
Di tengah malam Fiona terbangun dari tidurnya. “Tuan...” menatap intens pria yang sedang terpejam sembari memeluk tubuhnya dengan erat. “Maaf aku merepotkan mu.” gumamnya sembari lebih mendekat dan balas memeluk pria tersebut kembali memejamkan matanya.
Satu jam kemudian ia merasa panas tubuhnya kembali meningkat.
“haah...” Fiona membuka mata sembari memegang dahinya yang kembali panas padahal sebelumnya panasnya sudah menurun dan hampir dingin. “Ada apa denganku ?”
Ia mencoba memeluk tuannya lebih erat lagi. “Aneh sekali kenapa panas ku tidak ada juga ?” pikirnya karena seharusnya setelah memeluk dan mendapatkan kehangatan tubuh dari tuannya panasnya menurun seperti sebelumnya.
Secara tak sengaja Fiona membuat kancing baju tuannya itu yang hampir terbuka akhirnya terbuka juga. Dua kancing baju yang terlepas itu memperlihatkan dada bidang Mark yang lebar.
Fiona bermaksud mengancingkan kembali kancing baju tuannya yang terbuka namun ia justru tergoda untuk bersandar di dada yang terasa nyaman itu dan membuatnya ingin mencobanya.
“Mungkin tuan tak akan tahu karena masih tidur.” Fiona mencoba bersandar di dada bidang tuannya. “Nyaman sekali dan suhu tubuhku menurun.” ia bisa merasakannya setelah menyentuh dahinya kembali.“Maafkan aku, tuan.”
Karena merasa nyaman Fiona yang awalnya ingin mengancingkan kancing baju tuannya kini malah melepas semua kancing baju pria tersebut, tentu saja tanpa sepengetahuan nya.
__ADS_1
“Besok pagi sebelum tuan bangun, aku akan mengancingkannya kembali.” Fiona pun menyandarkan kepalanya ke dada bidang Mark dan tertidur setelahnya.
Pagi hari ternyata Mark bangun lebih dulu.
“Kenapa aku merasa aneh ?” Mark segera membuka matanya saat merasa bajunya seperti terbuka. “Ini...” Ia melihat semua kancing bajunya terbuka dan bertelanjang dada dengan Fiona yang memeluknya erat. “Apa dia yang membukanya tapi kenapa ?”
Mark merasa Fiona bergerak dan Ia pun segera memejamkan matanya kembali pura-pura tidur.
“Oh sudah pagi rupanya.” Fiona membuka mata. “Untung saja tuan masih tidur.” ia kemudian segera mengancingkan semua kancing baju Mark.
“Jadi dia merasa kurang hangat lalu membuka bajuku untuk mencari kehangatan lebih.” batin Mark tersenyum dalam hati gadis itu melakukan hal tersebut padanya.
“Ah ya...” Mark membuka matanya dengan pelan sambil pura-pura menguap kemudian turun dari tempat tidur. “Bagaimana dengan panasmu ?”
“Sudah sembuh tuan.” jawab Fiona dengan merasa bersalah karena tanpa izin membuka baju tuannya tersebut. “Semoga saja dia tidak mengetahuinya atau aku akan habis nanti.” batin Fiona tersenyum kaku juga kikuk.
__ADS_1
Mark tak percaya begitu saja dan beralih menghampiri gadis itu sembari menyentuh dahinya secara langsung untuk membuktikannya. “Benar, rupanya demam sudah sembuh.”
“Aku mau bersiap sekarang dan memasak sarapan pagi untuk tuan.” ucapnya kemudian segera bergegas keluar dengan wajah bersemu merah dan ia tak ingin tuannya melihat hal itu.
“Aku tak menyangka semalam benar-benar tidur dengannya.” Mark pun merasa berdebar kembali mengingat semalam. “Aroma parfumnya menempel di tubuhku.”
Satu jam setelahnya mereka berdua sudah berada di mobil dan berangkat menuju ke Stark Model.
“Nona Pearl, aku titip Fiona dulu.”ucap Mark sebelum pergi dari sana ada mamasrahkan Fiona pada desainer Stark Model.
“Baik, tuan Mark.”
Setelah kepergian Mark, Pearl membawa Fiona ke sebuah ruangan untuk meriasnya juga mengganti bajunya.
“Aneh sekali diantara manekin lainnya kau terlihat tampak spesial. Entah kenapa aku merasa kau seperti hidup saja. Dan juga aku merasa hari ini kau terlihat seperti orang sedang jatuh cinta saja.” gumamnya panjang lebar sembari merias Fiona. “Kurasa mungkin aku sedikit tidak waras karena lama bersentuhan dengan para malaikat yang ada di sini.”
__ADS_1
Pearl kemudian memanggil asistennya untuk memakaikan pakaian yang akan diperagakan hari ini.
Fiona semakin terlihat tersipu mendengarkan apa yang diucapkan oleh desainer Pearl barusan. “Benarkah aku jatuh cinta pada tuan Mark ?”