My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 33 Mencuri Dengar


__ADS_3

Pagi harinyanya Mark bangun karena mendengar suara berisik.


“Kenapa tv-nya masih menyala ?”


Ia menoleh ke samping kanan karena merasa pundaknya berat. “Fiona tidur disini ?” Mark mendapati Fiona yang masih belum bangun juga meski ia sedikit bergeser bahkan sampai ia mematikan televisinya.


“Rupanya masih terlalu pagi.” Mark melirik jam dinding yang ada di samping. “Mungkin tidur sebentar saja tak masalah.” pria itu kembali tertidur. Entah kenapa ia merasa nyaman dan membiarkan saja Fiona tetap tidur di bahunya.


35 menit berikutnya Fiona membuka mata. “Astaga kenapa aku bisa ketiduran di sini ?” ia lebih terkejut lagi dan baru menyadari tertidur di bahu Mark.


“Maafkan aku tuan.” gumamnya lagi menahan tubuh Mark setelah bergeser sedikit sembari menatapnya intens. “Oh dari dekat tuan terlihat tampan, tapi kenapa dia masih tak mempunyai kekasih ?” tiba-tiba saja Fiona mengagumi wajah Mark yang membuat jantungnya kembali berdegup kencang.


Karena tak kuasa menahan degup jantungnya yang semakin cepat maka ia pun mengambil bantal yang ada di sebelahnya lalu membaringkan tuannya di sana.


“Aku sebaiknya masak dulu.” Fiona kemudian meninggalkan tuannya dan masuk ke dapur untuk membuatkannya sarapan pagi.


Buagh

__ADS_1


Mark terjatuh ke lantai setelah berpindah posisi. Ia kemudian membuka mata lalu kembali duduk di kursi. “Bagaimana bisa aku tidur di bawah ? Lalu di mana Fiona ?” menatap keruangan itu dan tak mendapati Fiona.


Mark mengira gadis itu pasti ada di dapur namun dia tak mencarinya dan malah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


“Tuan ini sarapan mu.” Fiona membawakan sarapan pagi tepat di saat Mark baru keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya.


“pftt.” Fiona seketika mundur melihat dada bidang Mark dengan menahan tubuhnya yang serasa gemetar melihat pemandangan indah di depannya yang juga pernah dirasakannya.


Letakkan saja piringnya di meja sana.” tunjuk Mark ke sebuah meja.


“Ya, berkat pijatanmu lumayan juga badan ku sekarang. Btw, bagaimana tidurmu semalam ?” Mark sengaja menanyakannya untuk melihat reaksinya.


“Ah... ya... i-itu semalam aku tidur pulas di kamarku.” jawab Fiona melirik ke arah kanan tanda jika ia berbohong dengan pipi yang bersemu tak berani berterus terang.


Mark hanya tersenyum kecil saja mendengarnya. “Kenapa harus malu mengakui tidur di bahuku ?”


Dari arah pintu terdengar suara ketukan pintu. Mark berjalan menuju ke pintu dan belum sempat ia membuka pintu, pintu itu terbuka sendiri.

__ADS_1


“Elvis, ada apa pagi-pagi begini kemari ?” tanya Mark mendapati temannya itu yang masuk ke rumahnya tanpa ia persilakan lebih dulu.


Elvis menatap Mark yang hanya mengenakan handuk saja dan bertelanjang dada. “Ahem, apa kau baru saja menghabiskan malam bersama seorang wanita ?” selidiknya sambil menoleh ke samping kanan dan kiri.


“Tidak.”


“Tapi tadi dari luar aku mendengarmu bicara dengan seorang wanita.” timpal Elvis yang tadi sempat mendengar percakapan Mark yang jelas dengan seorang wanita. “Pasti kau menyembunyikannya di suatu tempat.”


“Gawat... aku tak tahu Elvis datang kemari.” Mark berpikir bagaimana cara untuk mematahkan pendapat temannya itu.


Ia pun mengambil remot tv dengan berjalan mundur 3 langkah kemudian menekan tombol on. “Mungkin yang kau dengar adalah tv ini.” Mark memperdengarkan suara seorang wanita di siaran yang ia setel, kebetulan sekali pas siaran iklan shampo wanita.


Elvis pun kemudian diam setelah tak menemukan sesosok wanita di dalam rumah Mark.


“Jadi apa tujuanmu kemari ?” tanya Mark lagi kembali ke topik pembicaraan.


Elvis terlihat diam mencari alasan yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2