My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 65 Pemantik Api Yang Tertinggal


__ADS_3

Mark langsung mengenakan piyamanya kembali.


“Kau tunggu di sini saja.” ucap Mark menatap Fiona yang tampak ketakutan.


“Cepatlah kembali.” balas Fiona kemudian bersembunyi di balik selimut menutupi tubuh polosnya.


Dengan tubuh Mark yang tinggi ia melihat dari jendela ke arah luar. “Tak ada siapa-siapa di sana.”


Namun itu tak membuatnya lantas percaya begitu saja. Ia pun keluar dari rumah untuk memeriksanya dan memastikannya secara langsung.


“Korek api ?” gumamnya saat ia berada tepat di luar kamarnya dan menemukan sebuah pemantik api di sana.


“Aku seperti pernah melihat pemantik api ini.” gumamnya mengerutkan kening saat memungut memantik api itu. Hanya saja dia belum berhasil mengingat milik siapa itu.


“Jadi ada seseorang yang mengintip kami ? Gila sekali orang itu malam-malam keluar rumah hanya untuk mengintip seseorang.” umpat Mark kesal pada seseorang yang mengintipnya, entah siapapun itu.


“Mungkin saja dia masih di sini. Aku akan buat perhitungan dengannya jika berhasil menangkapnya.”


Ia pun kemudian berlari ke depan rumah dan tak ada siapa pun di sana. Bahkan sampai Ia berlari ke jalanan untuk mencarinya.


“Disini juga tak ada siapapun. Pasti dia sudah pergi.” ucap Mark menatap jalanan yang kosong.


Ia kemudian kembali masuk ke rumah dan langsung menuju kamarnya.

__ADS_1


“Bagaimana apa kau menemukan seseorang ?” tanya Fiona penasaran.


“Tak ada siapapun di luar. Mungkin yang kau dengar tadi hanyalah Kerikil yang jatuh dari atap atau sejenisnya saja.” ucap Mark berbohong karena tak ingin membuat wanitanya khawatir juga takut.


Mark meletakkan pemantik api yang ditemukannya ke meja dan langsung berbaring di samping Fiona.


“Kau jangan khawatir atau takut. Bisa saja itu tadi tikus.” ucap Mark menjelaskan saat melihat Fiona yang masih ketakutan.


“Tapi aku...” tubuh polos Fiona terlihat gemetar dan Mark langsung meraihnya dalam pelukannya.


“Kau tak akan ketakutan lagi. Aku akan membuatmu melupakannya.” Mark mencium bibir merah Fiona bahkan ia pun memberikan tubuh wanitanya di bawahnya.


“Mark kau...” pekik Fiona saat melihat pria itu kembali melepas piyama yang dikenakannya.


“Aaaah...” desah panjang Fiona saat kembali merasakan kenikmatan menjalar di seluruh tubuhnya sampai ia berulang kali membuka dan menutup matanya berulang kali karenanya.


“Baiklah cukup sampai di sini. Bagiku mengetahuinya saja sudah cukup.”gumam Elvis di dengan jalan sudah meluncur jauh dari rumah.


“Tunggu saja Mark, bersenang-senang lah dulu sekarang. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menghancurkan mu.” gumam Elvis tertawa membahana dan mempercepat laju mobilnya menuju ke luar kota agar tak ada yang melihat kedatangannya kemari.


Pagi harinya Fiona bangun terlebih dulu seperti biasanya. Dan ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sepuluh menit kemudian Mark bangun. “Fiona ?” saat membuka mata dia tak melihat wanitanya itu ada di sampingnya. “Kemana dia ?”

__ADS_1


Ia pun keluar kamar untuk mencarinya.


“Splash.” ia mendengar suara dari arah kamar mandi.


Langsung saja ia menuju ke sana.


“Boleh aku bergabung bersamamu ?” ucap Mark setelah masuk ke kamar mandi dan langsung menghampiri Fiona di bawah shower.


Melihat Fiona yang seksi dalam keadaan basah membuatnya on kembali.


Mmm


Mark mencium bibir Fiona sembari menyentuh area dada wanitanya.


“Jangan sekarang, aku belum masak dan bersiap untuk berangkat kerja.” Fiona melepaskan tautan bibir mereka dan menolaknya.


“Sebentar saja. Kali ini tak akan lama dan aku akan mempercepatnya.”


Tanpa menunggu respon dari Fiona, Mark pun menyadarkan Fiona ke dinding. Dan ia pun segera melakukan penyatuan kembali.


“Aaah.... Mark.” desah Fiona saat mulai merasakan kenikmatan terlebih saat pria itu meremas dadanya.


Beberapa saat kemudian Mark menggendong Fiona dan wanita itu mencium bibir Mark karena tak kuasa menahan rasa geli yang menjalar di tubuhnya saat Mark terus menyapukan tubuhnya.

__ADS_1


10 menit kemudian mereka berdua mandi bersama dan saling menyabun badan. Dan setelahnya mereka segera beraktivitas seperti biasanya.


__ADS_2