My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 58 Lukisan Tak Ternilai


__ADS_3

Di kota Diest, polisi mengabarkan pada Mark jika mereka belum berhasil menangkap Elvis atas dugaan dia itu sengaja kabur dari rumah ke tempat lain.


Polisi kemudian menetapkan Elvis dalam salah satu pencarian DPO dan juga menyebar data berikut fotonya ke berbagai daerah.


Sementara Mark ini sudah terlihat kembali melukis seperti biasanya bahkan kisahnya pun sudah kembali seperti biasanya.


“Apakah nanti jadi membawa semua lukisan ke galeri ?” tanya Fiona pada rencana Mark tentang kepindahannya pada galeri yang sudah direnovasi setelah terbakar dan tentunya siap ditempati.


“Apa kau mau membantuku menata semua lukisanku di sana nanti ?” jawab Mark balik bertanya.


Ia pun berdiri dari kursinya setelah menyelesaikan suatu lukisan di ruang galerinya di rumah lalu memojokkan Fiona kedinding.


“Tu-tuan...” Fiona segera meralat ucapannya. “Mark, apa yang kau lakukan padaku ?” Fiona menatap intens pria di depannya itu dengan jantung yang berdegup keras karena tubuh mereka ada jarak sama sekali.


“Fiona kau adalah sumber inspirasinku. Mungkin jika aku bisa memberimu kesenangan diriku akan semakin mengalir deras.”


Fiona tak mengerti apa maksud pria tersebut.

__ADS_1


Mark yang menempelkan kedua tangannya ke dinding ber cat biru muda tepat di bahu Fiona, menarik kembali tangannya dan kini berpindah ke pipi Fiona.


“mmm.” langsung saja Mark mencium bibir ranum Fiona yang di balas oleh gadis itu dan menjadi sebuah ciuman panas yang membuat darah seorang Mark yang kesepian selama bertahun-tahun kini bergejolak.


“Fiona aku akan membuatmu menjadi wanitaku sekarang.” Mark melepaskan tautan bibir mereka dan petani mencium leher mulus kekasihnya itu.


“Ahh...” desah-an Fiona membuat sesuatu di bawah sana mengeras. Dan sudah lama sekali Mark ingin melakukannya dengan Fiona.


“Mark...” panggilnya saat pria itu mulai melepas kancing baju Fiona satu per satu.


Mark terus menyentuh dada Fiona dan mengecupnya membuat area sensitif Fiona menjadi basah tanpa sebab.


“Fiona bolehkah aku...” bisik Mark yang sudah tak tahan begitu baju mereka sudah berserakan di lantai dengan menggoda.


Fiona tak menjawab dengan perkataan tapi dengan isyarat tubuhnya. Ia memeluk pinggang Mark erat. Meskipun sebenarnya ia takut.


“Mulai sekarang kau adalah Wanita ku.” Mark mengangkat kaki Fiona dan melakukan penyatuan.

__ADS_1


“Aaah... sakit sekali.” rintih Fiona yang merasakan perih yang teramat luar biasa.


“Apakah ini pertama kalinya bagi mu ?” tanya Mark yang di angguki Fiona bahkan karena teramat sakit gadis itu sampai menggigit dada Mark.


Darah merah membasahi paha Mark saat ia menarik mundur tubuhnya.


“Kali ini tidak akan sakit lagi.” Mark merengkuh Fiona dalam pangkuannya. Dan sekali lagi pria itu memasuki tubuh Fiona.


Mereka berdua melayang bagai di awan dengan kenikmatan yang tak terperi yang terasa dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Beberapa saat kemudian Mark menurunkan Fiona dari pangkuannya dan terlihat gadis yang sekarang telah menjadi wanita sempurna itu lemah dalam pelukannya sekaligus mabuk.


Masih duduk di samping Fiona setelah menciumnya berulang kali pria itu mengambil kanvas kosong di dekatnya.


“Fiona aku akan mengabadikan darahmu ini sebagai lukisan sekaligus bukti jika kau sudah menjadi wanita ku.”


Pria itu kemudian menggoreskan kuasnya melukis sebuah mawar merah merekah menggunakan darah perawan Fiona.

__ADS_1


“Kenapa kau melakukan hal yang aneh-aneh seperti itu ?” tanya Livia dengan lemas sembari bersandar ke bahu kiri Mark melihat apa yang pria itu lukis.


“Ini akan menjadi sebuah maha karya besar yang tak pernah ada sebelumnya.”


__ADS_2