My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 71 Jalanan Mirip Dengan Masa Depan


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu hingga saat ini polisi belum berhasil menangkap Elvis.


Suatu hari Mark yang sedang senggang di akhir pekan mengajak Fiona untuk berjalan-jalan, sekedar untuk mencuci mata dengan berganti pemandangan yang berbeda dengan yang mereka lihat setiap harinya.


“Kita pergi ke mana ?” tanya Fiona setelah 15 menit lebih mobil berjalan namun tak kunjung berhenti juga.


“Kita memang hanya akan berkeliling dan tak akan turun dari mobil.” jawab Mark yang membuat Fiona bingung.


“Aku ingin menikmati semua pemandangan yang ada di sini bersamamu dalam wujud manusia. Tentunya nka aku turun kau akan berubah menjadi patung lilin.”


Fiona pun mengangguk mendengar penjelasan dari kekasihnya itu.


Mark tiba-tiba menghentikan mobilnya di depan sebuah taman namun tetap berada dalam mobil.


“Kita lihat pemandangan hijau itu dari sini baru nanti kita beralih ke tempat yang lain.” ujar Mark kemudian mematikan mesin mobilnya.


Fiona menatap ke arah depan dimana semangat bunga beraneka warna bermekaran saat itu.


“Bunga itu indah sekali.” gumamnya seolah ingin menyentuhnya secara langsung.


“Kau menginginkannya ?” tanya Mark yang diangguki oleh Fiona.


“Tunggu disini.”


Mark kemudian turun dari mobil dan memetik satu bunga tulip merah jambu lalu kembali masuk ke mobil.

__ADS_1


“Ini untuk mu.”


Mark menyerahkan bunga itu setelah duduk di mobil dan Fiona menerimanya.


“Terimakasih.” ucap Fiona mencium bunga tersebut.


“Tunggu sepertinya bunga itu akan terlihat lebih cantik jika kau memakainya.”


Fiona yang tak mengerti menakutkan kedua alisnya saat Mark mengambil bunga itu kembali dari tangannya.


“Begini maksud ku.” Mark menyelipkan bunga itu di telinga kanan Fiona. “Sudah selesai dan kau terlihat cantik sekali.”


Pujian dari Mark membuat Fiona kembali tersipu menatap pria yang duduk merapat dengannya.


“Fiona.” Mark mengusap lembut pipi Fiona yang masih menatapnya dengan muka merah. “Mmm.” Mark pun tak tahan Lagi dan segera mencium bibir merah Fiona yang menggoda dan baru melepaskan tautan bibir mereka saat keduanya merasa kesulitan bernafas.


“Baiklah kita lanjutkan jalan-jalan kita lagi.” Mark mengancingkan kembali kancing baju Fiona yang ia buka setelah membuat kissmark di sana.


Mobil kembali melaju dan melewati tempat-tempat hijau di sana.


Mereka berhenti selama kurang lebih 15 menit dan meneruskan ke tempat berikutnya.


“Tunggu ,berhenti di sini.” ucap Fiona tiba-tiba di tengah perjalanan sebelum mereka sampai ke tempat tujuan berikutnya.


cit

__ADS_1


“Ada apa ?” Mark seketika menginjak rem mendadak yang membuat mobil langsung berhenti.


Fiona menatap jalanan di persimpangan itu mirip sekali dengan jalanan di waktunya di masa depan.


“Fiona, ada apa ?” ucap Mark melihat raut muka gadis itu berubah menjadi terkejut.


“Jalan apa ini ?”


“Jalan Rotterpark. Apa ada sesuatu di sini ?” tanya Mark semakin penasaran.


“Jalan ini adalah...” Fiona kemudian menjelaskan jika jalan itu merupakan jalan yang sama di masa depan saat dirinya mengalami kecelakaan hebat dimana dirinya terkena ledakan bus yang terbakar.


“Apa ?” Seketika Mark terkejut mendengar penjelasan gadis itu karena yang diceritakannya sama dengan mimpi dulu sekali sebelum dia bertemu dengan Fiona.


“Jadi kau memimpikan tentang diriku disaat aku mengalami kecelakaan ?” Fiona ikut terkejut setelah Mark menjelaskan mimpi itu padanya.


Karena penasaran, kemudian Mark kembali melajukan mobilnya melintasi persimpangan itu.


“Ternyata jalannya berbeda setelah di sini tidak sama dengan jalan di masaku.” celetuk Fiona mengamati jalan yang di sana.


Ia pun merasa aneh kenapa bisa ada sebuah jalan yang sama dengan jalan di masanya saat ini.


“Apakah aku bisa kembali ke masaku lewat jalan ini ?” ucap Fiona penasaran.


Mark kurang senang mendengarnya.

__ADS_1


“Apa kau akan meninggalkan aku ?” ucapnya sembari memegang erat tangan Fiona. “Jangan pergi dari sini, kumohon.” ucap Mark dengan mata dia memancarkan kesedihan seketika itu.


Fiona pun mengangguk dengan berat di satu sisi dia ingin kembali ke masanya di sisi lain dia sudah terlanjur menyerahkan hati dan tubuhnya pada Mark.


__ADS_2