My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 70 Mengosongkan Rumah


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Elvis terlihat ketakutan sendiri setelah akunnya terblokir.


Dia mengira polisi sudah mengetahuinya dan saat ini mungkin saja mereka sedang menyelidiki dirinya dan mencarinya.


“Sepertinya aku harus segera pindah dari tempat ini sebelum mereka menemukan aku.” pikirnya untuk keamanan dirinya saat ini. “Sial !” umpatnya lalu menggebrak meja di depannya dengan keras.


Pria itu kemudian mengemasi semuanya barangnya dan segera pergi dari sana.


“Kemana lagi aku harus pindah ?” gumamnya keluar dari rumah yang disewanya.


Elvis kemudian memasukkan beberapa koper yang di bawahnya ke bagasi mobil.


broom


Lima menit setelahnya pria itu sudah duduk di mobil dan melajukan mobilnya.


“Apa tetangga sebelah itu pindah ?” gumam pria yang rumahnya bersebelahan dengan rumah yang disewa oleh Elvis melihat Elvis membawa banyak koper dan pergi.


“Dia benar-benar misterius sekali. Selain tak diketahui dengan pasti identitasmya, apa pekerjaannya sekarang dia pergi begitu saja.” decak pria itu kemudian segera masuk ke rumah saat melihat mobil Elvis sudah hilang dari pandangannya.

__ADS_1


Siang hari di rumah yang disewa oleh Elvis terlihat ramai.


“Kenapa ada banyak mobil polisi di sini ?” gumam tetangga sebelah Elvis, tak hanya satu orang saja. Empat orang yang melihat kedatangan mobil polisi tersebut.


Polisi keluar dari mobil patroli dan segera menyatroni rumah yang mereka duga sebagai tempat tinggal sementara Elvis setelah melakukan pencarian.


“Keluar saudara Elvis. Kami dari pihak kepolisian yang akan membawamu ke meja hukum.” ucap salah satu polisi dari luar pintu sembari menodongkan pistol.


“Astaga apakah tetangga sebelah ini seorang residivis atau sejenisnya ?” pekik pria yang tinggal di samping rumah Elvis saat melihat aksi Polisi di sana.


“Dobrak saja.” ucap polisi lainnya yang tak mau menunggu kelamaan.


Polisi lain mendobrak pintu tersebut dan pintu segera terbuka.


Mereka langsung masuk ke rumah tersebut dan menyisir seluruh ruangan.


“Tak ada. Kita terlambat dan dia sepertinya kabur.” ucap Polisi Setelah menggeledah seisi ruangan dan tak menemukan sosok yang mereka cari.


Tiga anggota kepolisian itu kemudian mendatangi tetangga sebelah untuk meminta keterangan pada mereka.

__ADS_1


“Apa ?! jadi dia buronan polisi ??” tetangga sebelah Elvis sampai syok mendengar pernyataan dari polisi yang meminta keterangan pada dirinya.


Lalu tetangga sebelah Elvis itu melaporkan jika dia pagi tadi melihat Elvis keluar dari rumah dengan membawa banyak barang bawaan dan pergi tergesa-gesa entah karena apa.


“Sesuai dugaan kami pria itu memang kabur karena sudah mengetahui jika kami mencarinya.” jawab salah satu petugas polisi yang ada di sana.


Polisi kemudian menyampaikan pada warga sekitar jika suatu saat melihat kembali Elvis untuk segera menghubungi pihak Kepolisian.


“Baik, Terimakasih atas kerjasamanya yang baik.” ucap Polisi pada akhirnya dan mereka kemudian segera pergi dari sana untuk melaporkan hal tersebut pada pimpinan mereka.


Di suatu tempat yang jauh di luar kota terkuat Elvis berhenti setelah melihat pasokan bensinnya hampir habis.


“Kurasa ini sudah cukup jauh sekali dari tempat sebelumnya dan tak mungkin polisi akan mengejar sampai kemari. Jadi sebaiknya aku mencari tempat penginapan di sini saja.” gumamnya.


Elvis yang penasaran setelah tiga jam melakukan perjalanan turun dari mobil untuk meluruskan otot punggungnya yang terasa kaku.


“Tinggal mencari tempat penginapan atau mencari rumah yang disewakan di sini untuk tempat tinggal sementara.”


Pria itu bersandar ke mobil sembari melihat keadaan sekitar. Sebuah tempat yang terpencil di mana hanya ada beberapa rumah saja di sana yang bisa dihitung dengan jari.

__ADS_1


__ADS_2