolisian pada Fiona jika peristiwa kebakaran yang terjadi di galerinya bukan karena kecelakaan tapi sebuah kesengajaan oleh perbuatan seseorang.
“Tuan aku yakin itu pasti perbuatan temanmu, si Elvis itu.” ucap Fiona yakin sekali setelah mengingatkan agar aneh pria tersebut di pagi hari tadi.
“Kau ini bicara apa ?” Mark langsung menyangkal perkataan Fiona. “Tuduhan itu benar jika ada buktinya. Tanpa ada bukti yang cukup Kuat Kita tak bisa menyalahkan orang begitu saja.”
Fiona diam dan tak menanggapi lagi pernyataan tuannya tersebut karena ia tak mau berdebat setelah melihat raut muka tuannya yang berubah sedikit marah karena membahas Elvis.
__ADS_1
Keesokan harinya banyak polisi berkumpul di galeri lukisan Mark yang terbakar untuk melakukan penyelidikan kembali.
Salah satu petugas kepolisian melihat CCTV yang ada di galeri itu juga yang ada di luar. Mereka duduk mengamati dengan seksama untuk mencari siapa pelaku pembakaran galeri tersebut.
“CCTV ini hanya menayangkan sebagian saja situasi di sini sebelum peristiwa itu terjadi namun rekaman saat peristiwa kebakaran ini terjadi tidak ada.” ucap seorang polisi setelah selesai melihat rekaman CCTV.
“Sayang sekali sepertinya pelakunya sudah menghapus bagian terpenting dari rekaman ini.” timpal petugas kepolisian lainnya.
“Baiklah kita akan mencari pelakunya mungkin dengan melihat CCTV dari penghuni rumah sebelah besok.” ujar polisi lain menambahi.
Ia kemudian menyimpan flash disebut ke tempat yang aman agar tak ada yang menemukannya. Pria itu pun tersenyum lebar penuh kemenangan berjalan ke bagian tengah rumahnya melihat semua lukisannya yang akan dipamerkan beberapa hari ke depan.
“Mark di pameran lukisan kali ini aku yang akan bersinar bukan dirimu.” Elvis menatap satu per satu karya lukisannya sembari membayangkan menghitung keuntungan yang akan ia raup nantinya.
Seharian ini Mark tidak pergi ke galerinya, tidak juga ada di ruang kerjanya. Pria itu merenung duduk bersandar ke dinding di sudut kamar.
__ADS_1
“Empat hari lagi pameran lukisan akan dimulai tapi semua lukisanku sudah terbakar habis.” gumamnya lemas dan tak bersemangat untuk melukis kembali. “Apa aku tak usah ikut pameran lukisan saja kali ini ?”
Dari luar terlihat Fiona yang berjalan masuk kamar pria hitam setelah mencarinya kemanapun dan tak menemukannya. Ia bisa merasakan kesedihan juga kegalauan tuan atas peristiwa kebakaran yang menghancurkan semua lukisan.
“Tuan ternyata anda ada di sini.” Fiona menemukan Tuhannya itu sedang dalam kondisi tidak baik dan terlihat berantakan dan bisa saksikan juga pria itu sedang dalam kondisi stress.
Mark hanya menatap ke arah Fiona saja tanpa ekspresi kemudian kembali menundukkan kepalanya.
“Tuan jangan seperti itu. Aku tahu anda sedang bersedih tapi pameran lukisan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Jika tuan bersedih seperti ini bagaimana bisa menghasilkan karya lukisan.” Fiona ikut berjongkok dan duduk di samping pria itu bermaksud untuk menghibur.
Mark tak berkata apapun selain menatap Fiona dengan kesediaan yang terpancar jelas dari wajahnya.
“Tuan...”
Mark yang masih bersedih atas peristiwa tersebut tak bisa lagi menutupi kesedihannya hingga ia pun memeluk Fiona.
__ADS_1
“Tuan...” pekik Fiona setelah memeluk tuannya dan mendapati pria itu tak sadarkan diri.