My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 46 Pesanan Banyak


__ADS_3

Elvis tak mengalihkan pandangannya hingga pria yang menurutnya mirip dengan orang itu terlihat jelas setelah masuk ke galeri.


“Dia memang Mark.” gumamnya merasa aneh bukankah sebelumnya semua lukisannya hancur terbakar bahkan pria itu bercerita sendiri padanya tak akan ikut pameran kali ini. “Tidak mungkin dia ikut pameran kali ini.”


Untuk menepis keraguannya sekaligus memeriksanya sendiri maka Elvis pun menghampiri Mark.


“Mark... kau ikut pameran ?” tanya pria itu sembari menatap beberapa lukisan yang sedang ditata oleh temannya itu.


“Elvis... ya aku ikut pameran padahal beberapa waktu yang lalu aku sudah bilang padamu takkan ikut, bukan ?” Mark sembari tersenyum kecil menata beberapa lukisannya. “Tapi hanya sedikit saja lukisan yang ku bawa kali ini.”


Mark selesai menata 15 lukisan yang dia bawa dan menunjukkannya pada Elvis.


“Baiklah semoga kau sukses kawan.” Elvis kemudian segera berlalu pergi dan kembali ke tempatnya.


“Dengan hanya sedikit lukisan yang dibawa oleh Mark, sudah pasti hasilnya tetap banyak punyaku daripada dia nanti.” seringai tipis Elvis kemudian segera melayani pengunjung yang datang melihat semua lukisannya.


Terlihat beberapa pengunjung berada di area lukisan yang dipamerkan Mark.


“Oh tuan Mark aku pun bersedih atas terbakarnya galeri lukisanmu.” ucap salah satu pengunjung, seorang pria yang merupakan customer setia pria itu.

__ADS_1


“Terimakasih atas simpatinya, tuan Murphy.”


Pria tadi melihat lukisan Mark dan terlihat tertarik dengan lukisan barunya yang berbeda dari biasanya. “Aku suka lukisan Fiona ini dan aku akan membeli ini.” tuan Murphy membawa dua lukisan Fiona.


Ya, Mark diam-diam melukis Fiona kembali dengan berbagai pose dan background yang berbeda karena saat itu hanya dia saja yang ada dalam pikirannya.


“Ternyata memang Fiona adalah Dewi Fortuna ku meskipun dia tak ada di sini lukisannya tetap saja laku.” batin Mark setelah ada pengunjung lain yang tertarik pada lukisannya dan membelinya.


Sedangkan Elvis sudah menjual separuh lebih lukisannya dan tentu saja itu lebih banyak dari penjualan Mark kali ini.


“Tinggal sepuluh saja lukisan ku, dan sebentar lagi aku bisa pulang.” Elvis menghitung lukisannya yang tersisa sembari menatap ke arah Mark dimana lukisannya masih banyak yang belum terjual.


Satu jam berikutnya pengunjung yang datang lebih ramai daripada sebelumnya. Beberapa pengunjung itu ada yang merupakan Fans Fiona dan langsung tertarik saat melihat lukisannya.


Fiona semakin populer setelah dia berada di Stark Model dan lebih banyak orang yang mengenalnya saat ini tapi Mark tak menyangka sama sekali dia kembali membawa keberuntungan baginya.


“Tuan aku bawa semua lukisan ini. Aku suka dengan Fiona.” pengunjung tersebut membawa 10 lukisan Mark yang tersisa dan kini semua lukisannya habis terjual.


Seorang pengunjung yang sempat melihat pembeli tadi membawa lukisan Fiona mendatangi Mark.

__ADS_1


“Tuan apa lukisan Fiona masih ada ?”


“Maaf tuan aku hanya membuatnya 15 saja dan lukisan terakhir sudah dibeli oleh tuan tadi.” jelas Mark supaya pengunjungnya itu tidak kecewa padanya sebab hal itu bisa mempengaruhi penjualan berikutnya.


“Oh jika begitu apa aku bisa pesan saja ?”


“Baik tuan aku akan membuat lukisan seperti pesanan mu.” jawabnya setelah mengingat dan mencatat request dari pembelinya.


Datang lagi pengunjung yang lain yang juga tertarik pada sosok Fiona.


“Tuan aku juga pesan lukisan Fiona.” ucap seorang pengunjung lainnya yang menjadi pemesan lukisan urutan ke-50.


“Baik, tuan. Aku akan segera membuat pesanan anda dan segera memberitahu jika sudah selesai.


Tiga jam berikutnya ular lebih dulu daripada pelukis yang lain dengan membawa pesanan lukisan sejumlah 100 buah.


“Mark kau sudah pulang duluan ?” ucap Elvis lupa pesan dengan orang saat pria itu mengambil tasnya dari sebuah ruangan.


“Ya, aku harus segera pulang dan menggarap pesanan pengunjung.”

__ADS_1


Elvis dalam hati kembali merasa kesal kenapa masih ada saja yang pesan lukisan pada Mark di saat lukisan yang dipamerkan oleh pria tersebut habis.


“Ya, Mark sampai jumpa.” Elvis segera berlalu dari sana setelah menunjukkan senyum palsunya pada Mark dan mengumpat setelah temannya itu benar-benar keluar dari galeri.


__ADS_2