
Setiap malam Mark tidur dengan membawa Fiona serta. Ia menaruh patung lilin baru itu di sampingnya seperti malam-malam biasanya.
“Fiona... kenapa kau tak kembali hidup juga meskipun aku sudah membuat tubuhmu yang baru ?” ucap Mark mengusap lembut pipi Fiona.
Ia bahkan kembali mencium bibir Fiona meskipun berasa lilin, ia tak peduli itu karena rasa Rindunya lebih besar daripada rasa pahit di bibirnya.
“Fiona... kembalilah, aku bisa stres jika terus-terusan seperti ini.” Mark mengakhiri ciumannya dengan mata sendu dan berkaca-kaca.
Hatinya sudah terpaut dalam pada sosok Fiona dan semua yang ia ingat berkenaan dengan Fiona yang memenuhi rumah itu dan juga pikirannya.
Beberapa hari berlalu. Ternyata Mark yang masih mesti keras dan yakin bisa bertemu kembali dengan Fiona, mencoba mencarinya sekali lagi.
Kali ini dia rencananya sampai keluar kota sejauh mungkin yang dia bisa.
“Disini tak ada.” gumamnya lesu menatap sebuah butik yang berada di perbatasan.
Ia berpikir entah siapa saja yang menemukan Fiona Ada kemungkinan seseorang membawanya ke butik karena memang dia adalah public figur.
“Aku akan mencarinya ke tempat lain.” Mark kembali memacu mobilnya.
Ia sengaja mengosongkan satu hari untuk melakukan pencarian menyeluruh. Ia sudah berhenti di beberapa butik yang ada di sepanjang jalan di luar kota.
“Aku yakin pasti di antara sekian butik yang ada, Fiona pasti ada disana.” gumam Mark kembali menatap butik ke-30 yang sudah di lihatnya.
__ADS_1
Semangatnya besar dan tekadnya kuat untuk menemukan Fiona setelah setiap hari merasa kosong hidup dengan Fiona baru yang sama sekali berbeda.
“Aku istirahat sebentar sudah 3 jam aku mencari tanpa henti.”
Mark berhenti di tepi jalan dan dia pun keluar dari mobil. Karena merasa haus, maka ia pun memutuskan untuk membeli minuman sebentar di toko yang terlihat berjajar di seberang jalan.
“Tolong minuman kaleng dua.” ucap Mark berhenti di salah satu toko pada penjual di sana.
“Silahkan tuan.” penjual menyerahkan dua kaleng minuman bersoda pada Mark yang langsung diteguk oleh pria itu.
Tiba-tiba saja dia bisa mengeluarkan ponselnya. Barangkali saja dia bisa menemukan Fiona di sini.
“Tuan, maaf aku ingin bertanya sesuatu padamu mungkin kau pernah melihat manekin seperti ini di daerah sini ?” tanyanya sembari menunjukkan foto Fiona di ponselnya.
“Tuan, aku seperti pernah melihat menitin itu di daerah sini tapi maaf aku tak bisa mengingat di mana tempatnya tempat itu. Seingat ku aku pernah melihatnya di sebuah butik tapi di mana ya ?” jawabnya dengan menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal mencoba mengingat kembali.
“Oh, benarkah ?” seketika Mark menjadi berseri-seri. “Terimakasih tuan.” segera saja pria itu bergegas kembali ke mobilnya.
“Itu berarti dia benar-benar ada di sini ? Aku pasti akan menemukannya dan membawanya pulang. Fiona tunggu aku !”
Mark melajukan mobilnya kembali. Kali ini diam sempat loyal kembali bersemangat setelah mendengar penuturan dari penjual tadi.
Mark mendatangi setiap butik yang ada di sana, di daerah yang memang sedikit terpencil daripada tempatnya yang merupakan pusat kota.
__ADS_1
“Mungkin di butik lainnya.” gumamnya melajukan mobil kembali setelah berhenti di depan butik dan melihat dengan seksama dari luar ternyata tak ada Fiona di sana.
Hingga sore hari sudah 10 butik yang dia datangi di kawasan terpencil itu namun dia belum menemukannya juga.
“Masih ada waktu sebelum malam tiba.”
Ia kembali memaksakan dirinya mencari. Beberapa butik tutup dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang.
“Mungkin besok aku bisa mencarinya kembali ke sini.” Mark berhenti di depan butik milik Nyonya Adelle yang barusaja tutup dua yang lalu.
“Fiona tunggu aku.”
Mark kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah karena hari sudah gelap apalagi daerah terpencil itu juga kurang penerangan, jadi suasana di sana terlihat lebih gelap dari jam aslinya.
Keesokan harinya di siang hari Mark kembali melakukan pencarian setelah mengantar Fiona ke Stark Model.
Ia berhenti di depan butik yang kemarin tutup namun saat ini sudah buka kembali.
“Dia tak ada disini. Jadi aku perlu melihatnya kedua butik lagi.”
Ia langsung cabut dari sana lalu melihat butik lainnya, di sana juga tak ada Fiona.
Terakhir dia mengunjungi butik Nyonya Adelle. Tepat di saat dia turun dari mobil, terdengar suara teriakan dari dalam butik tersebut.
__ADS_1
“Tolong !!! Ada kebakaran !!!”