
Fiona mencoba mengajak Mark untuk duduk dan mencoba menenangkan pria itu.
“Kita cari lagi nanti, barangkali ada yang terlewatkan.” Fiona duduk di samping Mark sembari mengusap bahunya dengan lembut.
Mark hanya menganggukkan kepala saja.
“Jika setelah kita mencarinya nanti dan belum ketemu juga aku mau kau lukis lagi.” tambah Fiona karena tak tega melihat kekasihnya itu bersedih dan bukan masalah besar baginya untuk berpose sekali lagi, toh pria itu juga sudah melihat seluruh tubuhnya.
Dua jam kemudian Mark masuk ke kamar dan mengambil ponselnya. Iseng dia membuka online shop.
“Mungkin saja ada sesuatu yang menarik di sini yang bisa membuat pikiran ku fresh ?” gumamnya lalu masuk ke beberapa online shop yang ada.
Beberapa menit setelahnya pria itu tampak terkejut saat melihat sesuatu hingga tangannya tampak gemetar hebat.
“Ada apa ?” Fiona yang saat itu duduk tak jauh dari Mark berada menggeser duduknya mendekat lalu merebut ponsel Mark. “Ini... ini kan...”
Fiona tak kalah terkejutnya dengan Mark dan malah ia lebih terkejut dari pria itu melihat sebuah lukisan yang di jual di salah satu olshop. Dan lukisan itu tak lain tak bukan adalah lukisan dirinya, tepatnya lukisan Mark yang hilang.
“Bagaimana ini bisa terjadi ?”
__ADS_1
Fiona lalu melihat detail informasi lukisan tersebut.
“Elvis ?!” pekiknya semakin terkejut lagi setelah membaca informasinya dan menemukan pria itu sebagai pemilik dan penjual lukisannya.
“Apa ?!” Mark tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Fiona. Dia tadi belum sempat membaca detailnya karena Fiona sudah merebut ponselnya. Dan kini ia merebut kembali ponselnya dari tangan Fiona. “Benar-benar dia !”
Terlihat Mark tak hanya kesal saja namun kali ini terlihat marah.
“Apa masih belum cukup dia membakar galeri lukis ku dan sekarang ya mencuri lukisanku terlebih menjualnya ? Ini benar-benar pelanggaran namanya.”
Fiona baru kali ini melihat Mark semarah itu.
“Sepertinya dia akan kena pasal berlapis nanti.” gumam Mark satu jam Setelah keluar dari kantor polisi dan kembali masuk ke mobilnya.
“Ku harap dia kena kasus lagi dan akan bertambah berat kasusnya nanti.” Fiona pun ikut kesal karena ulah Elvis itu membuat semua orang melihat tubuhnya.
*
*.
__ADS_1
Keesokan harinya pihak kepolisian langsung bertindak. Mereka memblokir akun Elvis di salah satu lapak jualan online.
“Aku ingin tahu hari ini berapa orang yang akan menawar lukisan itu dengan harga tinggi.” gumam Elvis di pagi hari setelah sarapan.
Ia pun mengeluarkan laptop dan segera menaruhnya di meja lalu ia duduk di depannya.
Klik
Elvis segera saja masuk ke lapak online-nya di salah satu olshop.
“Kenapa hari ini tak ada yang menawar lukisan indah itu ?!” pekiknya saat melihat tak ada satupun pembeli yang menawar lukisan itu padahal sebelumnya sudah ada 50 orang lebih yang menawarnya dan dia termasuk melepas lukisan itu hari ini berapapun harganya karena sudah cukup tinggi.
“Astaga kenapa akun ku di blokir ?” pekik Elvis lagi setelah ada notifikasi masuk yang menyatakan akunnya diblokir. “Pantas saja.”
Ia pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor kontak admin olshop tersebut.
“Maaf tuan, setelah meninjau ulang kami tak berani melelang lukisan anda di sini karena ada dugaan barang itu adalah barang curian.” ucap suara seorang dari wanita di sebuah telepon setelah panggilan tersambung.
“Apa ?!” Elvis benar-benar tak menyangka akunnya di blokir dengan sengaja. “Bagaimana mereka tahu lukisanku merupakan barang curian ?!” pekiknya dengan pucat.
__ADS_1