
Beberapa jam setelahnya Mark sudah berada di mobil, duduk bersama Fiona menuju ke Stark Model.
Selama perjalanan Fiona lebih banyak diam.
“Aku tak menyangka sekarang aku benar-benar menjadi wanitanya.” batinnya kembali teringat kejadian 2 jam yang lalu.
Fiona bahkan masih merasakan bisa kenikmatan yang tertinggal di tubuhnya.
“Kenapa kau diam saja ?” tanya Mark menoleh pada Fiona.
Ia tak bisa berkendara dalam keadaan semi tanpa bicara sepatah kata pun seperti itu.
Fiona menggeleng menuntutnya dengan wajah masih bersemu merah.
“Apakah tadi aku terlalu kasar padamu saat melakukan itu ?” tanyanya lagi menduga seperti itu.
“Tidak, bukan begitu. Aku tak menyangkal kita sudah melakukannya saja dan itu terasa cepat bagiku.” jawab Fiona kemudian menunduk.
Ia merasa malu karena Mark sudah melihat semua tubuhnya juga merasakannya.
“Oh, apa... apa kau ingin kita mengulangi itu lagi sekarang ?” jawabnya tersenyum lebar.
Ia mengira Fiona masih belum puas dengannya dan ingin mengulanginya kembali.
“Tidak, kau ini.” Fiona malah menepuk lengan Mark dengan keras hingga pria itu mengaduh.
“Kita sudah sampai turunkan aku sekarang.” ucapnya dingin padahal sebenarnya darahnya mulai terasa panas.
Entah kenapa dia sendiri juga tidak tahu, setelah adegan panas mereka kini hanya bersentuhan kulit saja rasanya sudah seperti tersetrum.
“Aku akan menurunkan mu setelah ini.”
__ADS_1
Mark merapatkan tubuh mereka dan segera mencium bibir merah Fiona.
“Aku akan terlambat jika terus seperti ini.” Fiona melemaskan tautan bibir mereka meskipun sebenarnya ia masih merasakan bibir tebal Mark.
“Baiklah.”
Mark mencium bibir Fiona lagi yang telah menjadi candu baginya sebelum membuka pintu.
Lima menit kemudian Mak kembali lagi ke mobil setelah menyerahkan Fiona pada Nona Pearl.
“Lukisan tadi belumlah selesai.” ucap Mark lirih.
Ia tiba-tiba teringat pada lukisan darah Fiona tadi. Mark bergegas kembali pulang ke rumah dengan semangat.
Sesampainya di rumah, pria itu segera masuk ke galeri lukisnya. Langsung saja ia mengambil lukisan bunga dari darah Fiona.
“Aku akan mempercantik lukisan ini menjadi lebih sempurna dan lengkap.” gumamnya segera mengambil kuas di dekatnya.
Ia menyebutkan kuas pada kanvas dan menyempurnakan lukisan tersebut dengan menambahkan aneka jenis bunga lainnya yang membuatnya terkesan lebih hidup.
Satu minggu kemudian ada pameran lukisan bulanan seperti biasanya.
Mark membawa semua lukisan dalam pameran kali ini termasuk lukisan darah perawan bunga tulip istimewanya.
Baru satu jam dibuka pameran lukisan kali ini sudah terlihat jumlah pengunjung yang membludak memadati area.
“Aku penasaran dengan lukisan tuan Mark. Lukisan apa yang tampak dipajang dan telat menonjol di antara lukisan lainnya itu ?” gumam seorang pengunjung.
Pengunjung lain pun ikut menatap lukisan Mark yang di display khusus.
“Tuan Mark, lukisan apa ini sebenarnya, kenapa indah sekali ?” puji seorang pengunjung yang melihatnya.
__ADS_1
“Ini lukisan bunga asli dari darah perawan.” jawabnya singkat.
Namun hal itu malah membuat para pengunjung yang ada di sana berdecak kagum sekaligus memunculkan sebuah pertanyaan.
“Apakah tuan Mark sudah punya kekasih sekarang ini ?” tanya seorang pengunjung penasaran.
Bukan rahasia lagi dan semua sudah pada mengetahuinya jika Mark sudah lama membujang.
“Ah itu...” Mark tersipu saat akan menjawabnya.
“Berapa harga lukisan ini tuan ?” tanya pengunjung lainnya yang sangat tertarik setelah mendengar hal itu.
“Satu juta Euro.” jawabnya singkat.
Tentu saja bukan tanpa alasan ia membandrol dengan harga setinggi itu.
Menurutnya darah perawan kekasihnya sangatlah mahal harganya dan tak ternilai.
“Aduh mahal sekali. Bisakah kau menjual itu seharga 500.000 Euro saja padaku, tuan ?” tawar pengunjung tadi.
Mark menggelengkan kepalanya.
Namun dengan penolakannya itu malah banyak pengunjung yang tertarik dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Sementara di bagian lain beberapa pengunjung mencari galeri lukisan Elvis.
“Aku tidak menemukan lukisan tuan Elvis ? Apa dia sekarang hanya menjualnya secara online saja ?” gumam seorang pengunjung yang juga merupakan fans karya Elvis.
Hingga acara pameran lukisan berakhir, semua lukisan Mark terjual habis kecuali lukisan bunga lily perawan tadi karena ada satupun pembeli yang sanggup membelinya.
Sore hari setelah pameran usai, Mark iseng memasang lukisan bunga perawan lily tadi secara online.
__ADS_1
“Astaga... banyak sekali yang menanyakan berapa harga lukisan ini.” pekik Mark terkejut.
Ia melihat banyak pesan masuk dan beberapa diantaranya ingin memiliki lukisan itu berapapun harganya.