
Selama menunggu masa pameran lukisan yang yang akan diadakan 3 minggu dari sekarang, Mark kini membuka galeri sendiri atas desakan Fiona beberapa waktu yang lalu.
Mark menyewa sebuah tempat berukuran 3 x 5 meter untuk menampung semua karya lukisannya.
“Fiona kau tunggu sebentar di sini aku akan menaruh beberapa lukisan dulu.” Mark menghentikan mobilnya sejenak di galeri yang dia sewa saat mengantarkan Fiona berangkat kerja.
“Ya, tuan.”
Mark segera turun dari mobil dan mengambil lukisan yang ia taruh di kursi belakang, masuk ke galeri nya, meninggalkan Fiona seorang diri di mobil.
Gadis itu duduk diam dan mengamati sekitar. tiba-tiba pandangannya tertuju pada sosok yang dikenalnya dari kaca spion mobil.
“Bukankah itu Elvis, temannya tuan ?” Fiona melihat sosok pria itu turun dari mobil yang berada tiga meter di belakang mobil Mark. “Ada apa dia kemari ? Apa dia mengikuti tuan ?” merasa curiga dengan gerak-gerik pria itu yang menatap dan mengawasi tempat ke galeri tuannya.
__ADS_1
Fiona terus mengawasi namun sepertinya pria itu tak melakukan apapun di sana dan tiba-tiba saja pergi tanpa melakukan apapum.
“klak.” beberapa menit setelahnya Emak kembali masuk ke mobil dan menutup kembali pintunya.
“Ada apa ? Apa yang kau lihat ?” tanya Mark penasaran karena Fiona untuk melepaskan pandangannya dari kaca spion mobil.
Fiona merasa dilema mau menceritakannya atau tidak karena sebelumnya tanya itu selalu membela Elvis.
“Aku bukan bermaksud menjelekkan atau curiga pada Elvis, tuan. Barusaja aku melihatnya turun dari mobil dan menatap lama ke galeri tuan namun sebelum pergi setelahnya.” Fiona akhirnya memutuskan untuk menceritakannya saja meskipun tahu konsekuensinya.
“Aku bilang tadi tuan, aku tidak tahu dia pergi ke mana. Sebaiknya tuan waspada saja karena tadi pria itu menatap dengan aneh ke galeri tuan.”
“Fiona kau tak perlu khawatir pada Elvis. Berapa kali aku bilang jangan punya pikiran buruk padanya. Mungkin ia hanya kebetulan lewat saja.” Mark kembali membela temannya tersebut dan tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Fiona.
__ADS_1
“hmm...” Fiona tak berani berkata ataupun berucap lagi karena takut akan salah ucap. Ia pun diam saja selama mobil kembali melaju dan mengantarnya menuju ke Stark Model.
“Tolong jaga Fiona.” Mark menyerahkan Fiona pada nona Pearl setibanya di sana.
“Ya, tuan aku akan menjaganya dengan baik.” nona Pearl segera membawa Fiona pergi dari sana masuk ke dress room untuk mendandaninya dengan tema Summer kali ini.
Mark kembali ke mobilnya dan membuka galerinya setibanya di sana. Meskipun tak sebanyak pengunjung yang datang seperti di pameran lukisan namun pengunjungnya kali ini cukup membuatnya lama berdiri dan tak bisa duduk.
Dari kejauhan terlihat mobil Elvis berhenti tak jauh dari galeri Mark berada. Ia menatap lurus ke arah galeri.
“Kenapa tetap banyak pengunjung yang memadati galeri Mark meskipun patung lilin itu tak ada bersamanya ?” Mark menatap penuh dengan rasa iri. “Pasti penghasilannya banyak ditambah dengan menyewakan atau lilin nya.” mencoba menghitung keuntungan yang diraup oleh Mark yang berbeda dengan sedikit keuntungan yang ia peroleh.
“Aku tak bisa membiarkan ini terus berlanjut. Para pengunjung itu harus menjadi milikku.” gumam Elvis dengan tangan terkepal menahan emosi. “Aku akan sabar menunggu di sini.”
__ADS_1
Elvis tersenyum kecil sembari menatap botol minyak yang ada di dekat kakinya.