My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 85 Kejadian Berulang


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah pernikahan Mark yang menjadi kontroversial.


Bagaimana tidak kontroversial jika semua memberikan penilaian negatif pada Mark.


“Lihat itu, tuan Mark !” tunjuk seorang wanita saat mengantar Fiona ke Stark Model.


Seorang wanita lain yang berada di luar agensi model itu langsung menatap ke arah Mark.


“Sayang segala seorang pelukis ternama dan terkenal seperti dia sepertinya mengalami gangguan mental.” namun itu diucapkannya dengan berbisik.


Mark menoleh ke arah dua wanita yang menatap dirinya dan ia tahu pasti mereka sedang membicarakan dirinya.


“Bukan urusan ku mereka mau bicara apa tentang ku terserah. Itu akan mempengaruhi apapun.” batinnya sembari menatap tajam dua wanita tadi.


Seketika dua wanita tadi berhenti bicara karena mendapatkan tatapan seperti itu dari Mark. Mereka kemudian segera berlalu dari sana.


Mark membawa Fiona masuk ke Stark Model.


“Nona Pearl, aku titip istriku.” ucapnya menyerahkan Viona dan tak malu-malu lagi mengakui manekin itu sebagai pasangan hidupnya.


“Ya, tuan.” karena takut salah ucapan nona Pearl pun menerima langsung Fiona dan sebelum mengganti bajunya.


Staf lainnya yang ada di sana tampak bengong namun tak berani berucap sepatah kata pun kemudian segera pergi berlalu begitu saja setelah Mark menatap mereka.


Mark kemudian melenggang dengan tenang keluar dari kantor dan masuk ke mobilnya.


Dalam waktu singkat dengan pernikahannya yang viral membuatnya semakin terkenal.


Lukisannya sekarang harganya jadi mahal dua kali lipat dari harga yang ia tetapkan.


Klak


Mark tiba di rumah lalu keluar dari mobil.

__ADS_1


Di depan rumahnya tampak beberapa orang sudah menunggu di sana.


“Tuan Mark, kami ingin melihat lukisan terbaru mu.” ucap seorang pria yang merupakan asisten salah satu artis di sana.


“Baik, tuan - tuan sekalian silahkan anda masuk dulu ke galeri ku.”


Ia mengajak para tamu yang juga pembeli itu untuk masuk ke galeri baru yang dibangunnya daripada menyewa sebuah galeri yang itu akan mengingatkannya saja pada perilaku temannya, Elvis.


Para pembeli tadi kemudian masuk ke galeri dan melihat-lihat lukisan Mark.


Tiga bulan berlalu, Mark setiap hari tetap tidur bersama Fiona. Ia bahkan memandikan manekinnya itu setiap hari.


“Pria itu mulai tidak waras.” batin tetangga Mark yang rumahnya ada di samping rumah Mark dan kebetulan sedang berada di luar dan bisa melihat apa yang dilakukan saat ini.


“Fiona, kapan kau akan memberiku anak ?” ucapnya sembari mengusap perut Fiona dan menciumnya.


Tiba-tiba saja ia terlihat sedih dan matanya mulai berkaca-kaca.


“Kau sudah berjanji padaku dan kau tidak menepatinya.” ucapnya lalu mengusap air mata yang menitik di sudut matanya.


“Aku harap aku bisa bertemu denganmu kembali meskipun itu 10 tahun lagi atau 100 tahun lagi. Dan aku akan terus menunggumu.” Mark memejamkan mata untuk menahan air matanya yang akan kembali tumpah.


Dua bulan berlalu, Mark beberapa waktu mengalami fase kosong dalam hatinya. Dan di saat seperti itu dia pun akan berkeliling, jalan-jalan sekedar untuk melihat pemandangan untuk menyegarkan pikirannya kembali.


Kali ini pria itu keluar sendiri dan menyusuri sepanjang jalan yang ada tanpa tujuan. Sudah tiga kali ini dia pindah ke tempat lainnya untuk menikmati pemandangan yang ada.


Dua jam kemudian, dia tak sengaja melewati jalan persimpangan yang dulu pernah diceritakan oleh Fiona pada dirinya.


“Jalan ini...” Mark melaju dengan pelan. Sengaja ia membuat kecepatan mobilnya sedang untuk mengingat kembali memori bersama Fiona dulu.


Dari kejauhan tiba-tiba jalanan mulai memadat dan di ujung jalan dia melihat sebuah bus yang berjalan oleng.


“Astaga ! Bus itu akan membentur beberapa kendaraan.” pekiknya terkejut.

__ADS_1


Refleks, dia pun turun dari mobil dan berlatih secepat mungkin menuju ke area itu.


“Fiona pernah bilang dia terlempar kemari karena sebuah kecelakaan. Mungkinkah itu ?”


Tepat di saat Mark tiba di sana, Bus tadi menghantam beberapa kendaraan lainnya.


Ia pun terus berlari di tengah teriakan dan menuju ke tempat Fiona sebelumnya pernah menunjukkan pada dirinya.


“Tolong !” teriak seorang gadis yang berada di tengah kobaran api.


“Fiona !! Kaukah itu ?!” panggil Mark gadis yang berteriak di tengah kembaran api dengan takjub.


Ia pun segera melompat ke dalam api itu untuk menyelamatkan Fiona.


Mereka berdua kemudian berguling untuk memadamkan sedikit api yang membakar ujung baju mereka.


“Fiona, ini kau ! Aku benar-benar bertemu denganmu kembali. Kau kembali untuk ku.” ucapnya dengan senyum mereka di bibir saat mereka berhenti berguling di dekat sebuah pohon.


“Mark.” panggilnya dengan tersenyum lebar. “Mark, aku kembali kembali dan kau menyelamatkan diriku.”


Fiona menatap intens sosok pria yang dikenalnya itu sembari memeluk lehernya dengan menitikkan air mata.


“Akhirnya, akhirnya kita bisa bertemu lagi. Fiona apa kau masih ingat janji mu padaku ?”


“Ya, Mark, aku tak pernah melupakannya.”


Fiona pun tak lagi bicara dan dia langsung saja mencium bibir Mark.


“Mmm...” Mark membalas ciuman Fiona.


Ia benar-benar merindukan sosok kekasihnya itu dan menciumnya dengan kasar juga dalam.


“Aku mencintai mu.”

__ADS_1


Mereka kembali berjil bab setelah melepaskan tautan bibir mereka untuk bernafas.


TAMAT


__ADS_2