
Dalam waktu 2x24 jam patung lilin pesanan Fiona jadi, atas desakan Mark.
^^^Klak^^^
Mark membuka pintu mobil dan membawa masuk Fiona ke mobil.
Di dalam mobil ia tak langsung menjalankan mobil tersebut tapi ia memeluk manekin Fiona.
“Fiona, aku sangat merindukanmu. Kau tahu bagaimana hidupku belakangan ini tanpamu ?” ujarnya kemudian menatap biji mata Fiona. “Kau tak berubah menjadi manusia ?”
Ia berharap Fiona kembali hidup saat bersamanya saja seperti biasanya.
“Kenapa kau diam saja tak merespon ku ?” tanya Mark melepas pelukannya dengan raut kekecewaan.
“Baiklah kita pulang dulu. Mungkin kau sedang jual mahal padaku.” ucapnya mencoba menghibur dirinya sendiri.
Mark kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumah.
Ia segera turun dari mobil dari manekin tersebut masuk ke rumah.
Lama tak bertemu dengan Fiona, membuat Mark benar-benar merindukannya sampai gila.
“Fiona, sudah berapa lama kau tak menemani tidurku setiap malam ? Aku sangat kesepian sekali.” Mark kembali mengajak bicara patung lilinnya.
Karena rasa rindunya yang mendalam ia pun kembali memeluk Fiona. Bahkan ia pun sampai mencium bibir manekin itu.
“ugh.” Mark menghetikan ciumannya karena merasa seperti memakan lilin.
__ADS_1
“Oh...” ia menarik nafas panjang melihat Fiona yang masih tak berubah menjadi manusia seperti biasanya.
“Fiona.” ia urungkan kembali niatnya untuk mencium bibir gadis itu dengan menundukkan kepala.
Ia duduk di sofa sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Tatapan matanya tampak sayu seperti daun gugur yang menjadi kering karena lepas dari tangkainya.
“Dia bukan Fiona ku.” gumamnya lirih dengan ekspresi muka yang kacau juga stres.
Kring
Mark sadar dari lamunannya setelah 30 menit mendengar ponselnya berdering.
“Siapa yang meneleponku ?” gumamnya menoleh ke samping menatap meja di sampingnya.
Ia pun lalu mengambil ponsel itu dan melihat menelepon nya, nona Pearl ?”
“Ya, nona Pearl ada apa ?”
“Apa kau sudah membuat ulang Fiona ?”
“Ya, sudah nona. sebenarnya barusan jadi.” terang Mark sembari menatap ke samping ke manekinnya.
“Oh kebetulan sekali, ada event show akhir pekan hari ini. Tolong bawa Fiona secepatnya kemari, tuan.”
“Baik, nona Pearl.” Mark menyanggupinya kemudian mematikan telepon.
__ADS_1
Ia pun segera masuk ke kamar mengambil pakaian Fiona dan mengganti pakaian yang seadanya menempel di manekin barunya itu.
“Baju ini, baju yang sering kau pakai saat tidur di malam hari.” gumam Mark lirih menemukan lingerie manis Fiona saat mencari baju.
Ia memeluk baju itu lalu menciumnya sambil memejamkan matanya.
“Aku harus segera ke Stark Model.” ia teringat pada tujuan awalnya mengapa kesana.
Mark segera mengambil satu pakaian dan kembali ke ruang tamu.
“Kita berangkat sekarang.” selesai mengganti pakaian Fiona dengan cepat, Mark membawanya masuk ke mobil.
Beberapa saat kemudian, Mark tiba di Stark Model. Disana dia bertemu dengan Scarlet.
“Kau membawa Fiona kembali, tuan Mark.” ucap wanita itu terkejut.
“Awas jika kau sampai merusak, mencuri atau melukai Fiona ku, maka aku tak akan tinggal diam.” ucapnya dengan tatapan tajam yang membuat wanita itu terlihat gemetaran.
Mark kembali menatap tajam Scarlet lalu Terus masuk menuju ke ruangan nona Pearl.
“Nona, ini Fiona.” Mark menyerahkan Fiona begitu masuk ke sana. “Tolong jaga dia, nona.”
“Ya, tentu. Kali ini aku berjanji tak akan ada masalah seperti sebelumnya yang akan menimpa Fiona.”
Mark mengangguk sembari tersenyum tipis, merasa lega mendengar janji wanita tersebut. Ia pun segera keluar dari sana dan kembali ke rumah.
Selepas kepergian Mark, nona Pearl segera mengganti pakaian yang dikenakan Fiona saat itu dengan model pakaian yang akan diperagakan saat ini.
__ADS_1
“Kau cantik sekali mengenakan tema fashion kali ini Fiona. Tapi kenapa aku merasa aneh ya. Kau tak seperti biasanya yang terasa seolah hidup meskipun hanya sebuah manekin.” gumam nona Pearl selesai mengganti pakaian Fiona dan meriasnya.
Namun wanita itu tak berpikir jauh lagi karena masih ada kesibukan yang menunggunya.